Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, Foto; Medeka.com

Gubernur Kalteng Ingatkan Untuk Waspada Dalam Menggunakan Handphone

eRHa45—Pada perayaan HUT Barsel ke-59 Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran mengingatkan seluruh pejabat dan jajaran agar hati-hati dalam menggunakan Handphone di era digital saat ini.

Ini ditekankan lantaran penyalahagunaan Handphone (Ponsel Pintar) seperti Android ataupun Ios, digunakan untuk mempermudah para koruptor untuk tindak korupsi. Bahkan KPK pun kini sudah jeli dalam menindak perkara tersebut. Dengan melacak dan menyadap, dapat dengan mudah meringkus dengan alat bukti Handphone tersebut.

“Kalau ada orang yang menelpon tidak ada pada tempatnya, atau yang memghubungi kita tidak terdaftar, tidak perlu diangkat. Karena zaman sekarang itu sudah muncul zaman fitnah, sehingga bisa saja orang itu mau menjebak,” ucap Sabran, mengutip KaltengEkspres, Sabtu (22/9/2010).

Hal tersebut didasari, bahwa Sabran tidak ingin di wilayah ada yang tersangkut dalam tindak korupsi. Terlebih bagi para pejabat, ia mengingatkan agar tetap menjaga kredibilitas untuk Kalteng yang kondusif.

“Coba saja Kabid Provinsi atau Kadis Provinsi Kalteng bertelponan dengan Bupati atau dengan DPRD Provinsi, mengatakan pak ini ada proyek Rp 40 miliar akan masuk ke Barsel. Dari segi bahasa percakapan tersebut bila disadap langsung bapak ibu akan menjadi pesakitan nantinya,” lanjutnya.

Disisi lain ia juga meminta pada Bupati dan Walikota dan jajarannya agar serius dalam menangani permasalahan kesehatan di wilayahnya. Kemudian jangan sampai jika ada pasien yang tidak mampu berobat lantaran penyakit tumor misalnya, tegas Sabran, ia tidak ingin dengar ada rumah sakit yang menolak dengan alasan pasien tersebut tidak mampu.

“Bila rumah sakit daerah tidak mampu, segera rujuk ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, sehingga bila tidak mampu juga maka dapat segera dirujuk ke rumah sakit diluar Kalteng. Pimpinan di daerah harus memiliki empati kepada masyarakanya, Bupati bisa membantu melalui kebijakan,” paparnya.

Dikarenakan jika kesulitan dalam masalah anggaran, bisa menghubungi Gubenur dan menyampaikannya. Nantinya Gubernur akan menghimpun dan menggunakan dana APBD atau bantuan CSR perusahaan besar di wilayahya untuk digunakan, lantaran disini Gubernur memiliki kebijakan besar.

“Saya tidak ingin ada lagi rumah sakit dikalteng menolak pasien orang orang miskin, karena itu tugas kita selaku pimpinan yang hadir saat masyarakatnya  membutuhkan,” tutupnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>