APSII

APPSI Dukung Wacana Pemindahan Ibu Kota di Palangka Raya

eRHa45—Kekaguman Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Seluruh Indonesia (APPSI), membuat Soekarwo mengutarakan setuju dengan wacana wilayah Palangka Raya menjadi Ibu Kota Negara.

Menurut pandangannya selain mewujudkan cita-cita Bung Karno, ada beberapa alasan yang membuat wliayah Palangka Raya sangat cocok untuk wacana tersebut.

“Pasti Bung Karno punya alasan kuat mengapa ingin memindahkan ibu kota negara ke Palangkaraya. Jadi kami setuju ibu kota negara pindah ke sini,” ucap Soekarwo, Detik, Kamis lalu (4/11/2018).

Soekarwo menyebut beberapa alasan tersebut adalah, dari segi keamanan para ahli telah memaparkan di pulau Kalimantan adalah daerah paling aman dari gempa karena lokasinya. “Insyaallah, para ahli gempa menyatakan bahwa di sini adalah pula yang tidak ada gempa,”

Kemudian alasan kedua ialah diposisinya saat ini sebgai Gubernur Jawa Timur, keunggulan letak yang strategis membuat posisi Palangka Raya berada tepat di tengah-tengah negara Indonesia. Sehingga kedepan alur distribusi akan lebih mudah jika ibu kota berada di tengah negara.

“Lokasinya tidak terlalu dekat dengan laut, tapi juga disebelahnya ada sungai yang besar, yakni Sungai Kahayan. Ini memenuhi syarat ibu kota di dunia, Ini bagus untuk dijadikan ibu kota negara, masyarakat di Indonesia akan ter-engineering dengan sendirinya, banyak yang ingin pindah kesini untuk bekerja, bisnis, dan lainnya,” jelasnya.

Selain mengulas wacana pemindahan ibu kota, Ia juga menjelaskan apa yang akan dilakukan oleh APPSI melalui Rakenas untuk tahun 2019. Baginya program yang dihasilkan nanti ialah untuk mendorong pemerintah semkain menyejahterakan seluruh provinsi yang ada. Salah satunya, lanjut Soekarwo, membuat aturan Badan Pajak Penghasilan (PPh) untuk masuk ke daerah.

“Kita akan membuat surat dan mendatangi DPR RI agar segera membuat aturan yang mengatur, bahwa PPh badan harus masuk ke daerah yang menjadi tempat usaha tersebut. Contohnya, jika perusahaan perkebunan sawit di Kalteng, maka membayar PPh badan-nya ya di Kalteng. Sebab, selama ini meski perusahaannya di daerah, tapi bayar pajaknya ke DKI Jakarta,” tegas Soekarwo.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>