Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Selatan

Temukan 3,7 Juta Pil Zenith, Rahmat N Hamka: “Polda Kalteng Harus Usut Tuntas”

eRHa45—Makin marak barang narkotika yang tersebar di beberapa wilayah, Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Kota (Polresta) Banjarmasin kalimantan Selatan, berhasil telah pelaku sekaligus menyita jutaan Pil Zenith.

Menyikapi lemahnya sistem pengawasan, Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat N Nasution meminta, untuk segara melakukan pengusutan dari perkara suburnya peredaran Pil Zenith di tanah Borneo. Yang diketahui belum lama ini telah ditemukan 3.7 juta Pil Zenith yang masuk melalui Kabupaten Kotawaringin Timur beberapa bulan yang lalu.

“Usut tuntas siapa pemesan obat zenith dalam jumlah banyak seperti itu. Kasus ini harus terang benderang, karena Kalteng sepertinya dijadikan para bandar dan pengedar obat daftar G tersebut sebagai surga untuk berbisnis barang yang dilarang oleh negara beredar tersebut,” ucap Rahmat, Antara (14/3).

Rahmat menambahkan, kesatuan yang bertugas melaksanakan tugas pengusutan wajib berhasil mengetahui siapa pelaku dibalik barang haram tersebut. Bahkan ia menyuarakan suara positif jika Gubernur Kalteng memberikan hukuman tembak mati bagi pengedar.

“Saya sangat mendukung kebijakan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran memberikan hukuman tembak mati ditempat bagi bandar dan pengedar narkoba khususnya yang sudah berulang kali tertangkap,” ucap politisi PDI Perjuangan itu.

Selain itu sekedar untuk diketahui, saat ini pihak kepolisian sudah menetapkan dua orang tersangka dari pengedaran Pil Zenith. Mirisnya berdasar laporan dua pelaku, status mereka adalah penjaga gudang pabrik Pil Zenith yang berada di Kota Lebak, Provinsi Banten.

Terlebih, tegas Rahmat, Kepolisian masih belum mendapatkan siapa pemesan jutaan Pil Zenith khusus di Palangka raya dan Kota Sampit.

“Sampai saat ini belum di ketahui oleh pihak yang berwajib” lanjut Rahmat.

Kendati demikian, dalam pandangan Rahmat Kepolisian akan terus melakukan pengembangan dan pengumpulan informasi. Dikarenkan jika isu perkara ini dibiarkan akan menyebar menjadi buah bibir masyarakat kalteng.

“Apabila ada keterlibatan oknum petugas yang membekingi untuk memperlancar bisnis haram tersebut. Saya meminta kepada pimpinan instansi terkait agar memberhentikan yang bersangkutan dari satuannya,” tutupnya.WES

 

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>