Gubernur Kalbar H Sutarmidji (kiri) dan Seketaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri (kanan) menyepakati segera menyelesaikan masalah tapal batal kedua provinsi. ( Foto: Sahat Oloan Saragih ) Dok. BeritaSatu

Masalah Tapal Batas Kalbar dan Kalteng, 2020 Tuntas

eRHa45—Pemprov Kalimantan Barat dan Tengah sepakat untuk segera menyelesaikan sengketa permasalahan batas wilayah di kedua provinsi tersebut.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji SH menjelaskan perkara sengketa wilayah yangs udah lama tak kunjung kelar dipastikan tuntas paling lama akhir tahun depan, saat menghadiri pelaksaan STQ di Pontianak.

Ia berharap di tahun 2020 perkara sengketa wilayah ini bisa tuntas. Sehingga ke depan tidak akan mengganggu jalannya pemerintahan di masing-masing provinsi saat ini.

“Jika tak teselesaikan secara cepat akan menganggu jalannya pembangunan bagi kedua provinsi,” ujar Sutarmidji, BeritaSatu (01/07/2019).

Menurut Sutarmidji, permasalahan tapal batas wilayah ini belum bisa selesai dalam kurung waktu 15 tahun terakhir ini. Dikatakan demikian karena kesepakatan urung terjadi antara kedua belah pihak. Permasalahan yang selalu menjadi ganjalan berkaitan dengan potensi alam maupun hak adat di wilayah setempat. Kondisi ini masih sangat sulit untuk diselesaikan.

Hingga saat ini ada beberapa batas daerah Kalteng dan Kalbar yang belum selesai, yaitu terkait 33 ribu hektar lahan dan satu lagi 52 ribu hektar. Untuk itu diharapkan masalah selesai paling lama akhir tahun depan sudah tuntas.

“Oleh sebab itu kita akan carikan yang terbaik dan yang penting bagaimana kita bisa melayani masyarakat secara maksimal. Selain itu juga ada jembatan penghubung yang menuju Kabupaten Sukamara Provinsi Kalteng ke Kecamatan Sukaramai, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalbar. Kami akan bersinergi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut,” kata Sutarmidji.

Kemudian fasilitas apapun yang ada di perbatasan kedua provinsi, seperti sekolah dan tempat kesehatan dipersilahkan menggunakan secara bersama. Dirinya pun tidak mempermasalahkan, yang penting Kalimantan ini harus bersinergi untuk percepatan kesejahteraan masyarakat.

Sutarmidji berharap akses laut Kalteng dan Kalbar sudah ada, rel kereta api trans Kalimantan bisa terwujud. Dengan kerja sama ini bisa mempercepat ekspor lewat pelabuhan internasional yang sedang dibangun di Kalbar.

“Jika dikelola dengan benar pelabuhan Internasional tersebut bisa menjadi kawasan industri dan bisa menjadi saingan pelabuhan yang ada di Singapura,” tambahnya.

Seketaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri menyambut baik penyelesaian permasalahan tapal batas antara kedua provinsi Kalbar dan kalteng. “Kami sepakat untuk menyelesaikan masalah tapal batas wilayah ini sesegera mungkin dilaksanakan, agar tidak menghambat pembangunan kedua provinsi,” ujar Farizal.

Pihaknya sengaja menggelar pertemuan ini, untuk mencarikan solusi terkait permasalahan batas wilayah. “Jika masalah tapal batas ini bisa selesai, maka berbagai program dan kegiatan pembangunan tentu bisa dilaksanakan lebih optimal,” tambahnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>