Kerajaan Nan Sarunai, Foto: 4.bp.blogspot

Borneo Pusat Kerajaan Tertua Di Nusantara

eRHa45—Bicara tanah Borneo, Indonesia patut mengingat kembali beberapa fakta sejarah soal Kerajaan Kutai Martadipura. Perihal ini media besar seperti Tirto melaporkan, untuk kerajaan Martadipura sebenarnya sudah ada sejak da abad ke-4 Masehi. Terlebih diprediksikan bahwa kerajaan tersebut adalah kerajaan tertua yang sudah ada di Nusantara.

Namun jauh sebelum kerajaan Martadipura, rupanya di tanah Borneo pun masih ada satu kerajaan lagi yang kini masih diberdebatkan keberadaannya. Yakni kerajaan Nan Sarunai, justru yang dinilai sebagai kerajaan paling tua di tanah Nusantara, media tersebut menerangkan bahwa Nan Sarunai sudah ada dari zaman purba atau prasejarah.

Dijelaskan dalam kerajaan Nan sarunai, ia dirikan oleh kaum Dayak Manyaan yang dianggap sebagai suku tertua di Nusantara. Ia hadir di wilayah Kalimantan Tengah dan Selatan, walau masih dalam perdebatan soal eksistensinya. Tapi yang jelas keberadaan kerajaan tersebut diperkirakan sudah bertahan sejak lama.

Petanyaannya kenapa kini kerajaan tersebut hancur, dan tak begitu tenar dari nama-nama kerajaan yang sudah tercatat saat ini. Perihal tersebut diusut oleh para ahli sejarah, hancurnya kerajaan Nan Sarunai lantaran diserang hebat oleh pasukan Majapahit dari pulau Jawa. Tepatnya dipertengahan abad ke-14 Masehi, alurnya hancurnya kerajaan membuat suku dayak Manyaan terpecah. Kemudian, para ahli menyebutkan terpecahnya suku Dayak Manyaan adalah cikal embrio untuk terbentuknya entitas masyarakat Kalimantan Selatan, cikal-bakal Kesultanan Banjar.

Jika dilacak lebih jauh, kerajaan Nan Sarunai berada di wilayah Amuntai. Wilayah sungai yang terletak di pertemuan sungai Negara, Sungai Tabalong, dan Sungai Balangan yang bemuara di Laut Jawa. Yang kini daerah tersebut berjarak sangat jauh dari pusat pemerintahan Banjarmasin, ibukota Provinsi Kalimantan Selatan sekarang.

Fakta jejak yang dapat dibuktikan ialah, ditemukannya bangunan candi kuno Amuntai yang dikenal sebagai candi Agung. Bentuk simbol kekautan eksistensi kerajaan Nan Sarunai dan  peradaban orang-orang Dayak Manyaan di masa silam.

Dalam hal ini Tirto mengutip pada penelitian Vida Pervaya Rusianti Kusmartono dan Harry Widianto, berjudul “Ekskavasi Situs Candi Agung Kabupaten North Upper Coarse, South Kalimantan”. Pada penelitian tersebut, rupanya memberikan hasil yang mengejutkan.

Masuk pada tahap pengujian sampel arang candi yang sudah ditemukan di Amuntai, menunjukan kisaran angka tahun antara 242 hingga 226 Sebelum Masehi. Jika ini benar, maka benar sudah bahwa kerajaan Nan Sarunai sebagai kerjaan tertua di Nusantara, yang sebelumnya predikat tersebut dipegang oleh kerajaan Martadipura.

Jalannya dinamika waktu pun membuat kerajaan Nan Sarunai memiliki banyak nama seperti,  Kuripan, Tabalong, hingga Tanjungpuri. Namun disinilah letak perdebatannya, banyak yang mengatakan bahwa Tajungsari bukanlah nama yang sama dari Kerajaan Nan Sarunai. Mengutip Suriansyah Ideham, dari karyanya Urang Banjar dan Kebudayaannya (2007). Untuk Tanjungsari merupakan kerajaan yang didirikan oleh orang melayu Sumatra, sebagai pelarian dari kerajaan Sriwijaya.

Baginya, dua objek kerajaan tersebut merupakan dua indentitas yang berbeda. Walau memiliki waktu dan dimensi masa hidup yang tak jauh berbeda dengan temuan Nan Sarunai tersebut dan lokasi pusat pemerintahan yang terpusat di tepi sungai Barito.WES

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>