Barang Bukti Pil Zenith; foto @Itulah

Pil Zenith Resmi Tergolong Barang Narkotika, Pengedar dan Pengguna Diancam 15 Tahun Penjara

eRHa45— Dikenal sebagai barang Narkotika baru, zat kimia Carnophen atau akrab disebut Pil Zenith. Kedepannya aparat hukum tak segan akan menjerat pengguna dan pengedar Pil Zenith dengan hukuman 15 tahun penjara sesuai  UU No. 35 Tahun 2009 tentang penggunaan bahan Narkotika.

Hal ini disebabkan bahaya Pil Zenith sudah resmi masuk dalam obat Narkotika terlarang golongan satu berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 7 Tahun 2018 yakni tentang perubahan Penggolongan Narkotika yang tertanggal 6 Maret 2018.

“Sekarang Zenith, Somadril atau PPC yang mengandung Carisprodol sudah masuk dalam narkotka golongan satu” ungkap Kasat Reserse Narkoba Polres Palangkaraya, AKP Gatoot Sisworo, BorneoNews (29/3/2018).

Dengan Demikian, tegas Gatoot, hukuman yang paling pantas bagi pengedar dan pengguna Pil Zenith sesuai UU No. 35 Tahun 2009 ialah 15 tahun penjara. Lantaran berat hukuman dalam perkara Pil Zenith setara dengan pengedaran dan penggunaan barang Narkotika sabu-sabu.

Menurutnya, Pil Zenith sendiri masuk diurutan 146 dalam list barang Narkotika saat ini yang mengandung bahan Carisprodol. Makin maraknya peredaran barang haram tersebut di wilayah Kalimantan Selatan (Kalteng), bahkan tak terkecuali di wilayah Palngkaraya, dan di Kotawaringin Timur.

“Bahkan di tahun 2017, dua Truck Zenith tertangkap di wilayah Kotawringin Timur”  terang Gatoot.

Melihat kondisi ini, Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat N Nasution Hamka berharap pihak terkait bisa segera melakukan pengusutan tuntas perkara beredar Pil Zenith agar proses pengusutan berjalan tuntas.

“Usut tuntas siapa pemesan obat Zenith dalam jumlah banyak seperti itu, Kasus ini harus terang benderang, terutama di wilayah kalimantan Tengah (Kalteng) sepertinya  dijadikan para bandar dan pengedar obat daftar G tersebut sebagai surga untuk berbisnis barang yang dilarang oleh negara tersebut” Tegasnya.

Baginya, ia sangat mendukung kebijakan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran yang memberikan hukuman tembak bagi para bandar dan pengedar narkorba. Khususnya jika nanti ternyata ada oknum petugas yang mem-Backup bisnis haram tersebut, layaknya oknum tersebut segera untuk di berhentikan.

“Apabila ada keterlibatan oknum petugas yang membekingi untuk memperlancar bisnis haram tersebut, saya meminta kepada pimpinan istansi terkait untuk memberhentikan yang bersangkutan dari kesatuannya” pungkasnya.WES

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>