All about Lentera Article

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran dan Bupati Batara H Nadalsyah salam komando saat perayaan HUT ke-69 Batara di Tiara Batara, Senin siang (29/7). (Pemprov Kalteng)

Gubernur Kalteng Puji Kinerja Bupati Barito Utara

eRHa45—Salah satu upaya untuk bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat ialah dengan meningkatkan taraf perekonomian masyarakat yang ada di suatu daerah. Tentu dalam mengatasinya, peran seorang Kepala Daerah yang cerdik sangat diperlukan dalam hal tersebut.

Seperti yang dilakukan Bupati Barito Utara (Batara) Nadalsyah yang tak hentinya mengupayakan pembangunan insfrastruktur di wilayahnya guna menunjang mobilitas masyarakat. Melihat kinerja Bupati yang positif, Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran memberikan pujian terhadap Bupati Nadalsyah.

Menurut Sugianto, sapaan akrab Gubernur Kalteng tersebut. Nadalsyah dikenal sebagai seorang yang sedikit bicara, namun banyak kerja ketika di lapangan. Ia juga seorang yang tak main-main dalam menyuarakan pembangunan daerah untuk taraf ekonomi masyarakat.

Tak hanya itu, hanya Kabupaten Batara yang dapat menjawab tantangan menanam jagung, yang dampaknya sudah sangat jelas terlihat dari peningkatan produksi jagung Kalteng meningkat.

“Lahan Kalteng sangat luas. Kenapa kita tidak mampu menyiapkan lahan pertanian,” ucap Sugianto, Beritasampit, Rabu (31/7/2019).

Atas dasar kinerja wilayah Batara ini, kemudian Gubernur Kalteng menginstruksikan bagi Kepala Daerah lain untuk terus berupaya meningkatkan produksi dan SDM yang ada di wilayahnya.

Sugianto dengan acuan data yang dipegangnya mengutarakan, bahwa melalui Dinas Pendidikan program beasiswa bidik misi untuk membantu 10.000 Mahasiswa kurang mampu, Pemprov Kalteng telah mengeluarkan anggaran Rp31 miliar di wilayah Batara.

“Anak-anak di Kalteng, jangan sampai ada yang putus sekolah. Anggarkan dari APBD. Anak-anak Kalteng wajib bersekolah. Kitalah (para kepala daerah, red) yang berjuang. Kadisdik dan bupati, cari orang yang sangat miskin. Kita bantu anak-anaknya untuk kuliah,” lanjutnya.

Bahkan dari segi kesehatan kelak diupayakan untuk membangun rumah sakit tipe A, agar masyarakat Kalteng ketika sakit tak perlu lagi berobat jauh hingga keluar daerah Kalteng. Yang menjadi catatan penting di sini ialah, ketika rumah sakit ini terealisasi Sugianto menekankan agar setiap rumah sakit yang ada, tidak menolak masyarakt miskin.

“Jika ini ditemukan, tegas Sugianto pecat saja direkturnya” tandasnya.

 

Gubernur Kalteng Saat Hadiri Seleksi STQ yang Dinilainya Bisa jadi Penyejuk Setelah Pemilu

Gubernur Kalteng Sebut Seleksi STQ Bisa jadi Penyejuk Pasca Pemilu 2019

eRHa45—Kegiatan seleksi Tilawatil Quraan (STQ) XXII tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diikuti peserta sebanyak 1.120 dinilai bisa menjadi penyejuk setelah pelaksanaan Pemilu 2019.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menjelaskan, bahwa hasil dari kegiatan seleksi STQ ini diharap bisa mempersatukan kembali orang-orang yang sebelumnya terpecah akibat saling klaim Capres dan Cawapres diusungnya layak untuk memimpin di kursi Kepresidenan.

“Mengingat pada pemilu tahun ini di antara kita ada perbedaan dukungan dan perbedaan, harapannya dengan STQ ini dapat mempersatukan kembali,” ungkapnya, saat pembukaan malam STQ di lapangan Sanaman Mantikei, Kaltengpos.co, Jumat (26/4).

Ia melanjutkan ajang seleksi STQ merupakan momen yang tepat untuk mempererat silahturahmi. Yang kedepan bisa mengantarkan Provinsi Kalteng toleran dan berpandangan maju.

“Harapannya dengan kegiatan ini juga meningkatkan prestasi masyarakat Kalteng, yang nantinya pemenangnya akan mengikuti STQ tingkat nasional pada 2019 ini, di Provinsi Kalimantan Barat,” ungkap Sabran.

Sabran pun menghimbau masyarakat agar tak mudah terpengaruh dengan berbagai informasi yang tak jelas sumbernya. Menjaga persatuan antar sesama adalah wujud keharmonisan ideal untuk saat ini, tak hanya itu perseta juga diharap mampu merefleksikan nilai agama untuk diterapkan di lingkungan masyarakat.

“Nantinya dengan kebersamaan dan persatuan mampu melanjutkan pembangunan untuk mewujudkan kemaslahatan bersama,” pungkasnya.

Mendengar apa yang diungkapkan Kalteng tersebut, Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalteng Masrawan menambahkan, bahwa dengan kegiatan seleksi STQ adalah suntikan energi sendiri untuk membumikan alquraan di masyarakat.

Masrawan memproyeksikan, nilai persatuan antar umat untuk terus dijaga. Agar apa yang saat ini dicari tentang ketenangan hati bisa tercapai.

“Kita harus menjaga kerukunan, persaudaraan, persatuan, karena itu menjadi kekuatan utama untuk kita maju, untuk mewujudkan Kalteng Berkah,” tegasnya.

Kushedya Hari Yudo (kanan) saat memperkuat Kalteng Putra di musim 2018 , Dok: Kompas

Gubernur Kalteng Yakin Tim Kalteng Putra Juara di Piala Presiden 2019

eRHa45—Hasil kemenangan tim Kalteng Putra kontra PSM Makasar, membuat Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah Sugianto Sabran merasa yakin bahwa tim kebanggannya bakal jadi juara di Liga Presiden 2019.

Hasil laga yang berujung 1-0 kemenangan untuk Kalteng Putra sebuah tanda awal, dari kemampuan tim asal Klateng tersebut dapat unggul dan bersaing dengan tim hebat papan atas Liga 1. Fakta inilah menjadi dasar keyakinan  Sabran.

Sabran menjelaskan titik kemenang yang diraih ini merupakan satu langkah positif, terlebih upaya baik untuk persiapan di laga mendatang. “Ini merupakan langkah awal yang baik, khususnya dalam persiapan untuk menghadapi liga I, kami yakin Kalteng Putra bisa unggul dari kesebelasan lainnya,”

Untuk memperkuat di lini depan, tim Klateng Putra masih membutuhkan dua Playmaker tambahan. Kemudian untuk di lini tengah Kalteng Putra membutuhkan seorang tambahan lagi untuk mengatur ritme permainan.

“Target Kalteng Putera meraih kemenangan mutlak pada Liga I, bukan untuk menjadi pecundang, dalam arti Kalteng Putera harus menjadi juara umum,” ujarnya.

Ia berharap dari segi menjemen, Kalteng Putra bisa terus berkembang dan mempertahankan prestasi yang telah dicapai. Tentu saja, tegasnya, semua ini tak terlepas dari dukungan masyarakat dan Pemprov  Kalteng yang terus berdoa agar tim kebanggaannya bisa berprestasi di kancah nasional.

Di sisi lain untuk menunjang fasilitas pemain, Kepala Dinas PUPR Kalteng Salahudin menjelaskan. Pihaknya berkomitmen memperbaiki Stadion Tuah Pahoe untuk persiapan laga Liga 1 yang akan dimulai pertengah tahun 2019.

“Berbagai sarana dan prasarana kami perbaiki untuk pembenahan lapangan tersebut,” tutupnya.

 

 

 

 

 

 

Segenap Pemprov dan Pihak Terkait Bantu Korban Bencana

Pemprov Kalteng Galang Dana Rp19,1 Miliar untuk Korban Bencana Sulteng

eRHa45— Besarnya bencana yang melanda Provinisi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang bertempat di Dongala dan Palu, membuat Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) serta berbagai elemen tergerak untuk melakukan penggalangan dana.

Seperti yang dilansirkan media lokal Harianaceh pada Jumaat (9/10/2018) kegiatan galang dana tersebut dilakukan saat bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-73, dan berhasil mengumpulkan Rp19,1 miliar untuk membatu korban gempa bumi dan tsunami.

“Pemerintah Provinsi mewaliki masyarakat Kalteng menyumbang Rp2 miliar yang diambil dari APBD. Tentu sumbangan itu atas persetujuan dari Ketua dan Anggota DPRD Kalteng,” kata Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.

Dana yang sudah terkumpul pun diketahui berasal dari Pemprov Kalteng sebesar Rp2 miliar, lalu donasi pribadi Gubernur Kalteng dan keluarga sendiri sebesar Rp1 miliar, Polda Klateng Rp1,5 miliar, dan Pemerintah kabupaten/kota se-Kalteng Rp7 miliar, Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng bersama Asosiasi Pertambangan Kalteng Rp7,5 miliar, dan Korem 102 Panju Panjung.

Sabran mengatakan, bahwa Pemprov Kalteng tak hanya membantu korban gempa. Namun bantuan Rp19,1 miliar juag tersebut  termasuk untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Untuk jumlahnya, bantuan NTB dianggarkan Rp10 miliar melalui APBD-P tahun 2018 yang sudah disetujui oleh pimpinan dan anggota BPRD Kalteng.

“Informasi yang kami terima dari, personil Polda Kalteng akan berangkat ke Palu dan Donggala untuk membantu korban bencana. Setelah itu akan disusul oleh Pemerintah dan masyarakat yang ada di Kalteng,” lanjutnya.

Menyikapi hal tersebut Kalpolda Kalteng Irjen Pol Anang Revandoko senada dengan Gubernur Kalteng, dimana k prosesnya dana bantuan tersebut akan langsung didonasikan ke Provinsi Kalteng.

“Bantuan yang nantinya disalurkan berupa logistik, obat-obatan, bahan makanan dan lainnya. Tenaga medis juga akan diberangkatkan dari Kalteng ke Sulteng,” kata Anang.

 

 

 

 

 

Kondisi Penemuan Bangkai Orangutan

Penemuan Bangkai Orangutan: Di sekujur Tubuh Banyak Luka Terbuka

eRHa45—Ulah manusia merusak ekosisistem alam terulang kembali, kali ini satu primata Orangutan jantan ditemukan mengapung di sekitar kanal sungai wilayah industry PT. Wana Sawit Subur Lestari II, tepatnya lokasi penemuan tersebut berjarak 7.8 Kilometer dari Taman Nasional Tanjung Putting, Kalimantan Tengah.

Penemuan bangkai Orangutan rupanya dibenarkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah, yang kemudian setelah ditemukan pihak terkait Balai Konservasi langsung mengindentifikasi bangkai Orangutan tersebut.

Seperti dikutip Antara, penemuan bangkai itu pertama kali oleh Resianto karyawan PT. Wana Sawit Subur Lestari, yang kemudian Resianto langsung melaporkan hasil temuannya itu kepada petugas Resort Telaga Pulang SPTN I Pembuang Hulu Balai TN Tanjung Putting.

“Penerima informasi terkait temuan bangkai orangutan itu saudara Dodi Kurniawan, petugas Resort Telaga Pulang SPTN I Pembuang Hulu Balai TN Tanjung Puting. Kalau penemuannya itu, Minggu (1/7) sekitar pukul 16.00 WIB,” ucap Agung, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Pangkalan Bun Kantor BKSDA Kalteng, Rabu (4/7/2018).

Berdasarkan pantauan, salah seorang staf Orangutan Foundation International (OFI) Fajar Dewanto menjelaskan, bahwa bangkai Oranguan yang ditemukan saat ini ialah bukan Orangutan liar. Melainkan Orangutan binaan yang bernama Baen dengan jenis kelamin jantan dan berumur 20 tahun.

“Baen adalah orangutan yang pernah OFI translokasi pada tanggal 23 September 2014 dari PT WSSL 2 blok R 31-32. Di translokasi ke Camp Seluang Mas,” tegasnya.

Bahkan berdasarkan hasil dokter hewan Orangutan Care Center dan Quarantine Pangkalan Bun, Ketut Prasojo menyebutkan, kondisi bangkai Orangutan Baen itu ditemukan sudah tak memiliki jempol dan tangan kanan yang hilang. Kemudian ada luka terbuka pada jari telunjuk tangan, tangan kiri, telapak kaki kiri, lalu di telapak kaki kiri.

Dilihat, pada pergelangan kaki kanan terdapat bekas ikatan dan luka terbuka. Luka di punggung tangan kanan, pnggang sampai tubuh bagian kiri. (Wes)

 

 

 

 

 

 

 

Giat Anggota DPR RI Dapil Kalteng Mengunjungi dan Memberi Materi

Ciptakan Kondisi Nyaman, Rahmat Ajak Genarasi Muda Peka Terhadap Tantangan Dan Hoax

eRH45–Ciptakan suasana nyaman di bulan Ramadhan, Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Tengah, Rahmat Nasution Hamka, Mengajak generasi muda masjid untuk siap dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 yang berepatnya di Masjid Agung Al-Mukaramm Amanah, selasa lalu (22/5).

Menurutnya terkait tantangan dan peluang, masyarakat perlu mempersiapkan secara matang generasi muda saat ini dengan membekali ilmu pengetahuan dan teknologi (Imtak dan Imtek) agar generasi millenial kini tak kecolongan dikemudian hari.

“Kaum millenial harus memiliki daya saing dengan landasan dasar imtak dan imtek, agar generasi millenial memiliki nalar yang sehat. Sehingga mampu berpikir secara tepat dan cepat” tegas Hamka, dihadapan ribuan peserta yang hadir di Masjid Agung Kapuas.

Lebih Jauh, di era derasnya informasi terlbih dalam menggunakan sosial media. ia berharap generasi muda yang ada saat ini tidak mudah terprovokasi dengan berbagai informasi yang palsu atau Hoax, bahkan hindari “latah” di media sosial lantaran hal tersebut bisa menimbulkan efek buruk terhadap si pempostingnya.

“Saring dulu (beritanya–Red.) baru Sharing” imbuhnya.

Seperti saat ini yang makin marak paham radikalisme menyebar di tanah air, Hamka menjelaskan bahwa informasi yang ada di media sosial masyarakat Kalteng harus lebih waspada, bijak, dan cerdas dalam melihat informasi yang diterima.

Jadi, lanjut Hamka, untuk masyarakat Kalteng jangan berhenti berupaya untuk tidak terjebak dari narasi berita sebelum dikonfirmasi terlebih dahulu kebenarannya.

“Kita berharap masyarakat Kalteng, jangan mudah terprovokasi dan terjebak oleh isu-isu atau informasi yang belum diketahui kebenarannya” kata Hamka.WES

 

Angota Komisi IV DPR RI, Rahmat Hamka. Foto Bersumber Dari Berita Sampit.co.id

Untuk Masyarakat, Anggota DPR Ini Jadi Tukang Foto Dadakan

eRHa45—Memiliki sikap bijak dan egaliter untuk siapapun, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi IV, H Rahmat N Hamka, tercermin saat menemani teman sekaligus sahabat karibnya yang tidak lain merupakan Gubernur Kalimantan tengah (Kalteng), yakni Sugianto Sabran.

Seperti yang dilansirkan oleh berita Sampit, pada Rabu (2/5) tepat di sore hari. Setelah selesai melaksanakan kegiatan Festival Budaya Isen Mulang, dalam rangka memperingati hari jadi Kalteng yang ke-6. Saat itu terlihat rombongan Gubernur dan Rahmat nampak kompak berbarengan menuju tempat peristirahatan.

Gubernur yang memiliki kebiasaan selalu menyapa masyarakat, seketika terenyuh saat melihat seorang anak yang memiliki sedikit cacat matanya. Sontak, dari mobil yang dikendarainya meminta untuk berhenti sejenak, untuk menemui langsung anak tersebut beserta orang tuanya.

“Kala itu Pak gubernur minta agar (anak tersebut) diperiksa ke rumah sakit, kalau bisa disembuhkan dengan jaminan beliau. Kemudian beliau Pak gubernur memberikan tali asih untuk anak tersebut sejumlah uang,” ujar Rahmat, saat menceritakan momen mengaharukan tersebut.

Uniknya sadar akan momen langka pada saat itu, seketika Rahmat segara mengabadikan atau menjadi tukang foto dadakan dari momen sahabat karibnya yang melakukan foto bersama dengan masyarakat yang begitu antusias.

“Kita ini kan wakil rakyat, pelayan bagi rakyat, jadi sah-sah saja membantu rakyat dalam hal apa pun asal mereka bahagia, termasuk menjadi tukang ambilkan foto masyarakat bersama Pak gubernur,” ucap Rahmat.WES

img_8937.jpg

Indonesia Menuju Bangsa Merdeka 100%


eRHa45 – Ketika kita membahas tentang makna kemerdekaan, maka kita bangsa Indonesia memaknainya dengan tiga faktor penentu yang termaktub dalam Trisakti, yakni Kedaulatan di Bidang Politik, Kemandirian di Bidang Ekonomi dan Berkepribadian dalam Berbudaya. Sejauh mata memandang, sejauh kaki menjejakan langkahnya dan sekuat jemari terkepal untuk melawan segala bentuk penindasan yang bertentangan dengan cita – cita negeri kita merdeka. Hingga kita bangsa Indonesia telah sampai pada hari dimana pintu gerbang kemerdekaan terbuka dan mencapai arti kemerdekaan yang sesungguhnya. Kemudian kitapun sampai pada beberapa pertanyaan dibenak kita, Apakah yang disebut dengan kemerdekaan yang sejati? Apakah menjadi bangsa yang kaya raya merupakan kemerdekaan yang sesungguhnya? Apakah menjadi bangsa yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang tinggi adalah kesejahteraan dan kemakmuran? Apakah menjadi bangsa yang begitu dominan di dunia menjadi arah tujuan bangsa kita?

Mari kita menghela nafas sejenak dan menghirup segarnya aroma pagi dipinggiran ibukota untuk berhenti sebentar dan menoleh ke belakang untuk meneropong ke depan. Mari kita merefleksikan sejenak langkah – langkah yang telah kita tempuh untuk mencapai kemerdekaan dan mari kita torehkan sejenak sebuah kehendak atas kemerdekaan yang sesungguhnya. Agar kita tidak lupa dan agar kita terjaga serta waspada dengan arah tujuan bangsa kita dimasa yang akan datang. Agar kita tidak terlena dengan berbagai kemajuan yang secara kasat mata gamblang dihadapan kita semua bangsa Indonesia. Sebagai bagian dari anak bangsa Indonesia, kita perlu juga untuk mengisi lubang – lubang kekosongan yang tersilap dari para pemimpin bangsa Indonesia dan perlu juga untuk saling mengingatkan dalam doa, saling membantu dalam kerja dan saling asah asih serta asuh untuk menjaga perdamaian di bumi pertiwi Indonesia.

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada para founding fathers Republik Indonesia, perkenankan kita untuk mengulas tentang Trisakti dan relevansinya dimasa depan. Agar menjadi sebuah pedoman bagi kita dalam menempuh kehidupan berbangsa dan bernegara yang akan kita paparkan sebagai berikut :

1. Kedaulatan di Bidang Politik dan Relevansinya dalam Tatanan Dunia Baru serta Dampaknya ke dalam Negeri.

 

Bangsa Indonesia sejak awal kemerdekaannya telah diingatkan untuk menjaga kedaulatannya diberbagai lini kehidupan. Beberapa diinterpretasikan dalam bentuk kedaulatan pertahanan keamanan, beberapa diantaranya dimaknakan sebagai bentuk kedaulatan diplomasi dan beberapa diantaranya diartikan dalam bentuk kedaulatan dalam bentuk otoritas pemerintahan. Kita tidak ingin kritisi beberapa pemaknaan tersebut, tetapi perlu diinsyafi bersama bahwa Kedaulatan Bangsa Indonesia terletak dalam sikap dan tindakan kita dalam berbangsa dan bernegara. Perlu diketahui juga bahwa sikap bangsa Indonesia dalam mengatasi krisis kemanusiaan dunia merupakan bagian dari peranan kita dalam berbangsa dan bernegara.

Tentunya Kedaulatan di Bidang Politik baik didalam maupun diluar negeri menghantarkan kita kepada positioning keberpihakan terhadap poros politik dunia, sebagai bangsa dan negara yang menganut politik bebas aktif tentunya pada maping tatanan masyarakat kita akan di plot untuk berada di poros tertentu, meskipun secara subyektif kita menganggap bahwa bangsa dan negara kita tidak berpihak kecuali kepada perdamaian yang abadi sesuai falsafah bangsa kita yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945. Keberpihakan kita kepada perdamaian yang abadi inilah menjadi nilai yang dipikul dan memikul natur kita ke dalam dan luar negeri, sehingga ketika kita berperan bagi dunia, Kedaulatan bangsa kita tetap terjaga dan dampaknya ke dalam negeri tidak menjadi bangsa boneka.

Peranan bangsa kita pada tatanan masyarakat global menjadi penting untuk dilakukan terobosan, tetapi menjadi sulit ketika didalam negeri bangsa kita tidak solid. Agar bangsa kita memiliki kemerdekaan yang sesungguhnya maka oleh sebab itu bangsa Indonesia harus berdaulat dibanyak bidang. Sebagai contoh yang paling mutakhir adalah keberpihakan bangsa kita terhadap krisis Arab Spring dan dampak terorisme yang mengemuka di tanah air. Ketetapan bangsa Indonesia atas krisis tersebut tegas dan lugas selama 15 tahun terakhir ini, baik oleh pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono maupun oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo, memilih untuk mengirim pasukan perdamaian daripada memilih untuk mengirim pasukan tempur yang berpihak kepada salah satu komponen konflik. Sikap ini patut diacungi jempol tetapi ada beberapa kritisi yang mengemuka, bahwa bangsa kita yang sudah memiliki integritas di mata dunia, keuntungan ini hanya diperuntukan untuk kemudahan mengambil pinjaman uang sehingga memunculkan sentimen lemah dibanding melakukan upaya membentuk kekuatan perdamaian untuk memastikan agar perdamaian abadi tercipta. Yang kemudian menghantarkan kita kepada nilai Trisakti yang kedua, yakni Kemandirian di Bidang Ekonomi.

 2. Kemandirian di Bidang Ekonomi dan Relevansinya dengan Kemakmuran dan Keadilan di seluruh Penjuru Negeri serta Mendorong Kemajuan Ekonomi bagi Bangsa – Bangsa di Dunia.

Memang tidak pernah mudah menjadi bangsa Indonesia, karena selamanya kita terikat dalam falsafah kebangsaan Kemakmuran dan Keadilan, Kemerdekaan, dan Perdamaian bagi seluruh dunia. Tentunya falsafah ini tidak bertujuan untuk menjadikan bangsa kita menjadi superior dan dominasi di seluruh dunia, tetapi lebih kepada kearifan bangsa Indonesia dalam melakukan segala bentuk kemaslahatan di seluruh penjuru bumi. Bagi bangsa Indonesia tak ada yang lebih penting dari menjalankan kerja – kerja kemaslahatan bagi bangsanya dan bagi dunia. Sehingga dipandang perlu untuk selalu mengupayakan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia dan menjadi inspirasi bagi bangsa – bangsa yang tertinggal.

Kini pembangunan infrastruktur untuk menjadi modal bagi kebangkitan ekonomi bangsa Indonesia sedang digairahkan di seluruh penjuru nusantara. Ketahanan energi dan pangan juga menjadi bagian dari resolusi pemerintah Indonesia di setiap kesempatan. Yang menjadi keprihatinan bersama adalah semua itu bermodalkan utang luar negeri, sangat disayangkan ketika bangsa Indonesia membutuhkan solusi cepat untuk pembangunan, wajah negeri kita selalu saja mengarah kepada utang negara. Sesungguhnya hal ini tidak perlu terjadi kalau saja integritas bangsa Indonesia didukung didalam negeri dengan membuat Surat Berharga Negara yang dihimpun dari rakyatnya sendiri, sehingga ketika ingin melakukan pembangunan, rakyat turut merasa memiliki hasilnya. Ekslusivitas ekonomi di Indonesia menjadi penghalang bagi rakyatnya untuk berperanserta dalam pembangunan, hal ini sesungguhnya tidak perlu terjadi apabila negara dan rakyat bahu membahu dalam pembangunan.

Ketika masuk ke bidang ekonomi muncul sifat sosial yang laten di masyarakat, sifat individualis dan mementingkan dirinya sendiri. Sedangkan Kemandirian di Bidang Ekonomi adalah sebuah sifat kebangsaan yang kolektif diberbagai bidang. Pemerintah lebih menitikberatkan kerjasama ekonomi dengan pihak luar negeri sebagai jalan pintas, investasi menjadi pokok penting di tanah air Indonesia, yang pada jangka panjang akan membuat bangsa Indonesia kehilangan kedaulatannya ketika selalu saja mengupayakan kelayakan investasi sebagai poros ekonomi.

Sesungguhnya bangsa Indonesia sangat akrab dengan ekonomi kerakyatan dengan berbagai bentuk enclave masyarakat yang membentuk koperasi di banyak bidang untuk memberdayakan ekonominya. Rakyat Indonesia terbiasa memiliki Koperasi Unit Desa, rakyat Indonesia terbiasa memiliki Koperasi Karyawan, rakyat Indonesia terbiasa memiliki Koperasi Nelayan, rakyat Indonesia terbiasa memiliki Koperasi lainnya diberbagai bidang, yang sayangnya tidak dijadikan pondasi ekonomi negara dan digenjot potensi ekonominya untuk kepentingan ekonomi yang lebih besar dalam berbangsa dan bernegara. Pemerintah lebih percaya perbankan dibandingkan dengan Koperasi, sementara menyentuh Koperasi dianggap sebagai mengusik peran dan fungsi kemasyarakatan bangsa Indonesia, sementara rakyat juga butuh tahu kesulitan yang dihadapi negaranya, agar secara tanggung renteng bisa memberikan solusi. Berjaraknya negara dengan rakyatnya di bidang ekonomi ini menghantarkan kita kepada ulasan Trisakti yang berikutnya, yakni Berkepribadian dalam Berbudaya.

3. Berkepribadian dalam Berbudaya dan Relevansinya dengan Ambiguitas Negara terhadap Rakyatnya.

Menjadi Indonesia itu merupakan sebuah anugerah yang tiada duanya bagi bangsa Indonesia, keelokan alam nusantara, keindahan ragam etnis dan kearifan budaya dalam menjalani berbagai sendi – sendi kehidupan. Sayangnya sikap negara terhadap keragaman etnis dan budaya ini sebagai sebuah entitas masyarakat yang dianggap ekslusif. Sebaliknya justru ragam budaya yang ada di Indonesia perlu muncul ke permukaan. Oleh negara keragaman budaya ini dipersempit dengan pemahaman bahwa budaya tidak boleh lebur dengan kemajuan jaman, sementara masa depan harus mengenal Indonesia secara utuh, baik ragam etnis, suku dan bahasanya.

Keberpihakan politik dan kelemahan dalam berekonomi di Indonesia mengurung budaya Indonesia terkukung dalam sekat – sekat tradisionalisme dan adat istiadat yang semu dan seremonial. Sementara sesungguhnya budaya Indonesia adalah sebuah entitas kebangsaan yang tidak boleh terpisah dari entitas negaranya. Sikap ekslusif negara terhadap etnis, suku dan adat istiadat ini mesti lebur dalam kehendak kebangsaan yang sama, yakni menjadi merdeka, menjadi berdaulat, menjadi adil dan menjadi makmur. Keprihatinan yang mengemuka adalah ragam budaya Indonesia mulai dilibatkan ketika modal investasi masuk yang kemudian menggedor kesadaran tradisionalisme rakyat dengan modernitas.

Yang ingin ditekankan dalam ulasan ini adalah bangsa Indonesia dapat maju di segala bidang tanpa harus meninggalkan identitas kebudayaannya. Bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang besar tanpa harus mengaduk – aduk adat istiadatnya. Bangsa Indonesia dapat menjadi lightning star bagi dunia ketika menjadi bangsa yang maju dengan keragaman entitas kebudayaannya dan bangsa Indonesia harus terbuka dengan keragaman yang budaya nenek moyangnya sendiri. Karena bangsa Indonesia adalah anak kandung dari Rahim ibu pertiwi maka segala keragaman budaya dan alam Indonesia adalah keluarga bagi kita semua.

Trisakti merupakan saripati nilai yang menjadi landasan kerja kemaslahatan bangsa Indonesia. Menjadi alat ukur bagi bangsa kita untuk menoleh ke belakang dan meneropong ke depan. Perlu diinsyafi bersama bahwa Trisakti menjaga kita dari lajunya roda jaman yang menggedor kesadaran kebangsaan, kerakyatan dan kebangsaan bangsa Indonesia. Sehingga roda kenegaraan kita memiliki pedoman dalam melakukan kerja – kerja kemaslahatan untuk terciptanya bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Merdeka!!!

Ilustrasi Budaya

Kotim Belum Memiliki Pustakawan dan Arsiparis


eRHa45 – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah belum memiliki pustakawan dan arsiparis yang sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas dinas yang baru terbentuk tersebut.

“Untuk sementara kami memanfaatkan sumber daya daya manusia yang ada. Kalau ada perekrutan pegawai negeri sipil atau tenaga kontrak, kami akan mengajukan usulan perekrutan pustakawan dan arsiparis,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kotawaringin Timur, Suparmadi di Sampit, Senin.

Pustakawan adalah seseorang yang bekerja di perpustakaan dan membantu orang menemukan buku, majalah, dan informasi lain. Seiring kemajuan teknologi, mulai tahun 2000-an, pustakawan juga mulai membantu orang menemukan informasi menggunakan komputer, basis data elektronik dan peralatan pencarian di internet. 

Sementara itu, arsiparis adalah pegawai yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan kearsipan pada instansi pemerintah, tidak termasuk kegiatan mengurus, memberkaskan dan mengelola arsip-arsip aktif. Kegiatan kearsipan yakni kegiatan dalam bidang pembinaan, pengelolaan dan pelayanan arsip, penilaian dan penyelesaian arsip serta pemasyarakatan arsip.

Selain belum memiliki pustakawan dan arsiparis, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kotawaringin Timur juga membutuhkan tambahan pegawai. Saat ini pegawai di dinas itu hanya 20 orang, sehingga belum mencapai jumlah ideal.

“Meski begitu kami selalu berusaha memberikan pelayanan maksimal dan terbaik. Alhamdulillah kini perkembangannya positif,” tambah Suparmadi.

Setiap hari, jumlah pengunjung sekitar 60 orang dari berbagai kalangan. Tidak hanya pelajar dan mahasiswa, ada pula pengunjung dari kalangan masyarakat umum.

Saat ini jumlah keanggotaan perpustakaan daerah telah mencapai 3.149 orang. Ini menandakan minat baca masyarakat Kotawaringin Timur cukup besar dan terus meningkat.

Suparmadi mengatakan, pihaknya terus berupaya melakukan pembenahan, terutama dalam hal penambahan judul-judul buku baru. Dinas yang terletak di Jalan Achmad Yani Sampit tersebut saat ini telah memiliki sebanyak 16.146 judul buku dengan jumlah buku mencapai 35.700 lebih.

Buku-buku yang tersedia mulai dari pendidikan anak usia dini, pelajar, mahasiswa hingga bagi masyarakat umum. Pembenahan terus dilakukan, seperti mengupayakan pelebaran ruang baca serta tempat penyimpanan buku yang dirasa cukup sempit sehingga harus diperluas.

Sumber : Kantor Berita Antara