eRHa45 – Seiring dengan akan dibahasnya persoalan daerah pemekaran di lembaga legislative, kabar pemekaran Provinsi Kotawaringin Raya kembali naik ke permukaan. Hal itu setelah adanya kesepakatan baru yang diambil aktivitas Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kotawaringin (BP3K) lima kabupaten di wilayah barat, Kotawaringin Timur, Seruyan, Kotawaringin Barat, Lamandau dan Sukamara belum lama ini.

Untuk mendukung gerakan tersebut, sekelompok pemuda dari asal beberapa kabupaten di wilayah Kotawaringin sepakat membetuk sebuah presidium yang bersifat progresif dan masif untuk mewujudkan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Kotawaringin Raya.

“Gerakan ini murni dari kami, pemikiran dan hati nurani kami untuk bersama-sama bersinergi dalam mempercepat pemekaran, kami yang muda-muda ini berusaha berperan. Kita akan mensinergikan dengan BP3K dalam pembentukan provinsi baru ini,” kata Chandra Ardinata, salah seorang inisiator presidium pemuda itu, Minggu (14/2).

Menurut Chandra, saat ini tengah ramai isu-isu pemekaran DOB di berbagai wilayah di Indonesia. Karena tahun ini adalah penetapan RPP Desain Besar Penataan Daerah sampai dengan 2025 yang tersirat target akan adanya pembentukan 17 provinsi baru.

Wakil Ketua Komisi II, DPR RI, Lukman Edy telah menegaskan bahwa keputusan daerah-daerah mana saja yang akan dimekarkan akan tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) paling lambat akhir bulan Februari ini.

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan, 286 usulan daerah otonomi baru (DOB) di Indonesia akan dibahas pada 2016.

Riciannya, 199 usulan pemekaran daerah (kabupaten/kota/provinsi) diusulkan pada masa DPR RI saat ini. Kemudian ditambah 87 usulan pemekaran daerah pada masa periode DPR RI sebelumnya.

Untuk itulah Chandra merasa penting untuk mengawal pembentukan provinsi Kotawaringin Raya.

“Jika Provinsi Kotawaringin Raya ini tidak bisa masuk, maka kita khawatir akan menunggu lagi sampai setelah 2025 nanti, artinya semakin lama lagi,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Chandra, Kotawaringin memiliki tiga orang perwakilan di lembaga legislasi di pusat, yaitu dua di DPR RI dan satu di DPD RI. “Terutama Bapak Rahmat Hamka Nasution Hamka yang sekarang berada di Komisi II DPR RI dan salah satunya membidangi DOB, jika tidak bisa memberikan peran yang terbaik untuk mempercepat pemekarak kotawaringin lebih baik mundur saja,” tegas dia

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>