Dok. Pihak Ketiga

Pemprov Kalteng Larang Pengiriman Bajakah, Agar tak Merusak Ekosistem

eRHa45—Akar tanaman endemik Bajakah kini jadi sorotan utama publik, salah satunya adalah Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam hal menahan laju minat masyarakat agar tak merusak ekosistem habitat tanaman tersebut.

Sebelumnya akar tanaman Bajakah telah diuji dan mampu mengatasi penyakit kanker payudara. belum lama Pemprov Kalteng pun sedang tahap mempatenkan dan memikirkan akan diolah seperti apa ke depannya. Pemprov juga menghimbau agar masyarakat tidak menjual dan mendistribusikan lebih dulu sebelum Pemprov Kalteng menelaah lebih jauh.

Terpantau seperti toko obat tradisional Pasar Kahayan, Palangkaraya, terlihat cukup banyak yang sudah menjual kayu Bajakah. Minat pasar yang tinggi membuat harga tanaman tersebut melonjak, yakni mencapai Rp300 rbu per kilo.

Melihat hal tersebut RahmatHamka.com mencoba menelusuri lebih dalam soal upaya distribusi, hasilnya didapat pada liputan Fokus Indosiar pada Senin,(19/8/2019). Di mana dalam liputan tersebut mengklaim memang ada lonjakan cukup tinggi untuk tanaman Bajakah.

Sehingga Pemprov Kalteng melarang pengiriman tanaman Bajakah ke luar daerah sebelum ada edaran resmi dari pihak terkait mengenai temuan ini.

“Jangan sampai akar bajakah ini dieksploitasi begitu besar sehingga berdampak pada habitat,” kata Sekda Provinsi Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri.

Apa yang dilontarkan Fahrizal Fitri, sebenarnya memiliki tujuan agar ekosistem tanaman Bajakah dirawat dan dibudiyakan terlebih dahulu. Dan tidak dieksploitasi secara serampangan yang dampaknya akan memunculkab kerusakan eksositem tanaman tersebut.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>