Save Orangutan, Foto:Idrus.co

Kalimantan Tengah Kembali Temukan Orangutan Mati Mengambang

eRHa45—Kejahatan lingkungan kembali terjadi, kali ini temuan hewan lindung Orangutan yang mati mengambang di tepian sungai, menjadi perbincangan banyak media. Peristiwa ini ditemukan oleh seorang warga Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Berdasarkan laporan National Geographic Indonesia (15/1), temuan hewan lindung jenis Orangutan tersebut mengambang dan tersangkut di dekat rumahnya. Yang merupakan, ciri khas rumah ada apung kemudian masyarakat menyebutnya sebagai rumah Lanting. Kemudian berdasar temuan warga, hewan yang sudah membusuk tersebut segera dilaporkan  kepada pihak yang berwajib.

Kepala BKSDA (Balai Konservasi Sumber daya Alam) Kalteng, Adib Gunawan mengatakan. Pihaknya sangat terpukul dan akan melanjutkan perkara ini untuk dimasukan kedalam daftar pendidikan kepolisian. Dengan begitu kordinasi polisi dan pihaknya, setidaknya dapat memunculkan perkembangan baik demi keselamatan makhluk hidup dan keseimbangan alam.

Tidak hanya dengan kepolisian, dirinya pun menghimbau kepada masyarakat untuk segera menyampaikan informasi secepatnya jika menemukan informasi yang berkeitan dengan tindak perkara ini.

Dari hasil pemeriksaan, Adib pun masih belum bisa memastikan penyebab yang menjadi kematian Orangutan tersebut. Untuk itu menurutnya memang penting untuk segera dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Saat ditemukan, kondisinya memprihatinkan, Bulu di sekujur tubuhnya rontok, kepala putus dan belum ditemukan, Tangannya hampir putus, Selain itu, ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik seperti bekas sabetan senjata tajam. Diperkirakan, sudah dua hari mayat ini hanyut”ucapnya.

Monterado Fridman, Manajer Komunikasi dan Edukasi BOSF (Borneo Orangutan Survival Foundation) Nyaru Menteng mengatakan. Jika nanti, memang yang menjadi penyebab adalah akibat konflik antar umat manusia. Seperti luka penda tajam atau, beda tumpul lainnya. Pihaknya sangat mengutuk keras dengan tindakan tersebut,

“Kami juga mengajak berbagai pihak untuk gencar kampanyekan pelestarian orangutan. Setop perburuan, pembunuhan dan kekerasan terhadap orangutan,”tutup Fridman.WES

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>