All about Pemuda article

Momen Sugianto Sabran Saat Berbincang dengan Ketua Karang Taruna Kalteng Abdul Hafid (kiri) belum lama ini di Sampit dalam kegiatan Kebangsaan, Dok.Beritasampit

Kalimantan Tengah Sudah Saatnya Miliki Industri Hilir

eRHa45—Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran berharap ke depan seluruh komoditi yang berasal dari Kalteng pengelolaan industri hilir dari suatu perusahaan pun harus berada di tanah Kalteng. Ini dikarenakan, fakta yang ada saat ini beberapa komoditi yang berasal dari Kalteng, justru industrinya berada di luar dan umumnya ada di Pulau Jawa.

“Selama ini Kalteng hanya dilewati saja dan hilirnya tidak ada di Kalteng. Jika hulunya di Kalteng kemudian industri hilirnya di Pulau Jawa kan tidak pas, tentu Kalteng dan Kalimantan secara umum yang menjadi hulu industri dirugikan,” katanya, Selasa,KaltengPos (20/8/2019).

Dengan demikian, lanjutnya, jika industri hilir ada di Kalteng merupakan kunci untuk proses pembangunan. Yang perlu diketahui saat ini, semua produk dari turunan hasil alam Kalteng cukup banyak sehingga pengelolaan secara langsung di tempat perlu diupayakan.

Gubernur juga menjelaskan, bahwa dalam pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Kalteng memiliki komoditi pertanian yang saat ini sedang dikembangkan agar perekonomian Kalteng tidak tergantung dengan tambang dan crude palm oil (CPO) kelapa sawit.

“Kemarin sudah dilaksanakan launching Program Benih Unggul Perkebunan atau BUN 500 juta bibit di Kalteng oleh Kementerian Pertanian (Kemantan), untuk dikembangkan,” ungkapnya.

Dok. Pihak Ketiga

Pemprov Kalteng Larang Pengiriman Bajakah, Agar tak Merusak Ekosistem

eRHa45—Akar tanaman endemik Bajakah kini jadi sorotan utama publik, salah satunya adalah Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam hal menahan laju minat masyarakat agar tak merusak ekosistem habitat tanaman tersebut.

Sebelumnya akar tanaman Bajakah telah diuji dan mampu mengatasi penyakit kanker payudara. belum lama Pemprov Kalteng pun sedang tahap mempatenkan dan memikirkan akan diolah seperti apa ke depannya. Pemprov juga menghimbau agar masyarakat tidak menjual dan mendistribusikan lebih dulu sebelum Pemprov Kalteng menelaah lebih jauh.

Terpantau seperti toko obat tradisional Pasar Kahayan, Palangkaraya, terlihat cukup banyak yang sudah menjual kayu Bajakah. Minat pasar yang tinggi membuat harga tanaman tersebut melonjak, yakni mencapai Rp300 rbu per kilo.

Melihat hal tersebut RahmatHamka.com mencoba menelusuri lebih dalam soal upaya distribusi, hasilnya didapat pada liputan Fokus Indosiar pada Senin,(19/8/2019). Di mana dalam liputan tersebut mengklaim memang ada lonjakan cukup tinggi untuk tanaman Bajakah.

Sehingga Pemprov Kalteng melarang pengiriman tanaman Bajakah ke luar daerah sebelum ada edaran resmi dari pihak terkait mengenai temuan ini.

“Jangan sampai akar bajakah ini dieksploitasi begitu besar sehingga berdampak pada habitat,” kata Sekda Provinsi Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri.

Apa yang dilontarkan Fahrizal Fitri, sebenarnya memiliki tujuan agar ekosistem tanaman Bajakah dirawat dan dibudiyakan terlebih dahulu. Dan tidak dieksploitasi secara serampangan yang dampaknya akan memunculkab kerusakan eksositem tanaman tersebut.

Bupati Kobar Nurhidayah bersama pejabat daerah lainnya saat groudbreaking gedung sebaguna sport center beberapa waktu lalu. Foto/Istimewa, Sindonews

Bupati Kobar Dukung Penuh Pemindahan Ibu Kota ada di Kalteng

eRHa45—Isu pemindahan Ibu Kota yang saat ini marak beredar di media masa, tidak sedikit Bupati Kalimantan menyikapi postif isu pemindahan Ibu Kota tersebut. Salah satunya, Bupati Kotawringin Barat (Kobar) Nurhadiyah yang ingin pemidahan Ibu Kota ada di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Secara kewilayahan, Pemkab Kobar menyambut baik adanya keinginan pusat untuk memindahkan pemerintahan ke Kalteng,” kata Nurhidayah, Sindonews (7/8/2019).

Ia menyampaikan jika ke dapan pemindahan Ibu Kota betul ada di Kalteng, akan berdampak pada peningkatan dan kemajuan perekonomian daerah. Tak hanya itu Nurhadiyah merasa masyarakat Kobar setuju dengan pemindahan Ibu Kota.

Sebab, lanjutnya, selain berdampak dari segi peningkatan ekonomi. Juga bisa memperbaiki infrastruktur dasar, seperti di bidang kesehatan dan pendidikan. Ini dikarenakan untuk Kobar 60 persen sumber dana untuk kebijakan daerah masih bergantung dengan pemerintah pusat.

“Jadi dengan pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Tengah ini akan banyak dampak positifnya ketimbang negatifnya,” pungkasnya.

Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran melantik dan mengukuhkan DPP Himpunan Warga (HW) Katingan Indonesiadi Istana Isen Mulang. Dok Sindonews

Gubernur Kalteng Lantik DPP Himpunan Warga Katingan Periode 2019-2024

eRHa45—Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran mengukuhkan DPP Himpunan Warga (HW) Katingan Indonesia, Pelantikan dan pengukuhan digelar di Istana Isen Mulang.

Gubernur dalam pidatonya pun mengucapkan selamat untuk seluruh yang terlatik dan dikukuhkan. Dari jajaran DPP HW Kantingan hingga ketua HWK Kabupaten/Kota serta seluruh jajaran pengurus masa jabatan 2019-2024.

“Saya atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah pada prinsipnya menyambut baik atas terbentuknya berbagai organisasi kemasyarakatan yang ada di wilayah Kalimantan Tengah, dan saya berharap agar semangat dalam kebersamaan yang telah diwujudkan dalam kepengurusan organisasi ini serta saling memberikan dukungan kepada semua jajaran pengurus agar senantiasa dipertahankan dan bahkan ditingkatkan,” ucap Gubernur Sugianto, Sindonews(15/7/2019).

Kegiatan yang bertema “Pengurus HW Katingan siap bersinergi dan mengawal program pemerintah Kalteng menuju Kalteng lamus dan berkah” ini dihadiri Bupati Gunung Mas Jaya S. Monong, Bupati Kapuas Ben Brahim S. Bahat, Wakil Wali Kota Palangka Raya Umi Mastikah, Asisten II Setda Nurul Edy, Komandan Korem 102/PJG Kolonel Arm. Saiful Rizal, himpunan warga Katingan, serta para tamu undangan.

PERHATIKAN KESEHATAN: Gubernur Kalteng Sugianto Sabran didampingi istri saat peringatan Hari Kesehatan, beberapa waktu lalu. Dok. Radar Sampit

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Gubernur Kalteng: Semuanya Harus Ambil Peran

eRHa45—Demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng), Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menekan beberapa pihak terkait di bidang pelayanan kesehatan semua jenjang untuk segera meningkatkan standar kualitas pelayanannya.

Sabran menjelaskan, persoalan ini harus dituntaskan apabila kualitas kesehatan masyarakat terjamin. Tak hanya itu, ia juga meminta instansi Puskesmas,Rumah Sakit, seta seluruh jajaran Pemprov Kalteng diminta mengerahkan seluruh upaya dan solusi untuk menyelesaikan persoalan kesehatan di wilayah maisng-masing.

“Karena kesehatan ini merupakan layanan dasar sewajibnya mudah dijangkau masyarakat, maka dari sisi pelayanan harus ditingkatkan lagi. Puskesmas, rumah sakit dan tenaga kesehatan di dalamnya harus mengambil peran, khususnya yang berkaitan dengan masyarakat,” katanya kemarin, Radar Sampit (12/06/2019).

Menurutnya sejumlah anggaran untuk hal tersebut sudah dipersiapkan, bahkan jumlah nominalnya pun terbilang cukup besar. Sehingga sudah bisa meng-cover segala kendala yang terjadi.

“Yang namanya perbaikan dan peningkatan itu wajib dilakukan pemerintah, apalagi kalau berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. Soal kesehatan ini menjadi kebutuhan utama yang harus ada dan mudah, jadi semua sisinya harus terpadu,” ucapnya.

Terlihat Pemprov Kalteng dalam hal terlihat serius dalam menangani pelayanan kesehatan di berebagi tingkat pemerintahan. Namun, Bagi Sabran kualitas baik atau tidaknya pelayanan kesehatan ini bergantung pemerintah setempat menerapkan program yang sudah direncakan oleh pemerintah pusat.

Maka dari itu, kabupaten dan kota dituntut memerhatikan semua lini yang berkaitan dengan pembangunan kesehatan, baik dari sisi sarana dan prasaran, sampai dengan sumber daya manusia (SDM) di bidang tersebut.

“Ya, hal ini dapat dilihat melalui hasil-hasil pembangunan kesehatan, di antaranya upaya mendekatkan akses pelayanan kesehatan dan peningkatan mutu layanan kepada masyarakat,” bebernya.

Lebihi Target, Royalti Tambang Kalteng Capai Rp1 Triliun

eRHa45—Pemprov Kalimantan Tengah terus optimis untuk terus meningkatkan royalti dari sektor pertambangan. Dengan semakin tinggi royalti yang didapat dipastikan nilai bagi hasil yang masuk kas Provinsi Kalimantan Tengah pun semakin besar.

Gubernur Kalimantan Tengah menjelaskan, upaya ini dilakukan perlu didukung oleh semua pihak. Khususnya bagi yang bergerak di pengawasan angkutan barang. Pengawasan optimal menurutnya mampu memperkecil lalu lintas angkutan barang ilegal yang kerap terjadi.

“Dalam beberapa tahun terakhir, memang terlihat peningkatan royalti. Tapi bicara soal keinginan untuk terus membuatnya meningkat, tentu tidak lepas dari kerja keras semua. Pengawasan di lapangan harus betul-betul diperkuat,” ucapnya, melalui Prokal.co (11/06/2019).

Ia menekankan agar instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan pemantauan pada pos-posnya. Sugianto juga menambahkan bahwa kerjasama dengan dengan pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) agar lebih mudah dikontrol.

“Pengawasan ini sebagai upaya menuntut kepatuhan pengusaha terhadap kewajibannya, sehingga berimplikasi pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD),” ucapnya.

Menanggapi hal ini Kepala Dinas ESDM Kalteng Ermal Subhan mengungkapkan, bahwa sampai saat ini pendapatan royalti di sektor pertambangan tercata sudah terkumpul Rp1 triliun. Bahkan sudah mencapai target yang diinginkan yakni Rp750 miliar.

Meski begitu, Subhan tepat terus menekan agar diakhir tahun ini capaiannya bisa mencapai Rp2 triliun.

“Jadi kami akan mencoba menaikkan terus pemasukannya. Kalau sampai Rp 2 triliun, tentu optimis sekalipun hasilnya tergantung hasil produksi,” kata Subhan.

Subhan menjelaskan kondisi kepatuhan perusahaan membayar royalti cukup positif. Namun ketika ada beberapa perusahaan nakal, ia akan melakukan pengawasan berkesinambungan dengan pemantauan pos-pos lalu lintas tambang.

Situasi Stadion Tuah Pahoe Berbenah, Dok. Bola.com & @Kaltengputra_id

Siap Berlaga, Markas Tim Kalteng Putra Mulai Berbenah

eRHa45—Menjadi markas utama Kalteng Putra, saat ini Stadion Tuah Pahoe mulai berbenah diri dengan merenovasi rumput terbaik untuk menghadapi kompetisi kasta tertinggi Liga 1 Indonesia 2019.

Tim julukan Enggang Borneo berhasil lolos di puncak ketiga mendanpingi klub Semen Padang, dan PSS Sleman yang tahun ini siap untuk fight di liga tersebut. Untuk itu menejemen klub Kalteng Putra mulai bersiap, selain fokus terhadap strategi taktik dan pemain, menejemen klub dinilai perlu memberikan fasilitas terbaik untuk para pemainnya.

Dengan melihat status akun resmi tim sebutan Enggang Borneo itu, dimana dalam postingannya menampilkan situasi terkini seputar renovasi lapangan di Stadion Tuah Pahoe. Selain pembenahan rumput lapangan, nampak juga perbaikan tempat duduk penonton pun sedang diperbaiki dengan standarisasi model bangku terbaru.

“Stadion Tuah Pahoe Palangka Raya akan memiliki rumput berstandar internasional. Pengerjaan rumput Stadion Tuah Pahoe dimulai dengan membongkar rumput lama stadion,” tulis Caption akun tersebut.

Dari segi penerangan, Stadion Tuah Pahoe nantinya juga akan melakukan pembenahan lampu tembak stadion. Ini dilakukan dikarenakan PT Liga Indonesia Baru mulai menerapkan aturan penerangan harus menggunakan standar lampu tembak Floodlight sebesar 800 lux.

Dengan ini, nampak pihak menejemen klub tak ragu memberikan upaya terbaik untuk tim kesayangannya. Terlebih dengan gencarnya memasukan pemain anyar, tim Kalteng Putra mulai mendapat tenaga baru untuk eksis di liga kasta tertinggi di Indonesia.

Ilustrasi Rumah Sakit RSUD Jalan Tjilik Riwut

RSUD Jalan Tjilik Riwut Siap Jadi Rujukan Rumah Sakit se-Kalimantan

eRHa45—Pemprov Kalimantan Tengah menegaskan bahwa perencanaan RSUD baru di Jalan Tjilik Riwut Km 38 telah matang untuk direalisasikan di tahun 2021. Oprasional pelayanan rumah sakit itu tidak hanya mampu meningkatkan kualitas pelayanan warga Kalteng, melainkan bisa menjangkau warga masyarakat se-Kalimantan.

Untuk merealisasikan itu semua, Pemprov Kalteng melalui Dinas Kesehatan sejak dini telah menyekolahkan dokter umum di RS Kalteng guna bisa mengambil bidang spesialis, sehingga rumah sakit tipe A tersebut segera bisa dioprasionalkan. Dengan didukung dengan sumber daya manusia yang cukup, dharapkan bisa langsung menangani pasien yang memiliki penyakit berat.

“Rumah sakit tipe A di bangun khusus untuk rujukan yang di dalamnya memiliki kekhususan dalam penanganan penyakit atau lebih spesifik sehingga pelayanan yang dilakukan bisa lebih optimal dilakukan dengan peralatan yang modern serta tenaga kesehatan yang sangat lengkap,” ujar Suyuti, Tribun, Minggu (10/03/2019).

Direktur Rumah Sakit Doris Sylvanus Palangkaraya, Yayu Indriarti menambahkan. Apa yang sudah dikatakan Suyuti sangat didukung olehnya, yakni dengan meningkatkan sumber daya manusia di RSUD tipe A sebagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Kami sangat mendukung rencana itu, karena akan semakin memudahkan pelayanan kesehatan masyarakat. RS Doris Sylvanus juga akan terus dibenahi agar pelayanan pasien semakin membaik, salah satunya dengan terus melengkapi SDM tenaga kesehatannya,” ujarnya.

Suasana Pemakaman Ir Reinout Sylvanus

Mengenang Ir Reinout Sylvanus, Gubernur Kalteng Ke-2 yang Visioner

eRHa45— Wafatnya Ir Reinout  Sylvanus meninggalkan banyak duka yang mendalam bagi bagi keluarga dan masyarakat Kalimantan Tengah. Sosok yang akrab dengan masyarakat memberikan bekas tersendiri bagi jajaran pemerintahan Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng).

Ia telah berpulang ke pangkuan Tuhan, Mantan Gubernur kedua (1967-1968) itu dimakamkan militer pada Rabu (27/2/2019) tepatnya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Sanaman lampang, jalan Tjilik Riwut, Palangkaraya.

Terlihat beberapa pejabat yang hadir di pemakaman tersebut, diantaranya  Fahrizal Fitri dan beberapa kepala SOPD. Selain itu juga nampak kepala daerah dari Kabupaten/Kota se-Kalteng diantaranya Bupati Katingan Sakariyas, Bupati Murung Raya Perdie M Yoseph dan Wakil Walikota Palangka Raya Hj Umi Mastikah. Serta hadir pula Mantan Wakil Gubernur Kalteng H Ahmad Diran dan Mantan Walikota Palangka Raya Lukas Tingkes.

“Saya mengenal beliau sejak beliau masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalteng pada periode Pak Tjilik Riwut saat itu menjadi Gubernur pada tahun 1963,” ucap Lukas Tingkes, mengutip laporan Beritasampit.

Lukas menjelaskan bahwa Reinout Sylvanus selama riwayat hidupnya ia adalah sosok yang pemikir. Dari sosok pemikir itulah muncul perencanaan pembangunan di Kalimantan Tengah.

Sehingga, tegas Lukas, Reinout Sylvanus salah satu orang pendiri Kalimantan Tengah dengan meletakan dasar-dasar perencanaan yang hasinya dapat kita rasakan saat ini.

Sementara itu menurut mantan Wakil Gubernur Kalteng H Ahmad Diran bahwa dia mengenal sosok alm Ir Reinout Sylvanus adalah sosok yang selalu disiplin dan tepat waktu pada massanya serta merupakan sosok yang visioner. Oleh karena itu Diran mengimbau agar generasi muda sekarang dapat mencontoh apa yang ada dari sosok beliau.

Ilustrasi Penghargaan Adipura

Pemprov Kalteng Targetkan Lima Daerahnya Raih Penghargaan Adipura

eRHa45—Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) akan terus berkomitmen untuk membantu kordinasi antar Kota dan Kabupaten agar bisa meraih penghargaan adipura, sebagai wujud pengakuan wilayah yang bersih.

Sekertaris Daerah (Sekda) Kalteng, Fahrizal Fitri mengungkapkan, pihaknya akan menargetkan lima daerah yang diharapkan bisa mendapatkan penghargaan adipura tersebut. Maka dari itu Pemprov Kalteng terus mengupayakan komunikasi dan kordinasi untuk mencapai tujuan yang sudah ditargetkan.

Melalui laporan Tribun, Fahrizal menyebut lima daerah yang akan diajukan sebagai kandidat. Lima daerah itu diantaranya Pangkalanbun, Sampit, Kapuas , Sukamara dan Muara Teweh. “Tapi kami juga mendorong agar Kota Palangkaraya juga termotivasi untuk meraih adipura,” ungkap Fahrizal.

Ia melanjutkan, setelah bertemu dengan Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin, terkait upaya memperoleh penghargaan adipura. Fairid merepon positif, dan salah satunya Pemko Palangkaraya nantinya akan menambahkan anggaran untuk pembenahan lingkungan di beberapa titik.

“Komunikasi dan koordinasi akan terus dilakukan oleh Pemko Palangkaraya dan Pemprov Kalteng juga sejumlah kabupaten yang ditergetkan untuk meraih adipura tersebut, sehingga kedepannya diharapkan semua kabupaten dan kota se Kalteng bisa mendapatkannya,” ujarnya.