Gubernur Sugianto Sabran saat berpidato dalam acara peresmian Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Marhamah Sampit, Minggu (7/7/2019) Dok. Antara

Pesan Gubernur Kalteng untuk Pilkada Serentak 2020

eRHa45–Selepas hiruk pikuk Pilpres 2019 Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran optimis mengajak masyarakat untuk tidak saling mengejek satu sama lain. ini dikarenakan, selain bisa menimbulkan dampak psikologis juga mampu berimbas merusak kerukunan masyarakat yang sudah terjaga sejak lama.

Menurutnya untuk Pilkada serentak 2020 pun demikian, masyarakat jangan pernah merusak kerukunan atas dasar beda pilihan.

“Silakan bersaing dengan tetap memegang etika dan akhlak. Tidak usah ribut-ribut dan tidak usah gontok-gontokan,” ungkapnya, Antara, Minggu (6/7/2019).

Di September 2020, Pilkada Serentak Kalteng akan digelar. Begitupun untuk Kotawaringin Timur di mana pelaksanaannya akan digelar lebih awal yang jatuh pada bulan September tahun ini.

Menjelaskan seperti apa iklim politik di Kalteng, Sabran menjelaskan sudah mulai ada isu-isu politik yang diarahkan kepadanya. Salah satunya, ia sempat mendengar bahwa kemajuan Provinsi Kalteng begitu rendah jika dilihat dari berbagai aspek, selama ia menjabat.

Menyikapi hal itu Sabran mengajak yang dimaksud untuk melihat perkembangan tiga tahun terakhir. Tak hanya itu ia juga mengingatkan untuk berpolitik secara santun, dan tak perlu merusak kebersamaan yang sudah ada.

“Masyarakat jangan sampai terpecah karena pilkada. Jangan sampai ribut. Lebih baik buktikan dukungan itu dengan menggunakan hak pilih pada tempatnya dan pada waktunya,” tegasnya.

Rumah Betang Hapakat di Jalan RTA Milono Palangkaraya.    Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul KaltengPedia - Rumah Betang, Falsafah Hidup Suku Dayak Kalteng, Dok. Tribun Kalteng

Falsafah Hidup Suku Dayak Ada di Rumah Betang

eRHa45–Bagi warga Kalimantan secara umum, pasti mengenal rumah panjang yang di dalamya banyak dihuni oleh sejumlah keluarga yang hidup dengan rukun dan damai dapat berdampingan secara harmonis.

Di Kalimantan Tengah rumah tersebut dinamakan rumah betang yang merupakan, rumah adat khas Kalimantan Tengah.

Dilansir Tribun Banjarmasin, rumah ini terdapat di berbagai penjuru Kalimantan dan dihuni oleh Masyarakat Dayak terutama di daerah hulu sungai yang biasanya menjadi pusat permukiman suku Dayak.

Beberapa ciri rumah betang tersebut antara lain, bentuknya rumah panggung yang memanjang bisa mencapai 30 sampai 150 meter dengan lebar rumah mencapai 10 sampai 30 meter yang dihuni oleh 100 hingga 150 jiwa.

Rumah betang biasanya memiliki tiang pondasi dengan ketinggian mencapai 3 sampai 5 meter, rumah ini dikenal sebagai rumah suku dayak, yang di dalamnya banyak kelompok keluarga yang hidup secara rukun.

Karena itu pula, oleh orang dayak di Kalteng, rumah betang menjadi falsafah hidup, karena rumah panjang tersebut, meski didalamnya banyak kelompok keluarga, tetapi bisa hidup berdampingan secara rukun dan damai.

Ini kemudian diterapkan dalam hidup bermasyarakat bagi orang dayak dimanapun berada tetap berpedoman rumah betang sehingga tercipta saling harga-menghargai dengan sesama, meski hidup dalam kemajemukan.

Gubernur Kalbar H Sutarmidji (kiri) dan Seketaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri (kanan) menyepakati segera menyelesaikan masalah tapal batal kedua provinsi. ( Foto: Sahat Oloan Saragih ) Dok. BeritaSatu

Masalah Tapal Batas Kalbar dan Kalteng, 2020 Tuntas

eRHa45—Pemprov Kalimantan Barat dan Tengah sepakat untuk segera menyelesaikan sengketa permasalahan batas wilayah di kedua provinsi tersebut.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji SH menjelaskan perkara sengketa wilayah yangs udah lama tak kunjung kelar dipastikan tuntas paling lama akhir tahun depan, saat menghadiri pelaksaan STQ di Pontianak.

Ia berharap di tahun 2020 perkara sengketa wilayah ini bisa tuntas. Sehingga ke depan tidak akan mengganggu jalannya pemerintahan di masing-masing provinsi saat ini.

“Jika tak teselesaikan secara cepat akan menganggu jalannya pembangunan bagi kedua provinsi,” ujar Sutarmidji, BeritaSatu (01/07/2019).

Menurut Sutarmidji, permasalahan tapal batas wilayah ini belum bisa selesai dalam kurung waktu 15 tahun terakhir ini. Dikatakan demikian karena kesepakatan urung terjadi antara kedua belah pihak. Permasalahan yang selalu menjadi ganjalan berkaitan dengan potensi alam maupun hak adat di wilayah setempat. Kondisi ini masih sangat sulit untuk diselesaikan.

Hingga saat ini ada beberapa batas daerah Kalteng dan Kalbar yang belum selesai, yaitu terkait 33 ribu hektar lahan dan satu lagi 52 ribu hektar. Untuk itu diharapkan masalah selesai paling lama akhir tahun depan sudah tuntas.

“Oleh sebab itu kita akan carikan yang terbaik dan yang penting bagaimana kita bisa melayani masyarakat secara maksimal. Selain itu juga ada jembatan penghubung yang menuju Kabupaten Sukamara Provinsi Kalteng ke Kecamatan Sukaramai, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalbar. Kami akan bersinergi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut,” kata Sutarmidji.

Kemudian fasilitas apapun yang ada di perbatasan kedua provinsi, seperti sekolah dan tempat kesehatan dipersilahkan menggunakan secara bersama. Dirinya pun tidak mempermasalahkan, yang penting Kalimantan ini harus bersinergi untuk percepatan kesejahteraan masyarakat.

Sutarmidji berharap akses laut Kalteng dan Kalbar sudah ada, rel kereta api trans Kalimantan bisa terwujud. Dengan kerja sama ini bisa mempercepat ekspor lewat pelabuhan internasional yang sedang dibangun di Kalbar.

“Jika dikelola dengan benar pelabuhan Internasional tersebut bisa menjadi kawasan industri dan bisa menjadi saingan pelabuhan yang ada di Singapura,” tambahnya.

Seketaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri menyambut baik penyelesaian permasalahan tapal batas antara kedua provinsi Kalbar dan kalteng. “Kami sepakat untuk menyelesaikan masalah tapal batas wilayah ini sesegera mungkin dilaksanakan, agar tidak menghambat pembangunan kedua provinsi,” ujar Farizal.

Pihaknya sengaja menggelar pertemuan ini, untuk mencarikan solusi terkait permasalahan batas wilayah. “Jika masalah tapal batas ini bisa selesai, maka berbagai program dan kegiatan pembangunan tentu bisa dilaksanakan lebih optimal,” tambahnya.

Festival Budaya Isen Mulang 2019 (Ilustrasi)

Blue Print Diajukan, Kalteng Siap Jadi Ibu Kota

eRHa45—Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai percaya diri terkait wacana pemindahan ibu kota negara. Hal ini ditandakan dengan pengakuan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran yang tengah menyusun cetak biru pemindahan ibu kota.

Ia mengatakan pihaknya sudah mengajukan pembuatan cetak biru ini kepada Presiden, yang kemudian nantinya selama proses tersebut akan dibantu oleh Kepala Bappenas.

Sugianto pun terang-terangan bahwa selama ini Kalteng sama sekali tidak memiliki cetak biru pembangunan kota layaknya daerah lain, padahal langkah cetak biru ini sangat penting.

Dengan adanya cetak biru (Blue Print) pemetaan wilayah Kalimantan Tengah akan mudah diketahui mana saja daerah pemukiman, perkantoran, infrastruktur, serta pusat perekonomian. Yang menurutnya kedepan dengan adanya Blue Print dalam memtuskan kebijakan tidak akan tumpang tindih.

“Dengan adanya blue print jadi siapapun yang kedepannya menjadi gubernur sudah mempunyai patokan,” kata Sugianto Sabran, Tempo (25/06/2019).

Ini saya contohkan, tegasnya, ketika ada pejabat yang membrikan izin perkebunan namun ternyata di dalam tanah terdapat potensi tambang tidak terjadi lagi. Dengan Blue Print Pemprov bisa menilai mana yang terbaik dari suatu wilayah.

 

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Rahmat Nasutioan Hamka Kunjungi SMAN 5 Palangka Raya - Foto: Media Center Isen Mulang Palangka Raya, Dok. Gesuri.id

Potensi Menjanjikan, Rahmat Hamka Dukung Teknopolitan di Kab. Pelalwan

eRHa45—Pemrov Kalimantan Tengah (Kalteng) melihat begitu besar potensi sumber daya di Kabupaten Pelalawan untuk dikembangkan menjadi kawasan Teknopolitan. Hal ini juga membuat Anggota Komisi V DPR Fraksi PDI Perjuangan Rahmat Hamka untuk mengusulkan pengembangan kawasan Teknopolitan tersebut ke pemerintah pusat.

Menurutnya pengembangan model Teknopolitan di Kabupaten Pelalawan bisa terintegrasi dengan potensi banyak sektor, diantaranya ialah agro wisata. Serta kemudahan akses bagi masyarakat sekitar.

“Saya melihat kawasan Teknopolitan yang akan dikembangkan ini mengarah kepada hilirisasi kelapa sawit, karena komoditas ekspor dari kelapa sawit sangat besar. Apalagi Riau ini penyumbang terbesar potensi sawit, kedepan ini bisa menjadi suatu bentuk icon yang harus ditonjolkan,” jelas Rahmad saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi V ke Kabupaten Pelalawan, Riau, Gesuri.id, Kamis (20/6/2019).

Tak hanya itu, lanjutnya, dengan adanya Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) di kawasan tersebut bisa sangat bermanfaat dengan apa yang dikaji di sekolah tersebut. Salah satunya kajian yang sedang dilakukan ialah soal perkebunan sawit, sehingga bisa memberi dampak lebih untuk kualitas panen kelapa sawit.

Selain itu, Rahmat juga menyoroti konektifitas menuju Teknopolitan Pelalawan. “Saya pikir perlu adanya jalan-jalan yang menghubungkan ke sentra-sentra lain, seperti tempat wisata Bono, ada juga pelabuhan yang akan dibangun menuju Singapura dan Johor. Akses jalan ini perlu dikembangan, sehingga mudah konektifitasnya oleh para wisatawan,” ujar Wakil Rakyat asal Kalimantan Tengah ini.

Ia menginformasikan bahwa PT. Angkasa Pura II kedepan akan melakukan pengembangan Bandar udara (Bandara) yang akan diarahkan kawasan Teknopolitan Pelalawan. “Menurut saya ini perlu dipikirkan dari sekarang, dengan membuat kajian-kajian. Saya mendapatkan informasi AP II akan mengintegrasikan beberapa wilayah di Riau yang cukup strategis,” tandas Rahmat.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Pelalawan Muhammad Harris mengatakan pihaknya memiliki beberapa program prioritas untuk pengembangan Teknopolitan Pelalawan, yaitu  pembangunan kawasan Science Teknologi Pelalawan dan Teknopolitan, pembangunan kawasan Wisata Bono, serta pengembangan kawasan sentra pertanian padi.

“Mudah-mudahan pengembangan kawasan ini bisa sama-sama kita selesaikan, sudah ada  pembahasan dari Presiden dan Menko Maritim, serta saya sudah membahas juga dengan Ketua DPR dan diarahkan agar berkoordinasi juga dengan komisi terkait. Nanti, tanggal 25 juga akan, ada pembahasan lintas kementerian,” tutupnya.

Festival Budaya Isen Mulang 2019 (Ilustrasi)

Festival Budaya Isen Mulang 2019, Usung Nilai Budaya Kalteng

eRHa45—Keragaman nilai budaya Suku Dayak untuk menjaga tradisi bagi generasi muda saat ini, secara apik ditampilkan dalam Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2019 yang bertempat di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Acara yang dihadiri langsung oleg Wakil Gubernur Kalteng Said Ismail menjelaskan, bahwa festival kali ini berlangsung meriah dengan mengoptimalkan penampilan kebudayaan Suku Dayak.

Menurutnya hampir seluruh kabupaten/kota se-Kalteng mengikuti kegiatan ini, Said berharap dengan kegiatan ini bisa jadi daya tarik bagi masuarakat lokal maupun manca untuk tahu dan mempertahankan nilai budaya dimiliki.

Baginya FBIM tak hanya sekedar wadah untuk tempat mengukir prestasi, namun FBIM pun bisa digunakan sebagai ajang memperkenalkan nilai budaya Kalteng. Serta mendongkrak sektor pariwisata.

“FBIM juga sebagai sarana melestarikan dan terus membumikan berbagai seni, budaya, serta kuliner di Kalimantan Tengah agar tak tergerus kemajuan zaman dan budaya asing,” kata Said, Tribun, Rabu (19/06/2019).

Said mengumumkan gelaran FBIM yang digelar 17-22 Juni 2019 nantinya akan menyajikan pertandingan 22 cabang lomba.

Masing-masiang cabang lomba tersebut adalah; karnaval budaya, putra-putri pariwisata, tari daerah, karungut, mangenta, malamang, panginan sukup simpan, mangaruhi, sepak sawut, maneweng manetek dan manyila kayu, jukung tradisional, serta besei kambe.

Mendukung atas apa yang digelar pada FIBM Ketua Pelaksana Calendar of Event Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuty mengatakan, kegiatan FBIM nampak profesional dan sudah terkonsep dengan pas. Sehingga pantas jika perayaan ini bisa dimasukan ke dalam kalender pariwisata nasional.

“Kemasannya dibuat dengan standar tinggi. Unsur budayanya dikolabirasikan dengan karnaval dan lomba sehingga semakin unik dan menarik. Dasar budayanya tentu saja budaya masyarakat Dayak,” kata Esthy.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dan Yulistra Ivo Azhari ikut bakar jagung di Bundaran Besar Palangka Raya dalam rangka HUT ke-62 Provinsi Kalteng dan memecahkan rekor Muri, Minggu Dok. Jagad menggala

Produksi Pangan Padi dan Jangung Kalteng Meningkat

eRHa45—Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) tercatat positif dalam mengembangkan bidang pertanian dan pangan. Hal ini terlihat dari pertanian komoditas padi dan jagung yang mulai meningkat dari tahun ke tahun.

“Untuk pertanian jangung kita selama pimpinan Kadis Pertanian, Ibu Sunarti sangat luar biasa,” ungkap Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, Kalteng Pos, Senin (17/06/2019).

Ia menjelaskan bahwa produksi jagung Kalteng di tahun 2016 hanya mencapai 12 ribu ton per tahun. Kemudian di tahun 2016 mulai nampak peningkatan yakni mencapai 16 ribu ton pertahun, lalu 2017 hampir 67 ribu ton pertahun dan 2018 naik lagi menjadi 100 ribu ton per tahun.

“ini prestasi yang luar biasa” ujarnya.

Peningkatan jumlah produksi tersebut, dinilai tak luput dari lahan 200 hektare yang diberikan Kementerian Pertanian RI untuk komoditas tanaman jagung. Akan tetapi kenyataannya dengan hanya dibuka 50 hektare saja dari lahan yang disediakan terlihat sudah sangat optimal. Tak hanya itu, bantuan yang diberikan Kementerian Pertanian RI juga meliputi bibit jangung unggul.

“Untuk lahan yang sudah dibuka, Kabupaten Barito Utara 30 ribu hektar, sisa nya di beberapa kabupaten lain,” lanjutnya.

Inovasi lainnya agar Pendapatan Asli Daerah (PAD), Sugianto menjelaskan memanfaatkan komoditas tanaman jagung bukan semata bahan pokok untuk keseharian masyarakat. Melainkan, memanfaatkan komoditas tanaman jagung tersebut sebagai bahan makanan ternak. Sehingga Kalteng saat ini sudah mampu menembus pasar sampai ke Banjarmasin melalui penjual pakan ternak.

“Jagung yang kita tanam ada 2 jenis, yakni jagung manis seperti yang kita bakar tadi dan jagung yang buat pangan ternak,” kata Sugianto.

PERHATIKAN KESEHATAN: Gubernur Kalteng Sugianto Sabran didampingi istri saat peringatan Hari Kesehatan, beberapa waktu lalu. Dok. Radar Sampit

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Gubernur Kalteng: Semuanya Harus Ambil Peran

eRHa45—Demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng), Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menekan beberapa pihak terkait di bidang pelayanan kesehatan semua jenjang untuk segera meningkatkan standar kualitas pelayanannya.

Sabran menjelaskan, persoalan ini harus dituntaskan apabila kualitas kesehatan masyarakat terjamin. Tak hanya itu, ia juga meminta instansi Puskesmas,Rumah Sakit, seta seluruh jajaran Pemprov Kalteng diminta mengerahkan seluruh upaya dan solusi untuk menyelesaikan persoalan kesehatan di wilayah maisng-masing.

“Karena kesehatan ini merupakan layanan dasar sewajibnya mudah dijangkau masyarakat, maka dari sisi pelayanan harus ditingkatkan lagi. Puskesmas, rumah sakit dan tenaga kesehatan di dalamnya harus mengambil peran, khususnya yang berkaitan dengan masyarakat,” katanya kemarin, Radar Sampit (12/06/2019).

Menurutnya sejumlah anggaran untuk hal tersebut sudah dipersiapkan, bahkan jumlah nominalnya pun terbilang cukup besar. Sehingga sudah bisa meng-cover segala kendala yang terjadi.

“Yang namanya perbaikan dan peningkatan itu wajib dilakukan pemerintah, apalagi kalau berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. Soal kesehatan ini menjadi kebutuhan utama yang harus ada dan mudah, jadi semua sisinya harus terpadu,” ucapnya.

Terlihat Pemprov Kalteng dalam hal terlihat serius dalam menangani pelayanan kesehatan di berebagi tingkat pemerintahan. Namun, Bagi Sabran kualitas baik atau tidaknya pelayanan kesehatan ini bergantung pemerintah setempat menerapkan program yang sudah direncakan oleh pemerintah pusat.

Maka dari itu, kabupaten dan kota dituntut memerhatikan semua lini yang berkaitan dengan pembangunan kesehatan, baik dari sisi sarana dan prasaran, sampai dengan sumber daya manusia (SDM) di bidang tersebut.

“Ya, hal ini dapat dilihat melalui hasil-hasil pembangunan kesehatan, di antaranya upaya mendekatkan akses pelayanan kesehatan dan peningkatan mutu layanan kepada masyarakat,” bebernya.

Lebihi Target, Royalti Tambang Kalteng Capai Rp1 Triliun

eRHa45—Pemprov Kalimantan Tengah terus optimis untuk terus meningkatkan royalti dari sektor pertambangan. Dengan semakin tinggi royalti yang didapat dipastikan nilai bagi hasil yang masuk kas Provinsi Kalimantan Tengah pun semakin besar.

Gubernur Kalimantan Tengah menjelaskan, upaya ini dilakukan perlu didukung oleh semua pihak. Khususnya bagi yang bergerak di pengawasan angkutan barang. Pengawasan optimal menurutnya mampu memperkecil lalu lintas angkutan barang ilegal yang kerap terjadi.

“Dalam beberapa tahun terakhir, memang terlihat peningkatan royalti. Tapi bicara soal keinginan untuk terus membuatnya meningkat, tentu tidak lepas dari kerja keras semua. Pengawasan di lapangan harus betul-betul diperkuat,” ucapnya, melalui Prokal.co (11/06/2019).

Ia menekankan agar instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan pemantauan pada pos-posnya. Sugianto juga menambahkan bahwa kerjasama dengan dengan pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) agar lebih mudah dikontrol.

“Pengawasan ini sebagai upaya menuntut kepatuhan pengusaha terhadap kewajibannya, sehingga berimplikasi pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD),” ucapnya.

Menanggapi hal ini Kepala Dinas ESDM Kalteng Ermal Subhan mengungkapkan, bahwa sampai saat ini pendapatan royalti di sektor pertambangan tercata sudah terkumpul Rp1 triliun. Bahkan sudah mencapai target yang diinginkan yakni Rp750 miliar.

Meski begitu, Subhan tepat terus menekan agar diakhir tahun ini capaiannya bisa mencapai Rp2 triliun.

“Jadi kami akan mencoba menaikkan terus pemasukannya. Kalau sampai Rp 2 triliun, tentu optimis sekalipun hasilnya tergantung hasil produksi,” kata Subhan.

Subhan menjelaskan kondisi kepatuhan perusahaan membayar royalti cukup positif. Namun ketika ada beberapa perusahaan nakal, ia akan melakukan pengawasan berkesinambungan dengan pemantauan pos-pos lalu lintas tambang.

Foto Luar Bias Kondisi Jalan Layang Pangkalanbun, Dok. BajarmasinPost

PUPR Kalteng: November 2019, Jalan Layang Pangkalanbun-Kolam Mulai Berfungsi

eRHa45—Jalan Pangkalanbun-Kotawaringin Lama yang kerap terendam air, membuat pemerintah kota berupaya untuk membangun jalan layang di lokasi tersebut. Langkah ini dilakukan agar aktifitas lalu lintas Pangkalanbun yang menuju ke Sukamara dan Lamandau bisa berjalanjan lancar.

Melihat gangguan jalan terendam ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng, H Shalahudin melalui Ketua Tim Posko PUPR, H Rizky R Bajuri pun angkat bicara. Ia mengatakan, setelah giat lebaran tepatnya H+5 Shalahudin akan menutup jalur Pangkalanbun-Kolam. Ini dikarenakan untuk melanjutkan proyek pembangunan jalan layang tersebut.

Ia meyakinkan bahwa saat ini proses pembangunan sudah mencapai 75 persen, dan diprediksi bakal rampung November 2019. Lebih jauh Rizki menegaskan pengerjaan pile slab A di Km 30-31, pile slab B 31-32 dan pile slab C di Km 34-35.

“Saat ini petugas kami terus melakukan pembangunan jalan layang tersebut, secara optimal sehingga kendaraan memang belum boleh lewat,” ujarnya, melalui Banjarmasin Post, (10/06/2019).

Sempat, tegas Rizki, sudah ada kesepakatan beberapa pihak setelah rapat bersama antara Dinas PUPR Kalteng dengan Pemkab Kotawaringin Barat (Kobar), bertempat ruang Wakil Bupati Kobar Ahmadi Riansyah.

“Kesepakatan agar jalur alternatif tersebut, selama H-5 dan H+5 lebarandibuka untuk umum, hari ini sudah ditutup kembali,” ujarnya.