Rumah Betang Hapakat di Jalan RTA Milono Palangkaraya.    Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul KaltengPedia - Rumah Betang, Falsafah Hidup Suku Dayak Kalteng, Dok. Tribun Kalteng

Falsafah Hidup Suku Dayak Ada di Rumah Betang

eRHa45–Bagi warga Kalimantan secara umum, pasti mengenal rumah panjang yang di dalamya banyak dihuni oleh sejumlah keluarga yang hidup dengan rukun dan damai dapat berdampingan secara harmonis.

Di Kalimantan Tengah rumah tersebut dinamakan rumah betang yang merupakan, rumah adat khas Kalimantan Tengah.

Dilansir Tribun Banjarmasin, rumah ini terdapat di berbagai penjuru Kalimantan dan dihuni oleh Masyarakat Dayak terutama di daerah hulu sungai yang biasanya menjadi pusat permukiman suku Dayak.

Beberapa ciri rumah betang tersebut antara lain, bentuknya rumah panggung yang memanjang bisa mencapai 30 sampai 150 meter dengan lebar rumah mencapai 10 sampai 30 meter yang dihuni oleh 100 hingga 150 jiwa.

Rumah betang biasanya memiliki tiang pondasi dengan ketinggian mencapai 3 sampai 5 meter, rumah ini dikenal sebagai rumah suku dayak, yang di dalamnya banyak kelompok keluarga yang hidup secara rukun.

Karena itu pula, oleh orang dayak di Kalteng, rumah betang menjadi falsafah hidup, karena rumah panjang tersebut, meski didalamnya banyak kelompok keluarga, tetapi bisa hidup berdampingan secara rukun dan damai.

Ini kemudian diterapkan dalam hidup bermasyarakat bagi orang dayak dimanapun berada tetap berpedoman rumah betang sehingga tercipta saling harga-menghargai dengan sesama, meski hidup dalam kemajemukan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>