Posts

Aysa dan Anggina, Peneliti OBat Herbal Asli Dayak. Dok. Detik

Aysa dan Anggina, Dua Siswi Kalteng yang Berhasil Temukan Obat Kangker Payudara

eRHa45—Dua Siswi SMAN 2 Kota Palangkaraya patut dibanggakan lantaran telah menemukan obat herbal tradisional Suku Dayak untuk mengobati kanker payudara.

Dua siswi tersebut mampu mencetak prestasi di mata dunia. Yakni , Aysa Aurealya Maharani dan Anggina Rafitri mampu menjawab kebuntuan pengobatan kanker yang dipercaya sulit untuk ditemukan.

Official Account Indonesian Young Scientist Association (IYSA) melaporkan bahwa Aysa dan Anggina sebelumnya juga telah mengikuti kompetisi Youth National Science Fair 2019 (YNSF) di Universitas Pendidikan Bandung (UPI).

Selama proses penilaian kedua siswi tersebut pun dinyatakan lolos dan berhasil menyabet sebagai pemenang YNSF, kemudian mereka mewakili Indonesia untuk mengikuti World Invention Creativity (WICO) di Seoul, Korea Selatan pada 25-27 Juli 2019 lalu.

Dari perjuangan selama mengembangkan hasil penemuannya, rupanya Aysa dan Anggina berhasil memikat tim penilai di ajang WICO dan terpilih sebagai pemenang di ajang tersebut.

Apa yang mereka perkenalkan? Adalah akar tanaman Bajakah Tunggal, yang berasal dari Kalimantan Tengah (Kalteng). Yang kemudian diolah sedemikian rupa sehingga mampu menciptakan obat bagi pendertia kanker payudara.

Sekedar informasi, bahwa kanker payudara bisa terjadi karena pertumbuhan sel di bagian payudara yang tak normal. Dalam perkembangannya sel tersebut membelah dengan cepat, berkumpul dan membuat suatu benjolan dan bisa menyebar ke seluruh organ di sekitarnya.

Dari penemuannya Aysa dan Anggina, rupanya masih belum mau menjelaskan secara rinci apa dan bagaimana penemuannya itu bekerja. Yang jelas, dari upaya yang mereka lakukan. Pemerintah wajib menangkap dan mengembangkan penemuan dari dua siswi berprestasi ini.

Suasan Tim Pengendali Infalsi Daerah (TPID) sedang mempresentasikan Hasil Temuannya.

Perekonomian Kalteng Alami Fenomena Deflasi Tertinggi se-Kalimantan

eRHa45—Perekonomian Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tercatat mengalami deflasi tertinggi jika di bandingkan dengan wilayah lain di Kalimantan. Jika berdasarkan fakta tersebut, maka Provinsi Kalteng telah berhasil menekan kenaikan harga cukup baik untuk kesejahteraan masyarakat.

Ketika mendengar Inflasi, tentu masyarakat tidak menginginkan itu terjadi. Inflasi merupakan musuh besar, dan wajib dihindari dari suatu daerah yang sedang dalam proses berkembang. Kenaikan harga barang yang tak terkendali mampu memperburuk kondisi perekonimian, sehingga deflasi ialah fenomena perekonomian yang justru sangat ditunggu.

Wakil Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalteng, Setian menjelaskan. Kota Sampit ikut berkontribusi dalam deflasi yang terjadi saat ini. Di bulan Februari 2019, Deflasi Kalteng tercatat nampak baik yakni mencapai 0,65 persen.

Sayangnya untuk di kota Palngkaraya masih terdapat 0,09 persen inflasi, yang menahan laju deflasi di tanah Borneo ini. Namun itu teratasi dari segi komoditi, ayam ras merupakan penyumbang deflasi cukup baik di beberapa daerah Kalteng awal tahun ini.

Melihat hal itu Setian mengungkapkan, untuk di bulan Maret 2019, pihaknya dan seluruh yang terkait akan terus mengawasi harga pasar. Serta mengendalikan daya ekspetasi masyarakat dengan mengeluarkan laporan release.

Setian melanjutkan, dirinya juga akan berupaya menjaga ketersedian stok barang kebutuhan, serta kelancaran distribusinya. Ini dilakukan untuk mengamankan daya beli masyarakat dan melakukan action dengan men-supply daging ayam segar beku untuk mempertahankan angka deflasi.

“Untuk stok bahan pangan seperti beras, gula, minyak goreng, tepung terigu dan daging kerbau cukup memadai pada bulan ini. Stok ayam beku segar juga akan ditambah untuk memenuhi permintaan kebutuhan dikemudian hari” tutup Setian.