All about Borneo article

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran dan Bupati Batara H Nadalsyah salam komando saat perayaan HUT ke-69 Batara di Tiara Batara, Senin siang (29/7). (Pemprov Kalteng)

Kinerja Positif, Bupati Barito Utara: Terima Kasih Bapak Gubernur

eRHa45—Menimpali komentar positif yang dilontarkan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Bupati Barito Utara (Batara) menjelaskan bahwa sebenarnya semua kerja kerasnya tak luput dari perhatian Pemprov Kalteng untuk Kabupaten Batara.

Ia mencontohkan Pemprov Kalteng sangat serius dengan pembangunan di setiap daerahnya. Salah satunya adalah bantuan anggaran RSUD Muara Taweh sebesar Rp25 miliar melalui APBD murni dan Rp25 miliar selanjutnya dikucurkan melalui APBD perubahan.

Namun demikian, lanjutnya, Rumas Sakit di terbesar di DAS Barito sebenarnya masih memerlukan anggaran sebesar Rp200 miliar.

“Pemkab Batara telah menganggarkan Rp 100 miliar hingga 2022. Berarti, masih ada kekurangan Rp 50 miliar. Kami berharap provinsi bisa membantu lagi Rp 50 miliar,” harap Bupati, Beritasampit, Rabu (31/7/2019).

Menurut Nadalsyah, masyarakat  mengetahui bahwa pendirian Rumah Sakit Muara Taweh berkat Pemprov Kalteng yang peka terhadap kesehatan masyarakat. Tak hanya itu, masyarakat sangat mengapresiasi pembangunan jembatan Muara Taweh dan jalan Kabupaten dari  Desa Mamphak menuju Simpang Thamrin.

“Kami ada keterbatasan APBD, karena banyak yang harus kami bangun. Saya atas nama masyarakat Batara berterima kasih kepada bapak Gubernur. Warga kami sangat menikmati bantuan bapak,” sebut Nadalsyah.

Sungai Kahayan menyempit dan udara Palangkaraya berasap dampak musim kemarau yang mengakibatkan banyak terjadi kebakaran lahan. Banjarmasinpost.co.id/Faturahman

BMKG Tjilik Riwut Prediksi Musim Kemarau di Kalteng Berlangsung Hingga Oktober

eRHa45—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palangkaraya Kaliamantan Tengah (Kalteng) memprediksi bahwa Kalteng diperkirakan bakal memasuki musim kemarau hingga bulan Oktober 2019.

BMKG menjelaskan musim kemarau tahun ini dikarenakan El Nino yang lemah sehingga mempengaruhi jumlah hujan di Kalimantan Tengah. Ini kemudian yang membuat Kalteng semakin kering.

Kepala Seksi Data dan Informasi, Anton Budiono mengatakan, kemarau saat ini tidak hanya terjadi di Kalteng, namun juga meluas di provinsi lainnya di Indonesia.

“Untuk Kalteng wilayah yang pertama musim kemarau adalah Kuala Kapuas,” ujarnya.

Ia melanjutkan, Wilayah Kapuas biasanya masuk kemarau paling awal. Dan masuk musim penghujan paling akhir dibanding dengan wilayah Kalteng lainnya.

“Musim kemarau di Kapuas terpanjang dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia ini,” ujarnya.

Dari pantauan Palangkaraya, pada Minggu (27/7/2019) kondisi kekeringan dan kabut asap masih terjadi.

Bahkan ada kecendrungan kabut asap dampak kebakaran lahan tampak makin tebal, namun belum mengganggu penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya.

Sementara itu, upaya pencegahan kebakaran lahan dan hutan terus dilakukan oleh berbagai pihak.

Salah satunya dilakukan oleh Kapolsek Pahandut AKP Edia Sutaata, yang dalam melakukan pengawasan pada enam Kelurahan di Kota Palangkaraya aktif mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga Kamtibmas dan mencegah kebakaran lahan dan hutan dilingkungan tempat tinggal masing-masing.

Saat berada di Masjid Al Sayedah Maryam, di Jalan Kecipir Palangkaraya, dia mengimbau kepada jemaag masjid agar turut membantu memadamkan api jika ada lahan terbakar dan melaporkannya kepada petugas.

 

 

“Saya mengimbau dan mengajak jamaah untuk tidak membakar lahan saat membersihkan lahan untuk berladang, sekarang kita telah memasuki musim kemarau dan asap sudah mulai tampak akibat kebakaran yang sengaja dilakukan. Membakar lahan merupakan pembuatan yang bisa di hukum,” ujar Edia.

Gubernur Kalteng Saat Hadiri Seleksi STQ yang Dinilainya Bisa jadi Penyejuk Setelah Pemilu

Gubernur Kalteng Sebut Seleksi STQ Bisa jadi Penyejuk Pasca Pemilu 2019

eRHa45—Kegiatan seleksi Tilawatil Quraan (STQ) XXII tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diikuti peserta sebanyak 1.120 dinilai bisa menjadi penyejuk setelah pelaksanaan Pemilu 2019.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menjelaskan, bahwa hasil dari kegiatan seleksi STQ ini diharap bisa mempersatukan kembali orang-orang yang sebelumnya terpecah akibat saling klaim Capres dan Cawapres diusungnya layak untuk memimpin di kursi Kepresidenan.

“Mengingat pada pemilu tahun ini di antara kita ada perbedaan dukungan dan perbedaan, harapannya dengan STQ ini dapat mempersatukan kembali,” ungkapnya, saat pembukaan malam STQ di lapangan Sanaman Mantikei, Kaltengpos.co, Jumat (26/4).

Ia melanjutkan ajang seleksi STQ merupakan momen yang tepat untuk mempererat silahturahmi. Yang kedepan bisa mengantarkan Provinsi Kalteng toleran dan berpandangan maju.

“Harapannya dengan kegiatan ini juga meningkatkan prestasi masyarakat Kalteng, yang nantinya pemenangnya akan mengikuti STQ tingkat nasional pada 2019 ini, di Provinsi Kalimantan Barat,” ungkap Sabran.

Sabran pun menghimbau masyarakat agar tak mudah terpengaruh dengan berbagai informasi yang tak jelas sumbernya. Menjaga persatuan antar sesama adalah wujud keharmonisan ideal untuk saat ini, tak hanya itu perseta juga diharap mampu merefleksikan nilai agama untuk diterapkan di lingkungan masyarakat.

“Nantinya dengan kebersamaan dan persatuan mampu melanjutkan pembangunan untuk mewujudkan kemaslahatan bersama,” pungkasnya.

Mendengar apa yang diungkapkan Kalteng tersebut, Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalteng Masrawan menambahkan, bahwa dengan kegiatan seleksi STQ adalah suntikan energi sendiri untuk membumikan alquraan di masyarakat.

Masrawan memproyeksikan, nilai persatuan antar umat untuk terus dijaga. Agar apa yang saat ini dicari tentang ketenangan hati bisa tercapai.

“Kita harus menjaga kerukunan, persaudaraan, persatuan, karena itu menjadi kekuatan utama untuk kita maju, untuk mewujudkan Kalteng Berkah,” tegasnya.

Bandara Tjilik Riwut Disaat Senja, Dok.Instagram Bandara Tjilik Riwut

Presiden Resmikan Terminal Baru Bandara Tjilik Riwut

eRHa45—Terminal Bandar Udara (Bandara) Tjilik Riwut Palangkaraya saat ini telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, pada Rabu (8/4/2019).

Bandara yang sebenarnya sudah mulai aktif pada 23 Maret 2019, Presiden bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi optimis dengan adanya bandara baru ini bisa mendongkrak daya wisata Kalimantan Tengah (Kalteng). Tak sampai di situ Joko Widodo pun menambahkan bandara Tjilik Riwut diyakinkan bakal menjadi motor ekonomi Provinsi Kalteng.

“Pembangunan bandara yang dilakukan kurang lebih 4 tahun sudah selesai, anggaran pembangunan ini Rp 700 miliar. Yang jelas ini antisipasi kebutuhan penumpang yang sangat tinggi, jadi diharapkan bisa mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimatan Tengah,” ujar Joko Widodo saat peresmian.

Terminal baru Bandara Tjilik Riwut memiliki luas 29.124 m2 dan dapat menampung hingga 2.200 orang per harinya. Sebelumnya, terminal lama hanya dapat menampung 600 orang saja.

Saat ini, ada enam maskapai yang melayani penerbangan dari dan ke Palangkaraya, antara lain Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, Wings Air dan Transnusa.

Ke depannya, akan ada pembukaan kembali beberapa rute yang sebelumnya ditutup, seperti penerbangan dari Solo-Palangkaraya serta Jakarta-Palangkaraya.

Untuk penambahan rute sendiri, Kemenhub menyatakan akan merealisasikannya meski belum ada jumlah yang tepat.

Ilustarso Komoditi Kopi, Dok. Coffindo

Komoditi Kopi dan Coklat jadi Primadona, Kalteng Siapkan Lahan Satu Hektare

eRHa45–Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Perkebunan tahun 2019 ini, mulai fokus dalam pengembangan penanaman tanaman kopi dan cokelat, karena dinilai sangat potensial untuk dikembangkan di Kalteng.

Ditargetkan ada seluas 200 hektare lahan perkebunan untuk pengembangan tanaman tersebut, sesuai dengan yang direncanakan oleh Pemprov Kalteng, karena penikmat kopi dan coklat di Bumi Tambun Bungai cukup banyak sehingga dikembangkanlah penanaman dua jenis tanaman tersebut.

Mengutip laporan Tribun program tersebut disambut baik petani di Kalteng,karena dinilai, pengembangan dua jenis tanaman tersebut memang cukup potensial, namun para petani perlu belajar pengetahuan tentang penanamannya.”Siap saja tapi tentu perlu belajar untuk pengembanganya,” ujar Darmawan, salah satu petani Kelurahan Kalampangan di Palangkaraya, Senin (8/4/2019).

Semetara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kalteng Rawing Rambang menjelaskan, tahun 2019 ini memang ada pengembangan lahan perkebunan untuk tanaman coklat dan kopi, seluas 200 hektare yang masing-masing petani akan menggarap seluas satu hektare.

“Program ini sudah cukup bagus, ini adalah program Gubernur Kalteng, yang memberikan bantuan kepada masyarakat terkait pengembangan lahan untuk penanaman coklat dan kopi kepada petani yang masing-masing diberikan lahan untuk pengembangan pertaniab seluas satu hektare,” ujarnya.

Dikatakan dia, sementara ini pengembangan lahan untuk penanaman coklat dan kopi tersebut ada di Kabupateb Kapuas, Seruyan,

Barito Utara dan Gunungmas yang nantinya juga akan dikembangkan di daerah lainnya yang ada di Kalimantan Tengah.” Untuk coklat penanaman pohon saat ini ada 2.100 sedangkan kopi 1.200,” ujarnya.

Masyarakat yang untuk bercocok tanam juga dibuka oleh Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah dengan memberikan kesempatan kepada warga untuk bercocok tanam, melalui program hutan kemasyarakatan yang membuka peluang manfaatkan hutan untuk kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah, Sri Siswanto, mengatakan, pihaknya memang ada program hutan kemasyarakatan yang memberikan peluang kepada masyarakat untuk memanfaatkan lahan hutan untuk ditanami tanaman termasuk kopi dan coklat yang jadi program pemerintah.”Ya, hutan boleh dimanfaatkan untuk itu,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B bidang perkebunan dan kehutanan DPRD Kalteng, HM Asera, mengatakan, sangat mendukung program tersebut,sehingga kedepannya pengembangan lahan perkebunan tidak semata hanya dilakukan untuk pohon kelapa sawit saja tetapu juga tanaman lainnya yang dianggap cukup potenasial untuk di kembangkan.

“Tentu akan lebih baik untuk pengembangan tanaman tersebut, dan bagi petani sangat menjanjikan, karena saat ini memang cukup banyak penggemar minuman coklat atau kopi, dan kedepannya tentu jenis tanaman itu akan semakin diperluas penanamannya di lahan Kalimantan Tengah,” ujarnya

Suasan Tim Pengendali Infalsi Daerah (TPID) sedang mempresentasikan Hasil Temuannya.

Perekonomian Kalteng Alami Fenomena Deflasi Tertinggi se-Kalimantan

eRHa45—Perekonomian Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tercatat mengalami deflasi tertinggi jika di bandingkan dengan wilayah lain di Kalimantan. Jika berdasarkan fakta tersebut, maka Provinsi Kalteng telah berhasil menekan kenaikan harga cukup baik untuk kesejahteraan masyarakat.

Ketika mendengar Inflasi, tentu masyarakat tidak menginginkan itu terjadi. Inflasi merupakan musuh besar, dan wajib dihindari dari suatu daerah yang sedang dalam proses berkembang. Kenaikan harga barang yang tak terkendali mampu memperburuk kondisi perekonimian, sehingga deflasi ialah fenomena perekonomian yang justru sangat ditunggu.

Wakil Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalteng, Setian menjelaskan. Kota Sampit ikut berkontribusi dalam deflasi yang terjadi saat ini. Di bulan Februari 2019, Deflasi Kalteng tercatat nampak baik yakni mencapai 0,65 persen.

Sayangnya untuk di kota Palngkaraya masih terdapat 0,09 persen inflasi, yang menahan laju deflasi di tanah Borneo ini. Namun itu teratasi dari segi komoditi, ayam ras merupakan penyumbang deflasi cukup baik di beberapa daerah Kalteng awal tahun ini.

Melihat hal itu Setian mengungkapkan, untuk di bulan Maret 2019, pihaknya dan seluruh yang terkait akan terus mengawasi harga pasar. Serta mengendalikan daya ekspetasi masyarakat dengan mengeluarkan laporan release.

Setian melanjutkan, dirinya juga akan berupaya menjaga ketersedian stok barang kebutuhan, serta kelancaran distribusinya. Ini dilakukan untuk mengamankan daya beli masyarakat dan melakukan action dengan men-supply daging ayam segar beku untuk mempertahankan angka deflasi.

“Untuk stok bahan pangan seperti beras, gula, minyak goreng, tepung terigu dan daging kerbau cukup memadai pada bulan ini. Stok ayam beku segar juga akan ditambah untuk memenuhi permintaan kebutuhan dikemudian hari” tutup Setian.

APSII

APPSI Dukung Wacana Pemindahan Ibu Kota di Palangka Raya

eRHa45—Kekaguman Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Seluruh Indonesia (APPSI), membuat Soekarwo mengutarakan setuju dengan wacana wilayah Palangka Raya menjadi Ibu Kota Negara.

Menurut pandangannya selain mewujudkan cita-cita Bung Karno, ada beberapa alasan yang membuat wliayah Palangka Raya sangat cocok untuk wacana tersebut.

“Pasti Bung Karno punya alasan kuat mengapa ingin memindahkan ibu kota negara ke Palangkaraya. Jadi kami setuju ibu kota negara pindah ke sini,” ucap Soekarwo, Detik, Kamis lalu (4/11/2018).

Soekarwo menyebut beberapa alasan tersebut adalah, dari segi keamanan para ahli telah memaparkan di pulau Kalimantan adalah daerah paling aman dari gempa karena lokasinya. “Insyaallah, para ahli gempa menyatakan bahwa di sini adalah pula yang tidak ada gempa,”

Kemudian alasan kedua ialah diposisinya saat ini sebgai Gubernur Jawa Timur, keunggulan letak yang strategis membuat posisi Palangka Raya berada tepat di tengah-tengah negara Indonesia. Sehingga kedepan alur distribusi akan lebih mudah jika ibu kota berada di tengah negara.

“Lokasinya tidak terlalu dekat dengan laut, tapi juga disebelahnya ada sungai yang besar, yakni Sungai Kahayan. Ini memenuhi syarat ibu kota di dunia, Ini bagus untuk dijadikan ibu kota negara, masyarakat di Indonesia akan ter-engineering dengan sendirinya, banyak yang ingin pindah kesini untuk bekerja, bisnis, dan lainnya,” jelasnya.

Selain mengulas wacana pemindahan ibu kota, Ia juga menjelaskan apa yang akan dilakukan oleh APPSI melalui Rakenas untuk tahun 2019. Baginya program yang dihasilkan nanti ialah untuk mendorong pemerintah semkain menyejahterakan seluruh provinsi yang ada. Salah satunya, lanjut Soekarwo, membuat aturan Badan Pajak Penghasilan (PPh) untuk masuk ke daerah.

“Kita akan membuat surat dan mendatangi DPR RI agar segera membuat aturan yang mengatur, bahwa PPh badan harus masuk ke daerah yang menjadi tempat usaha tersebut. Contohnya, jika perusahaan perkebunan sawit di Kalteng, maka membayar PPh badan-nya ya di Kalteng. Sebab, selama ini meski perusahaannya di daerah, tapi bayar pajaknya ke DKI Jakarta,” tegas Soekarwo.

Momen Firman Utina Mengejar Bola Untuk Mendapatkan Peluang; Foto Borneo News

Gelar Turnamen Sepakbola Piala Kemerdekaan 2018, Firman Utina Meriahkan Antusias Masyarakat

eRHa45—Hasil akhir Turnamen Sepakbola Piala Kemerdekaan 2018 yang dihelat pada 26 Oktober 2018 sehari yang lalu, rupanya tim SFL Putih harus mengakui keunggulan SFL Merah dengan skor 3-0 di Lapangan Yonif A Raider 631 Antang, Jl. Tjilik Riwut, Km 1, Sampit.

Turnamen yang dibuka langsung oleh Ketua Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Kotim Hlikinnor itu juga dihadiri oleh manajer Kalteng Putra Rahmat Nasution Hamka yang juga membela tim SFL Merah. Dalam laga eksebisi tersebut, antusiasme penonton terlihat di pinggir lapangan.

Dari laga yang berjalan cukup sengit, nampak ratusan warga begitu antusias melihat tiga gol yang bersarang di gawang SFL Putih dengan suasana riuh senang tepuk penonton.

Turnamen yang cukup sengit rupanya masyarakat menyoroti pemain legendaris Firman Utina yang cukup apik menampilkan permainannya. Hal ini pun terbukti sehabis pertandingan selesai , masyarakat begitu semangat mendekati Firman Utina untuk dimintai tanda tangannya, hingga bersua foto dengannya.

Bahkan tak hanya masyarakat, beberapa awak media mulai mengincar Firman Utina sebagai bahan topik pemberitaan hangat di Turnamen Sepakbola Kemerdekaan 2018 ini. Menyikapi fenomena ini Firman mengungkapkan, bahwa , Sampit adalah kota pertama yang dikunjunginya. Namun, dia merasa antusias dengan semangat olahraga sepak bola yang ada di Bumi Habaring Hurung.

”Saya kira, di Sampit ini banyak sekali potensi pemain-pemain muda berbakat. Hanya kurang motivasi saja. Ini merupakan pekerjaan besar bagi pemerintah untuk menyediakan infrastruktur olahraga yang baik bagi dunia persepakbolaan di kota ini,” ucapnya. (Red/Wes)

Momen Gubernur Kalteng Mendapatkan Penghargaan, Foto; Detik

Gubernur Kalteng Dapat Penghargaan Satyalencana Dari Presiden

eRHa45–Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menerima penghargaan Satyalancana Pembangunan yang diberikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Satyalancana Pembangunan diberikan kepada kepala daerah yang dianggap telah memberikan kemajuan dalam hal pembangunan negara.

Penghargaan itu diberikan berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 56/TK/Tahun 2018 Tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan

“Kita mengucapkan, pertama, bersyukur dan terima kasih alhamdulillah kepada Bapak Presiden Republik Indonesia dan kepada rakyat Kalteng dan UMKM di Kalimantan Tengah,” ujar Gubernur Kalteng Sugianto Sabran di Hari Koperasi Nasional ke-71, ICE-BSD, Tangerang. , Kamis (12/7/2018).

Dia mengatakan, meski anggaran yang dimiliki oleh daerahnya tergolong minim, namun ia berjanji akan semaksimal mungkin untuk melatih para pelaku UMKM, PKK, hingga perbankan agar bisa berkembang.

Melangkah tahun ketiga di pemerintahannya, Sugianto mengungkapkan bahwa pihaknya sejalan dengan Nawacita Jokowi. Dijelaskannya, meski APBD Kalteng sekitar Rp 4,4 triliun, ia berupaya menggenjot bidang infrastruktur, pendidikan dan kesehatan yang ada di Kalteng.

“Biarpun APBD kami kecil Rp 4, 4 triliun dan ada kenaikan PAD sekitar Rp 500 miliar tapi belum maksimal, ini akan kami genjot terus. Di anggaran kami, angaran murni 2018, di bidang infrastruktur anggaran murni kami itu 40 persen, pendidikan menyentuh 27 persen, anggaran kesehatan sama tinggi juga,” ujarnya.

Selain itu pihaknya juga tengah menggenjot sektor pariwisata Kalteng agar bisa menarik warga luar pulau seperti Jakarta di Pulau Jawa, dan masyarakat Bali.

“Kami juga bangun destinasi wisata supaya orang Jakarta atau Bali tidak harus ke Bogor, Jawa Barat, ke depan bagaimana (wisata) ke Kalteng,” kata Sugianto.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan koperasi harus mengikuti perubahan zaman yang sangat cepat. Untuk itu ia meminta agar insan koperasi Indonesia bisa memanfaatkan teknologi digital seperti media sosial dan e-commerce untuk mengembangkan usahanya.

“Bagaimana perkembangan mulai dulu dengan semua anggota. Koperasi harus pinter pakai WhatsApp, semua anggota fasih memanfaatkan fitur yang ada di dalam aplikasi WA. Kemudian koperasi juga pasang laman di Instagram, Facebook, sekali kita ke media sosial kita harus ngerti juga mana posting-posting yang menarik, yang menyentuh dan mana yang menarik perhatian,” tuturnya.

Dalam acara ini, Presiden RI menyerahkan dua jenis Tanda Kehormatan kepada sosok berprestasi. Selain Satyalancana Pembangunan, Presiden juga menyerahkan Tanda Kehormatan Satya Lencana Wira Karya (SLWK).

Satyalancana Pembangunan diberikan sebagai penghargaan untuk sosok berjasa bidang pengelolaan, pengembangan dan pembangunan, dan SLWK sebagai penghargaan kepada warga sipil yang sangat berjasa dan berbakti kepada bangsa dan negara dalam suatu bidang tertentu.

Selain dihadiri oleh Presiden Jokowi, hadir pula dalam acara Menko Perekonomian Darmin Nasution, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Nurdin Halid, sejumlah pejabat daerah, dan dan koperasi. Rangkaian acara Peringatan Hari Koperasi Nasional sendiri telah dimulai sejak 12 hingga 15 Juli 2018. (Red)

Sumber: Detik.

 

Gubernur kalteng Sugianto Sabran; Foto@ Dok. Kalteng

Gubernur kalteng Larang Rumah Sakit Tolak Pasien Lantaran Tak Punya Dana Berobat

eRHa45—Makin sering ditemukan fenomena orang miskin sulit berobat, Gubenur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran akan segara mengambil sikap tegas jika hal itu ditemukan di wilayahnya.

Hal itu utarakan lantaran saat ini masih ada keluhan soal masyarakat kurang mampu sering kali ditolak, lantaran rumah sakit tak dana talangan untuk pasieen tersebut berobat di rumah sakit.

Baginya langkah penolakan yang kerap dilakukan oleh rumah sakit, jangan pernah terjadi. Sebab jika ini fakta ini nantinya masih saja ditemukan akan berdampak pada fungsi pelayanan masyarakat tidak berjalan efisien.

Lebih jauh ia pun mencontohkan masyarakat memiliki tingkat penyakit yang hampir dekat dengan kematian. Di saat seperti itu, masyarakat selayaknya harus diberi pertolongan lebih dulu. Jadi tidak akan ada lagi pasien terlantar bahkan tidak terobati sama sekali.

“Tangani mereka dulu jangan mikir dananya, itu tanggung jawab kita sebagai pelayan masyarakat, itu jadi tanggungjawab saya sebagai gubernur, layani mereka dengan baik,,” tegas Sabran, Detik, Minggu (08/7). (Wes)