All about national article

Gubernur Kalteng, Kantogi Satu Nama Palaku Pembakar Lahan

eRHa45—kebakaran lahan yang kerap melanda Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), saat ini satu orang pelaku sudah tertangkap. Tertangkapnya Haryadi (43), menjadi pintu masuk utama untuk meringkus pelaku lainnya yang selalu melakukan pembakaran lahan.

“Kemarin sempat saya tanya (pelaku, red) kenapa membakar lahan. Dia mengaku orang Seruyan dan tinggal di Kotawaringin Barat serta bekerja di PT Tanjung Lingga. Setelah kita cek tidak ada. Inikan seperti sudah diajari. Bahkan ketika ditanya wartawan mengaku membakar agar kepala daerah diganti,” ujar Gubernur Sugianto Sabran menceritakan percakapannya dengan pelaku pembakaran lahan, Tribun (14/8/2019).

Gubernur Kalteng juga menambahkan bahwa selama menanyakan apa maksud dari kegiatan mereka selama ini. Sayangnya pelaku sering menjelaskan dengan keterangan yang berbeda-beda. Tapi yang menjadi poin penting adalah, ada satu orang pelaku yang mengaku dari kegiatan membakar hutan dibalik itu ada satu orang yang mengatur mereka.

“Pelaku sudah mengakui disuruh oleh seseorang untuk membakar. Dan pelaku sudah menyebutkan nama seseorang yang memberi perintah tersebut. Ini memang tidak saya ungkap kemarin karena kami minta ini diselidiki,” ujarnya.

Sebenarnya Sugianto sangat menyeyangkan apa yang mereka lakukan. Sehingga ia kemudian meminta untuk siapapun nanti yang terlibat dari kebakaran lahan. Aparat tidak pandang bulu untuk bertindak agar masyarakat Kalteng tidak lagi dirugikan.

 

 

 

 

 

Gubernur Kalteng Bersiap Patenkan Temuan Obat Kanker Payudara

eRHa45–Melihat temuan obat kanker payudara hasil karya siswi Kalimantan Tengah (Kalteng), Gubernur Kalteng Sugainto Sabran berniat akan mempatenkan temuan tersebut dalam waktu dekat. Ia juga bangga karena karya pemuda Kalteng mampu menembus kompetisi Internasional dalam bidang kesehatan.

“Obat kanker yang ditemukan tiga pelajar dari SMA-2 Palangka Raya itu segera dipatenkan, bahwasanya obat dari tumbuhan yang mereka olah dari batang pohon tersebut takutnya kalau tidak dipatenkan diambil oleh negara lain,” ungkap Sabran, Media Indonesia (13/8/2019).

Ia juga menjelaskan, Kalteng tidak hanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, keanekaragaman hayati pun sangat kaya. Salah satunya ialah akar tanaman Bajakah yang diklaim mampu mengobati kanker payudara.

Untuk dapat mengembangkan temuan lebih jauh, Sabran memperintahkan Kepala Dinas Kesahatan Kalteng untuk segera melakukan penelitian, agar siap dipatenkan.

“Mereka ini juga sudah pernah memenangkan kejuaraan dunia di Korea tentang hal ini. Maka dari itu mereka harus benar-benar diperhatikan, karena apa yang didapatkan mereka itu sangat langka di dunia ini dan bahan obat tersebut hanya ada di Kalteng,” ucapnya.

“Kalau rumah sakit khusus pasien kanker dibuat di Palangka Raya, masyarakat dari luar daerah akan berobat ke sini dan pemasukan daerah tentunya juga akan meningkat. Apalagi obat penyembuh kanker itu hanya ada di daerah kita saja dan belum diketahui siapa pun cara pembuatannya selain tiga siswa SMAN-2 tersebut,” tandasnya

Aysa dan Anggina, Peneliti OBat Herbal Asli Dayak. Dok. Detik

Aysa dan Anggina, Dua Siswi Kalteng yang Berhasil Temukan Obat Kangker Payudara

eRHa45—Dua Siswi SMAN 2 Kota Palangkaraya patut dibanggakan lantaran telah menemukan obat herbal tradisional Suku Dayak untuk mengobati kanker payudara.

Dua siswi tersebut mampu mencetak prestasi di mata dunia. Yakni , Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri mampu menjawab kebuntuan pengobatan kanker yang dipercaya sulit untuk ditemukan.

Official Account Indonesian Young Scientist Association (IYSA) melaporkan bahwa Aysa dan Anggina sebelumnya juga telah mengikuti kompetisi Youth National Science Fair 2019 (YNSF) di Universitas Pendidikan Bandung (UPI).

Selama proses penilaian kedua siswi tersebut pun dinyatakan lolos dan berhasil menyabet sebagai pemenang YNSF, kemudian mereka mewakili Indonesia untuk mengikuti World Invention Creativity (WICO) di Seoul, Korea Selatan pada 25-27 Juli 2019 lalu.

Dari perjuangan selama mengembangkan hasil penemuannya, rupanya Aysa dan Anggina berhasil memikat tim penilai di ajang WICO dan terpilih sebagai pemenang di ajang tersebut.

Apa yang mereka perkenalkan? Adalah akar tanaman Bajakah Tunggal, yang berasal dari Kalimantan Tengah (Kalteng). Yang kemudian diolah sedemikian rupa sehingga mampu menciptakan obat bagi pendertia kanker payudara.

Sekedar informasi, bahwa kanker payudara bisa terjadi karena pertumbuhan sel di bagian payudara yang tak normal. Dalam perkembangannya sel tersebut membelah dengan cepat, berkumpul dan membuat suatu benjolan dan bisa menyebar ke seluruh organ di sekitarnya.

Dari penemuannya Aysa dan Anggina, rupanya masih belum mau menjelaskan secara rinci apa dan bagaimana penemuannya itu bekerja. Yang jelas, dari upaya yang mereka lakukan. Pemerintah wajib menangkap dan mengembangkan penemuan dari dua siswi berprestasi ini.

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran saat menyerahkan pusaka pemekaran Provinsi Kotawaringin, Dok. Borneonews

Rahmad Nasution Hamka Resmi jadi Ketua Presidium Daerah Persiapan Provinsi Kotawaringin

eRHa45—Bupati Kotawaringin Barat Nurhadiyah didampingi Wakil Bupati Kotim, Bupati Lamandau, Bupati Sukamara, dan Bupati Seruyuan. Mengukuhkan Rahmad Nasution Hamka sebagai Ketua Presidium Daerah Persiapan Provinsi Kotawaringin.

Pengukuhan yang berlangsung hikmat, disakasikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) beserta dengan tokoh penting dan masyarakat lainnya.

Dalam pengukuhan tersebut susunan kepengurusan untuk Presidium Daerah Persiapan Provinsi Kotawaringin adalah sebagai berikut:

Wakil Presidium: Hamdani

Sekertaris: Marukan

Wakil Sekertaris: Sudarsono

Anggota: Nurhidayah, Supian Hadi, Hendra Lesmana, Windu Subagio, dan Yulhaidir.

Mengenai hal ini Rahmad Hamka menjelaskan, bahwa pembentukan Provinsi Kotawaringin perlu dilakukan dan diwujudkan secara bersama dari semua pihak yang terkait. Karena, hal tersebut merupakan kunci untuk mewujudkan Provinsi Kotawaringin.

“Kebersamaan harus selalu terjalin, sebagai kunci dari terwujudnya niat kita ini untuk mewujudkan Provinsi Kotawaringin,” ujar Hamka, saat sambutan pada kegiatan, di Gedung Serbaguna Sampit, Kota Waringin Timur, Borneonews (5/8/2019).

Rahmad menambahkan, bahwa dirinya akan terus berupaya untuk mempersiapkan segala persyaratan pembentukan provinsi baru. Bahkan, dalam musyawarah kerja daerah ia sudah merapihkan dan menyusun keorganisasian sampai program kerja yang akan dilakukan.

“Intinya kita harus bekerja keras dan masyarat di 5 kabupaten ini mendukung penuh agar pembentukan Provinsi Kotawaringin ini bisa segera terwujud,” harap Hamka

Bupati Kobar Nurhidayah bersama pejabat daerah lainnya saat groudbreaking gedung sebaguna sport center beberapa waktu lalu. Foto/Istimewa, Sindonews

Bupati Kobar Dukung Penuh Pemindahan Ibu Kota ada di Kalteng

eRHa45—Isu pemindahan Ibu Kota yang saat ini marak beredar di media masa, tidak sedikit Bupati Kalimantan menyikapi postif isu pemindahan Ibu Kota tersebut. Salah satunya, Bupati Kotawringin Barat (Kobar) Nurhadiyah yang ingin pemidahan Ibu Kota ada di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Secara kewilayahan, Pemkab Kobar menyambut baik adanya keinginan pusat untuk memindahkan pemerintahan ke Kalteng,” kata Nurhidayah, Sindonews (7/8/2019).

Ia menyampaikan jika ke dapan pemindahan Ibu Kota betul ada di Kalteng, akan berdampak pada peningkatan dan kemajuan perekonomian daerah. Tak hanya itu Nurhadiyah merasa masyarakat Kobar setuju dengan pemindahan Ibu Kota.

Sebab, lanjutnya, selain berdampak dari segi peningkatan ekonomi. Juga bisa memperbaiki infrastruktur dasar, seperti di bidang kesehatan dan pendidikan. Ini dikarenakan untuk Kobar 60 persen sumber dana untuk kebijakan daerah masih bergantung dengan pemerintah pusat.

“Jadi dengan pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Tengah ini akan banyak dampak positifnya ketimbang negatifnya,” pungkasnya.

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran dan Bupati Batara H Nadalsyah salam komando saat perayaan HUT ke-69 Batara di Tiara Batara, Senin siang (29/7). (Pemprov Kalteng)

Kinerja Positif, Bupati Barito Utara: Terima Kasih Bapak Gubernur

eRHa45—Menimpali komentar positif yang dilontarkan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Bupati Barito Utara (Batara) menjelaskan bahwa sebenarnya semua kerja kerasnya tak luput dari perhatian Pemprov Kalteng untuk Kabupaten Batara.

Ia mencontohkan Pemprov Kalteng sangat serius dengan pembangunan di setiap daerahnya. Salah satunya adalah bantuan anggaran RSUD Muara Taweh sebesar Rp25 miliar melalui APBD murni dan Rp25 miliar selanjutnya dikucurkan melalui APBD perubahan.

Namun demikian, lanjutnya, Rumas Sakit di terbesar di DAS Barito sebenarnya masih memerlukan anggaran sebesar Rp200 miliar.

“Pemkab Batara telah menganggarkan Rp 100 miliar hingga 2022. Berarti, masih ada kekurangan Rp 50 miliar. Kami berharap provinsi bisa membantu lagi Rp 50 miliar,” harap Bupati, Beritasampit, Rabu (31/7/2019).

Menurut Nadalsyah, masyarakat  mengetahui bahwa pendirian Rumah Sakit Muara Taweh berkat Pemprov Kalteng yang peka terhadap kesehatan masyarakat. Tak hanya itu, masyarakat sangat mengapresiasi pembangunan jembatan Muara Taweh dan jalan Kabupaten dari  Desa Mamphak menuju Simpang Thamrin.

“Kami ada keterbatasan APBD, karena banyak yang harus kami bangun. Saya atas nama masyarakat Batara berterima kasih kepada bapak Gubernur. Warga kami sangat menikmati bantuan bapak,” sebut Nadalsyah.

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran dan Bupati Batara H Nadalsyah salam komando saat perayaan HUT ke-69 Batara di Tiara Batara, Senin siang (29/7). (Pemprov Kalteng)

Gubernur Kalteng Puji Kinerja Bupati Barito Utara

eRHa45—Salah satu upaya untuk bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat ialah dengan meningkatkan taraf perekonomian masyarakat yang ada di suatu daerah. Tentu dalam mengatasinya, peran seorang Kepala Daerah yang cerdik sangat diperlukan dalam hal tersebut.

Seperti yang dilakukan Bupati Barito Utara (Batara) Nadalsyah yang tak hentinya mengupayakan pembangunan insfrastruktur di wilayahnya guna menunjang mobilitas masyarakat. Melihat kinerja Bupati yang positif, Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran memberikan pujian terhadap Bupati Nadalsyah.

Menurut Sugianto, sapaan akrab Gubernur Kalteng tersebut. Nadalsyah dikenal sebagai seorang yang sedikit bicara, namun banyak kerja ketika di lapangan. Ia juga seorang yang tak main-main dalam menyuarakan pembangunan daerah untuk taraf ekonomi masyarakat.

Tak hanya itu, hanya Kabupaten Batara yang dapat menjawab tantangan menanam jagung, yang dampaknya sudah sangat jelas terlihat dari peningkatan produksi jagung Kalteng meningkat.

“Lahan Kalteng sangat luas. Kenapa kita tidak mampu menyiapkan lahan pertanian,” ucap Sugianto, Beritasampit, Rabu (31/7/2019).

Atas dasar kinerja wilayah Batara ini, kemudian Gubernur Kalteng menginstruksikan bagi Kepala Daerah lain untuk terus berupaya meningkatkan produksi dan SDM yang ada di wilayahnya.

Sugianto dengan acuan data yang dipegangnya mengutarakan, bahwa melalui Dinas Pendidikan program beasiswa bidik misi untuk membantu 10.000 Mahasiswa kurang mampu, Pemprov Kalteng telah mengeluarkan anggaran Rp31 miliar di wilayah Batara.

“Anak-anak di Kalteng, jangan sampai ada yang putus sekolah. Anggarkan dari APBD. Anak-anak Kalteng wajib bersekolah. Kitalah (para kepala daerah, red) yang berjuang. Kadisdik dan bupati, cari orang yang sangat miskin. Kita bantu anak-anaknya untuk kuliah,” lanjutnya.

Bahkan dari segi kesehatan kelak diupayakan untuk membangun rumah sakit tipe A, agar masyarakat Kalteng ketika sakit tak perlu lagi berobat jauh hingga keluar daerah Kalteng. Yang menjadi catatan penting di sini ialah, ketika rumah sakit ini terealisasi Sugianto menekankan agar setiap rumah sakit yang ada, tidak menolak masyarakt miskin.

“Jika ini ditemukan, tegas Sugianto pecat saja direkturnya” tandasnya.

 

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran hadir membuka Seminar Internasional dan Ekspedisi Napak Tilas Tumbang Anoi, Senin (22/7).(IST/RADAR SAMPIT)

Warga Dayak Tak Boleh Terpecah

eRHa45—Isu sara yang saat ini dikenal sebagai alat pemecah persatuan bangsa, masyarakat Dayak diharap bisa menjaga persatuan dan kesatuan persaudaraan yang sudaha terjaga sejak lama. Khususnya isu soal perbedaan agama yang kerap muncul sebagaoi pemicu sebuah konflik.

“Bangsa Dayak harus jadi tuan rumah di negeri sendiri. Bangsa Dayak Dayak tidak boleh terpecah hanya karena perbedaan agama. Kita harus memahami filosofi huma betang,” ucap Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran, Senin, Berita Sampit (22/7/2019).

Sugianto menambahkan, dengan keterbukaan, bangsa Dayak harus mampu menjaga harkat dan martabatnya agar dapat diperhitungkan dalam era global. ”Saya hadir di sini ada rasa keterpanggilan sebagai orang Dayak. Semua bangsa Dayak di mana saja, darah Dayak yang mengalir tidak bisa memisahkan kita hanya karena beda negara. Kita dipersatukan oleh ikatan emosional yang kuat, sehingga rela berkumpul di sini,” katanya.

Sementara itu, Rahmat Hamka berharap dalam kegiatan tersebut ada ketegasan dari segenap elemen masyarakat Dayak untuk menyatakan perang terhadap narkoba. Kemudian, ada rumusan sanksi adat yang sangat ekstrim dalam rangka menyelamatkan generasi Dayak ke depan.

”Bukan rahasia lagi, bagaimana peredaran narkoba sudah sampai menjangkau desa-desa,” ujarnya.

Kegiatan tersebut akan berlangsung dari tanggal 22-24 Juli. Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng Agustiar Sabran sebelumnya mengatakan, banyak hal yang menjadi tujuan dari napak tilas itu. Selain memperkuat persatuan, pihaknya ingin Dayak siap menghadapi perkembangan ke depan. 

 

Bupati Kantingan, Dok.BeritaSampit

Siapkan Lahan, Bupati Kantingan Yakin Pemindahan Ibu Kota RI Ada di Kalteng

eRHa45—Bupati Kantingan Sakariyas menjelaskan, bahwa Ibu Kota Negara RI kemungkinan 80 persen akan dipindahkan ke Kalimantan Tengah (Kalteng). Ia juga mengaku saat ini Kabupaten Kantingan telah menyiapkan lahan seluas 112 ribu hektare untuk rencana pemindahan Ibu Kota RI.

“Lahan Kabupaten Katingan ini sudah kita usulkan kemarin salah satunya tempat Perumahan, Pelabuhan udara, Pelabuhan Laut, dan Bisnis,” terang Sakariyas, saat Kegiatan Rakordal di aula Kantor Bappelitbang Katingan, Kamis, Beritasampit (11/7/2019).

Di samping itu ada Kabupaten Gunung Mas juga telah menyiapkan lahan kuran lebih 120 ribu hektare, dan Kota Palangkaraya sekitar 80 hektare.

“Lahan yang disediakan salah satunya tempat Perkantor, Istana Negara, DPR RI. Jadi kurang lebih ada sekitar 300 ribu hektare lahan yang akan disiapkan di Kalimantan Tengah,” terangnya.

Menurutnya penduduk Kalimantan Tengah jumlahnya diperkirakan lebih dari satu juta enam ratus. Seiring dengan keputusan pemindahan Ibu Kota nantinya, penambahan jumlah lahan adalah antisipasi ketika pertumbuhan jumlah penduduk meningkat.

“Oleh karena itulah, kita harus mempersiapkan diri. Masyarakat Kabupaten Katingan harus siap termasuk perusahaan-perusahaan perkebunan yang ada. Mulai saat ya kita harus mempersiapkan diri,” ungkapnya.

Gubernur Sugianto Sabran saat berpidato dalam acara peresmian Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Marhamah Sampit, Minggu (7/7/2019) Dok. Antara

Pesan Gubernur Kalteng untuk Pilkada Serentak 2020

eRHa45–Selepas hiruk pikuk Pilpres 2019 Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran optimis mengajak masyarakat untuk tidak saling mengejek satu sama lain. ini dikarenakan, selain bisa menimbulkan dampak psikologis juga mampu berimbas merusak kerukunan masyarakat yang sudah terjaga sejak lama.

Menurutnya untuk Pilkada serentak 2020 pun demikian, masyarakat jangan pernah merusak kerukunan atas dasar beda pilihan.

“Silakan bersaing dengan tetap memegang etika dan akhlak. Tidak usah ribut-ribut dan tidak usah gontok-gontokan,” ungkapnya, Antara, Minggu (6/7/2019).

Di September 2020, Pilkada Serentak Kalteng akan digelar. Begitupun untuk Kotawaringin Timur di mana pelaksanaannya akan digelar lebih awal yang jatuh pada bulan September tahun ini.

Menjelaskan seperti apa iklim politik di Kalteng, Sabran menjelaskan sudah mulai ada isu-isu politik yang diarahkan kepadanya. Salah satunya, ia sempat mendengar bahwa kemajuan Provinsi Kalteng begitu rendah jika dilihat dari berbagai aspek, selama ia menjabat.

Menyikapi hal itu Sabran mengajak yang dimaksud untuk melihat perkembangan tiga tahun terakhir. Tak hanya itu ia juga mengingatkan untuk berpolitik secara santun, dan tak perlu merusak kebersamaan yang sudah ada.

“Masyarakat jangan sampai terpecah karena pilkada. Jangan sampai ribut. Lebih baik buktikan dukungan itu dengan menggunakan hak pilih pada tempatnya dan pada waktunya,” tegasnya.