Posts

Bandara Tjilik Riwut Disaat Senja, Dok.Instagram Bandara Tjilik Riwut

Presiden Resmikan Terminal Baru Bandara Tjilik Riwut

eRHa45—Terminal Bandar Udara (Bandara) Tjilik Riwut Palangkaraya saat ini telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, pada Rabu (8/4/2019).

Bandara yang sebenarnya sudah mulai aktif pada 23 Maret 2019, Presiden bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi optimis dengan adanya bandara baru ini bisa mendongkrak daya wisata Kalimantan Tengah (Kalteng). Tak sampai di situ Joko Widodo pun menambahkan bandara Tjilik Riwut diyakinkan bakal menjadi motor ekonomi Provinsi Kalteng.

“Pembangunan bandara yang dilakukan kurang lebih 4 tahun sudah selesai, anggaran pembangunan ini Rp 700 miliar. Yang jelas ini antisipasi kebutuhan penumpang yang sangat tinggi, jadi diharapkan bisa mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimatan Tengah,” ujar Joko Widodo saat peresmian.

Terminal baru Bandara Tjilik Riwut memiliki luas 29.124 m2 dan dapat menampung hingga 2.200 orang per harinya. Sebelumnya, terminal lama hanya dapat menampung 600 orang saja.

Saat ini, ada enam maskapai yang melayani penerbangan dari dan ke Palangkaraya, antara lain Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, Wings Air dan Transnusa.

Ke depannya, akan ada pembukaan kembali beberapa rute yang sebelumnya ditutup, seperti penerbangan dari Solo-Palangkaraya serta Jakarta-Palangkaraya.

Untuk penambahan rute sendiri, Kemenhub menyatakan akan merealisasikannya meski belum ada jumlah yang tepat.

Kondisi Ruang Tunggu BandaraTjilik Riwut

Bandara Tjilik Riwut Resmi Dikelola Oleh Angkasa Pura II

eRHa45—Kementerian Perhubungan dikabarkan telah menyerahkan pengelolaan Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya kepada pihak Angkasa Pura II.

Masa Pengelolaan Angkasa Pura tersebut diberi waktu konsensi selama 30 tahun, dengan skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP).

“Tujuan kerja sama ini guna meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dan profesionalitas pengelolaan Bandara Tjilik Riwut. Dengan kerja sama ini kami berharap dapat meningkatkan perekonomian daerah dan nasional,” ujar Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Polana B Pramesti di Jakarta, Kompas (19/12/2018).

Aset Bandara Palangka Raya juga diketahui senilai Rp 3,68 triliun yang meliputi lahan, kelengkapan fasilitas, dan peralatan lainnya.

“Total aset Rp 3,68 triliun, dalam bentuk tanah dengan luas 388 hektar, peralatan dan mesin berjumlah 3.104 unit, gedung dan bangunan 81 unit, jalan irigasi serta jaringan 74 unit, aset tetap 9 unit, aset tak terwujud 5 unit,” ungkap Polana.

Dengan demikian, lanjut Polana, pemerintah nantinya akan menerima Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari skema kerjasama yang sudah ditetapkan. Besar kontribusi manimal 0,25 persen dari nilai wajar barang milik negara (BMN) dam akan mengalamai kenaikan 4,95 persen di setiap tahunnya. Lalu akan dilakukan pembagian untung 3,7 persen per tahun apabila sudah mendapat keuntungan.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menyambut baik apa yang akan diserahkan kepadanya, baginya dari upaya penyerahan pengelolaan bandara ini adalah satu hal baru pertama kali di perusahaanya.

“Kerja sama BMN ini saya rasa disamping jadi hal yang pertama kali, ini juga jadi hal baru di transportasi udara. Ke depannya enggak ada lagi PMN, skema KSP jadi opsi,” kata Awaluddin. Ia yakin proses pengelolaan nantinya akan berjalan baik.

Diketahui Bandara Tjilik Riwut memiliki luas landasan pacu 2.500×45 meter persegi, yang nantinya luas lahan tersebut direncanakan bakal diperluas 3000 meter. Pembangunan terminal baru dengan luas 29.144 meter juga tengah dilakukan. Saat ini terminal yang beroperasi baru seluas 3.865 meter.