ilustrasi, Foto: Nusantara News

Enam Calon Sudah Diumumkan, Kaltim Ajukan Satu Paslon?

eRHa45—Jauh hari sebelum Pilkada serentak, PDIP hari ini Minggu (7/1). Mengumumkan secara nasional bahwa PDIP telah memilih enam Pasangan Calon (Paslon) yang akan di tandingkan pada gelar Pilkada Serentak di tahun 2018.

Penetapan yang saat ini sempat menjadi trending topik, menjadi rekomendasi awal yang disampaikan oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, tepat di rumah sekaligus kantornya di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Dalam penetapannya, Megawati telah mengumumkan bakal calon yang akan maju di Pilkada serentak, berikut adalah daftar calon yang sudah ditetapkan, yang dilaporkan oleh Pos Kota :

  1. Kalimantan Timur, Irjen Pol Safaruddin dan (wakilnya belum diumumkan)
  2. Kalimantan Barat, Karolin Margret Natasa dan Suryatman Gidot
  3. Jawa Barat, Mayjen TNI (Purn) Tubagus Hasanuddin dan Irjen Pol Anton Charliyan
  4. Sumtara Utara, Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Pangihutan Hamonangan Sitorus
  5. Sumatra Selatan, Dodi Reza Alex Nurdin dan H Muhammad Giri Ramandha Kiemas

Dalam penetapan yang sudah diumumkan, nampak jelas untuk di wilayah Kalimantan Timur Megawati masih menutupi siapa yang akan menjadi pasangan Irjen Pol Safarudin. Walau sempat beredar kabar, tokoh Risma bakal calon yang dijodohkan sebagai pasangannya.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menambahkan, untuk masuk di wilayah Kalimantan Timur. Kosongnya pasangan yang akan mendampingi Safarudin, lantaran masih menjalin Komunikasi politik dengan satu partai politik lagi.

“Hari ini seluruh provinsi akan diumumkan PDI Perjuangan sebagai tanggung jawab kami. Hanya satu provinsi yang sifatnya masih penugasan, yaitu di Kalimantan Timur,”ungkap Hasto, Nawacita.

Terlebih baginya masih kosongnya wakil di Kalimantan Timur, Partainya tidak bisa memilih sendiri untuk bakal calon Kepala Daerah yang akan diajukan di wilayah tersebut. Hasto Menekankan, ini mengingat posisi partai politik PDIP sendiri dan watak prilaku dari sistem Pilakada serentak. Yakni bisa diibaratkan dengan kondisi politik seperti ini layaknya bejana antar partai nampak begitu kuat, sehingga tidak bisa dipisahkan satu sama lain.WES    

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>