Anggota DPR RI Komisi IV, Rahmat Nasution Hamka

Tingkat Kasus Narkoba Turun, Masyarakat Tak Boleh Pangku Tangan

eRHa45—Kasus narkoba yang kian menjerat kaum muda, langkah pencegahan dan pemberantasan harus segera dilakukan mengingat begitu banyak yang sudah terjerebak didalamnya. Walau sempat mengalami penurunan, namun bukan berarti pihak  yang terkait harus pangku tangan terhadap perkara tersebut.

Perihal senada pun dikatakan Kapolri Tito Karnavian, yakni dibandingkan pada tahun 2016, jumlah penanganan kasus narkoba turun 5 persen. Dari 47.767 kasus menjadi 45.257 kasus, begitu pun jumlah tersangka pun mengalami penurunan yang tercatat sudah 6 persen. Yakni, dari 60.387 tersangka pada 2016 menjadi 56.791 tersangka pada 2017.

Untuk itu, Anggota DPR RI Kalimantan Tengah (Kalteng) Rahmat Hamka menyikapi perkara narkoba penting segera dituntaskan. Menurutnya, saat ini harus ada terobosan baru agar ada setidaknya percepatan dalam penanganannya.

Peran masyarakat pun perlu untuk dilibatkan, lantaran untuk perkara narkoba saat ini sudah mulai mengakar, dan  aparat tidak bisa bekerja secara militan untuk menangani hal ini. Baginya, selain penegakan hukum yang sudah berlaku saat ini, hukum pun harus dinilai memiliki efek jera terhadap pelaku. Tidak hanya sebagai formalitas, maka akibatnya hukuman paling berat yang harus diputuskan.

“maka hukuman mati atau yang paling berat dan maksimal harus segara diterapkan, pengedar dan bandar jangan ada toleransi hukum, jika sudah berulang-ulang, hukum mati”ungkap Hamka, dalam keterangan Persnya, Rabu (17/1).

Hamka menegaskan, jika pun ada beberapa aparat yang turut terkait dengan sindikat narkoba. Disini hukum perlu hadir sebagai penyeimbang, bukan masyarakat yang dihukum berat atas sindikat. Aparat pun diharuskan mendapatkan hukum dua kali lebih besar ketimbang yang sebelumnya.

“karena mereka aparat, yang telah menyalahkan wewenangnya”tegas Hamka.

Khusus untuk Kalteng, Hamka menceritakan pernah berdiskusi dengan Ketua DAD Kalteng Agustiar Sabran. Bahwa perkara narkoba untuk penerapan sanksi sosial pun perlu diterapkan, yakni pengedar dan bandar bisa dihukum dengan hukum ada yang berlaku. Ini merupakan bentuk kesungguhan dan kepedulian masyarakat terkait narkoba yang kian merebak.

Ia mencontohkan, sanksi yang dapat berlaku menyebarkan identitas pelaku harus disebarkan secara luas. Seperti membuatkan baliho atau tulisan yang mencitrakan dirinya adalah generasi yang memalukan, bahkan jika memungkinkan pelaku yang terkait bisa lebih berat.

Perihal tersebut membuktikan, masyarakat begitu antusias untuk mengawal perkara narkoba saat ini. Bahkan dirinya sangat mendukung, dan menyatakan perang untuk menangani perihal kasus yang kian menjerat generasi muda.WES

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>