Rahmat hamka

Konflik Sengkata Tanah, PT. AGL Perlu Pahami Perda Adat

eRHa45—Perkara sengkata lahan yang digunakan PT. Agrindo Green Lestari (AGL) yang secara sepihak menggarap lahan milik masyarakat Desa Goha dan Desa Remang, Kecamatan Banama Tingang Pulang Pisau.  Menyikapi hal tersebut, Komisi IV DPR-RI Perwakilan Kalteng Rahmat Hamka Nasution pun angkat bicara.

Menurutnya, kebetulan saat ini dirinya sedang membahas tentang Perda adat, dimana didalamnya termasuk pembahasan tentang hak dan hutan adat. Maka secara otomatis, tegasnya. Kalau ada permasalahan seperti yang dimaksud bisa seger datasi.

“misalnya seperti masalah Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang menggarap tanah milik masyarakat.” Ucap hamka, Dayakpos (24/1).

Ia menambahkan untuk menggarap lahan, tentu ada banyak proses yang harus dilewati. Sehingga tidak serta merta asal menggarap lahan masyarakat. Salah satunya, sepert yang terjadi pada Desa Goha, dimana PT AGL telah membeli lahan secara sepihak oleh mantan Kepala Desa, tanpa adanya konfirmasi kepada hak milik.

“Perusahaan tidak bisa langsung main garap, semuanya perlu proses. Tetapi apabila ada Perusahaan yang menggarap tanpa izin, maka perusahaan tersebut harus di proses secara hukum yang berlaku. Dan masyarakat pun harus melaporkan kejadian yang merugikan mereka, jangan didiamkan saja.”tandasnya.

Baginya, untuk masyarakat Goha yang merasa dirugikan dengan langkah diambil oleh PT AGL, dirasa untuk segera menyampaikan laporan langsung kepadanya, agar permasalahan tersebut bisa dibantu diselesaikan melalui pusat.

“Kalau mau, masyarakat bisa langsung bertemu dan menyampaikan permasalahannya kepada saya, nanti akan saya bantu agar masalah ini bisa segera diselesaikan, dan sekali lagi saya tegaskan, kalau PT. AGL memang terbukti bersalah, sudah semestinya diproses secara aturan hukum.”pungkasnya.

Sekedar untuk diketahui, hingga saat ini pihak masyarakat yang tanahnya diduga dijual secara sepihak oleh Oknum mantan Kepala Desa Goha yang kini bekerja di PT. AGL, kini tengah melakukan upaya pengaduan agar permasalahan ini bisa segera diselesaikan. Bahkan, pihak masyarakat juga telah berupaya melakukan mediasi dengan PT. AGL, namun belum mendapatkan titik temu.WES

 

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>