Posts

Momen Sugianto Sabran Saat Berbincang dengan Ketua Karang Taruna Kalteng Abdul Hafid (kiri) belum lama ini di Sampit dalam kegiatan Kebangsaan, Dok.Beritasampit

Gubernur Kalteng Fokus Kembangkan Pendidikan Masyarakat

eRHa45–Kalimantan Tengah (Kalteng) masuk dalam 5 provinsi terbaik dalam kategori rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Penilaian itu berdasarkan pada penilaian Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) terhadap 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Dilaporkan oleh Merdeka.com Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran mengaku tidak lantas tinggi hati. Menurut dia, Kalteng harus lebih bersaing lagi dengan daerah lain agar bisa setara dengan provinsi-provinsi di Pulau Jawa.

Adapun penilaian terhadap Kalteng yang masuk dalam 5 provinsi terbaik pada RPJMD yakni berkaitan dengan indeks pembangunan manusia (IPM). Indikatornya sumber daya manusianya (SDM). Hal tersebut menjadi perhatian bagi gubernur dan mendasari untuk meningkatkan pembangunan pada dunia pendikan Kalteng.

“Kami masih kalah dengan Pulau Jawa. Karena IPM berkaitan dengan SDM kami belum bisa menyentuh seperti DKI Jakarta. Saat ini IPM DKI Jakarta mencapai 7,18 persen,” ucap Sugianto Sabran di sela-sela kunjungan kerjanya ke Kecamatan Kumai, Minggu (17/3).

Sugianto menjelaskan, salah satu yang menyebabkan masih rendahnya SDM di Kalteng, karena masih banyak remaja yang tak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi setelah lulus SLTA.

“Di Kalteng hampir 40 persen remaja yang tamatan SMA tidak mau lagi melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” bebernya.

Gubernur berharap, ke depannya anak-anak yang mampu maupun tak mampu bisa melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan demikian, SDM Kalteng akan memiliki kemampuan dan daya saing.

“Sejauh ini memang pemprov belum bisa membantu secara maksimal. Namun, paling tidak kami sudah ada upaya untuk ke arah sana, membantu agar anak-anak kami bisa melanjutkan sekolah ke tingkat perguruan tinggi,” imbuhnya.

Dia mencontohkan, sebelumnya pemprov mengumpulkan kepala sekolah tingkat SLTA se-Kalteng, terkait permintaan untuk mengupayakan alokasi dana bantuan operasional sekolah (BOS) daerah, di luar dari dana BOS pusat.

“Kami pun mempertimbangkan permintaan tersebut. Karena setelah dikaji, sebenarnya daerah masih bisa menyiapkan anggaran tersebut, dengan catatan diperuntukkan hanya bagi siswa tak mampu. Berbeda dengan dana BOS pusat, yang dihitung berdasarkan jumlah pelajar di sekolah secara keseluruhan,” pungkasnya. (Red)

Momen Gubernur Kalteng memantau Bandara Tjilik Riwut, Dok: BanjamasinPost

Gubernur Kalteng Pantau Bandara Tjilik Riwut Jelang Kedatangan Jokowi

eRHa45– Presiden RI Joko Widodo, dijadwalkan akan datang ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada tanggal 7 Februari 2019 mendatang bersama sejumlah menteri.

Mengutip laporan Banjarmasin Post, Rencana kedatangan Presiden ke Palangkaraya tersebut, dalam rangka meresmikan terminal baru di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, yang akan dioperasionalkan Fabruari 2019 mendatang.

Pembangunan Terminal Penumpang baru Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalteng tersebut, sebagai bentuk program Presiden RI, Joko Widodo yang ingin memeratakan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran , bersama sejumlah kepala dinas, memantau teminal baru Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Rabu (2/1/2018). Rencananya terminal baru ini akan di resmikan Presiden RI, Joko Widodo, tanggal 7 Februari 2019 mendatang.

“Ya, saya dapat informasi dari kepala bandara terminal penumpang yang baru akan diresmikan Presiden Bulan Februari 2019 mendatang, sehingga saya hari ini memantau ke lapangan untuk melihat secara langsung,” ujarnya.

Kepala Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalteng, Paryono, mengatakan, hingga saat ini pembangunan bandara sudah mencapai 100 persen dan sudah bisa dioperasionalkan.”Tapi peresmiannya tunggu kedatangan Presiden,” ujarnya.

Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, Foto; Medeka.com

Gubernur Kalteng Ingatkan Untuk Waspada Dalam Menggunakan Handphone

eRHa45—Pada perayaan HUT Barsel ke-59 Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran mengingatkan seluruh pejabat dan jajaran agar hati-hati dalam menggunakan Handphone di era digital saat ini.

Ini ditekankan lantaran penyalahagunaan Handphone (Ponsel Pintar) seperti Android ataupun Ios, digunakan untuk mempermudah para koruptor untuk tindak korupsi. Bahkan KPK pun kini sudah jeli dalam menindak perkara tersebut. Dengan melacak dan menyadap, dapat dengan mudah meringkus dengan alat bukti Handphone tersebut.

“Kalau ada orang yang menelpon tidak ada pada tempatnya, atau yang memghubungi kita tidak terdaftar, tidak perlu diangkat. Karena zaman sekarang itu sudah muncul zaman fitnah, sehingga bisa saja orang itu mau menjebak,” ucap Sabran, mengutip KaltengEkspres, Sabtu (22/9/2010).

Hal tersebut didasari, bahwa Sabran tidak ingin di wilayah ada yang tersangkut dalam tindak korupsi. Terlebih bagi para pejabat, ia mengingatkan agar tetap menjaga kredibilitas untuk Kalteng yang kondusif.

“Coba saja Kabid Provinsi atau Kadis Provinsi Kalteng bertelponan dengan Bupati atau dengan DPRD Provinsi, mengatakan pak ini ada proyek Rp 40 miliar akan masuk ke Barsel. Dari segi bahasa percakapan tersebut bila disadap langsung bapak ibu akan menjadi pesakitan nantinya,” lanjutnya.

Disisi lain ia juga meminta pada Bupati dan Walikota dan jajarannya agar serius dalam menangani permasalahan kesehatan di wilayahnya. Kemudian jangan sampai jika ada pasien yang tidak mampu berobat lantaran penyakit tumor misalnya, tegas Sabran, ia tidak ingin dengar ada rumah sakit yang menolak dengan alasan pasien tersebut tidak mampu.

“Bila rumah sakit daerah tidak mampu, segera rujuk ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, sehingga bila tidak mampu juga maka dapat segera dirujuk ke rumah sakit diluar Kalteng. Pimpinan di daerah harus memiliki empati kepada masyarakanya, Bupati bisa membantu melalui kebijakan,” paparnya.

Dikarenakan jika kesulitan dalam masalah anggaran, bisa menghubungi Gubenur dan menyampaikannya. Nantinya Gubernur akan menghimpun dan menggunakan dana APBD atau bantuan CSR perusahaan besar di wilayahya untuk digunakan, lantaran disini Gubernur memiliki kebijakan besar.

“Saya tidak ingin ada lagi rumah sakit dikalteng menolak pasien orang orang miskin, karena itu tugas kita selaku pimpinan yang hadir saat masyarakatnya  membutuhkan,” tutupnya.

Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, Foto; Medeka.com

Gubernur Kalteng Larang Aksi #2019GantiPresiden di Wilayahnya

eRHa45—Akibat tagar #2019GantiPresiden yang heboh di media sosial membuat Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) memberikan amanat untuk aparat keamanan agar tidak memberikan izin aksi deklarasi di wilayahnya, pasalnya aksi tersebut dinilai akan menimbulkan perpecahan di masyarakat.

“Saya sudah sampaikan kepada Kapolda dan Danrem, agar dilarang deklarasi tagar itu di Kalteng. Daripada isu-isu yang ingin memecah belah masyarakat, lebih baik jangan. Silakan di provinsi lain, tapi di Kalteng saya larang,” ucap Sugainto Sabran, mengutip Merdeka.com, Kamis (20/9/2018).

Menurutnya suasana kondusif itu penting untuk selalu dijaga, ini dikarenakan akan mempercepat proses pembangnan agar tak mengalami gangguan. Akibatnya para investor merasa nyaman untuk berinvestasi di Kalteng.

“Masyarakat beraktivitas pun tetap nyaman dan tidak ada gangguan. Jadi, siapapun yang menjadi Presiden, silakan saja. Tapi kondisi Negara, khususnya Kalteng harus tetap aman dan nyaman. Itu yang paling penting,” lanjutnya.

Ia juga mengungkapkan dirinya tidak mau mengumumkan siapa pasangan Capres-Cawapres yang akan dipilihnya. Namun ia juga mempersalahkakn beberapa media sosial yang memberitakan dirinya mendukung  Capres Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Biarkan saja media itu. Biasa saja itu. (Kalau untuk dukungan) itu kan rahasia,” Kata Suagianto Sabran.

Yang terpenting adalah, lanjut Sabran, bagaimana memastikan kesiapan Pemilihan Presiden di tahun 2019 berjalan lancar dan aman. (Wes)

Momen Gubernur Kalteng Mendapatkan Penghargaan, Foto; Detik

Gubernur Kalteng Dapat Penghargaan Satyalencana Dari Presiden

eRHa45–Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menerima penghargaan Satyalancana Pembangunan yang diberikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Satyalancana Pembangunan diberikan kepada kepala daerah yang dianggap telah memberikan kemajuan dalam hal pembangunan negara.

Penghargaan itu diberikan berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 56/TK/Tahun 2018 Tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan

“Kita mengucapkan, pertama, bersyukur dan terima kasih alhamdulillah kepada Bapak Presiden Republik Indonesia dan kepada rakyat Kalteng dan UMKM di Kalimantan Tengah,” ujar Gubernur Kalteng Sugianto Sabran di Hari Koperasi Nasional ke-71, ICE-BSD, Tangerang. , Kamis (12/7/2018).

Dia mengatakan, meski anggaran yang dimiliki oleh daerahnya tergolong minim, namun ia berjanji akan semaksimal mungkin untuk melatih para pelaku UMKM, PKK, hingga perbankan agar bisa berkembang.

Melangkah tahun ketiga di pemerintahannya, Sugianto mengungkapkan bahwa pihaknya sejalan dengan Nawacita Jokowi. Dijelaskannya, meski APBD Kalteng sekitar Rp 4,4 triliun, ia berupaya menggenjot bidang infrastruktur, pendidikan dan kesehatan yang ada di Kalteng.

“Biarpun APBD kami kecil Rp 4, 4 triliun dan ada kenaikan PAD sekitar Rp 500 miliar tapi belum maksimal, ini akan kami genjot terus. Di anggaran kami, angaran murni 2018, di bidang infrastruktur anggaran murni kami itu 40 persen, pendidikan menyentuh 27 persen, anggaran kesehatan sama tinggi juga,” ujarnya.

Selain itu pihaknya juga tengah menggenjot sektor pariwisata Kalteng agar bisa menarik warga luar pulau seperti Jakarta di Pulau Jawa, dan masyarakat Bali.

“Kami juga bangun destinasi wisata supaya orang Jakarta atau Bali tidak harus ke Bogor, Jawa Barat, ke depan bagaimana (wisata) ke Kalteng,” kata Sugianto.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan koperasi harus mengikuti perubahan zaman yang sangat cepat. Untuk itu ia meminta agar insan koperasi Indonesia bisa memanfaatkan teknologi digital seperti media sosial dan e-commerce untuk mengembangkan usahanya.

“Bagaimana perkembangan mulai dulu dengan semua anggota. Koperasi harus pinter pakai WhatsApp, semua anggota fasih memanfaatkan fitur yang ada di dalam aplikasi WA. Kemudian koperasi juga pasang laman di Instagram, Facebook, sekali kita ke media sosial kita harus ngerti juga mana posting-posting yang menarik, yang menyentuh dan mana yang menarik perhatian,” tuturnya.

Dalam acara ini, Presiden RI menyerahkan dua jenis Tanda Kehormatan kepada sosok berprestasi. Selain Satyalancana Pembangunan, Presiden juga menyerahkan Tanda Kehormatan Satya Lencana Wira Karya (SLWK).

Satyalancana Pembangunan diberikan sebagai penghargaan untuk sosok berjasa bidang pengelolaan, pengembangan dan pembangunan, dan SLWK sebagai penghargaan kepada warga sipil yang sangat berjasa dan berbakti kepada bangsa dan negara dalam suatu bidang tertentu.

Selain dihadiri oleh Presiden Jokowi, hadir pula dalam acara Menko Perekonomian Darmin Nasution, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Nurdin Halid, sejumlah pejabat daerah, dan dan koperasi. Rangkaian acara Peringatan Hari Koperasi Nasional sendiri telah dimulai sejak 12 hingga 15 Juli 2018. (Red)

Sumber: Detik.

 

Ilustrasi

Marak Isu Terorisme, Masyarakat Kalteng Dihimbau Untuk Tenang

eRHa45–Dari serangkaian aksi teror bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo dalam waktu 24 jam pada Minggu (13/5) lalu, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Renhard Atu Narang dan Gubernurnya Sugianto Sabran menghimbau bagi masyarakat Kalteng untuk tetap jaga persatuan dan hindari segala propaganda buruk yang dibentuk dari aksi terorisme.

Menurut Atu dari aksi yang telah terjadi di Jawa Timur, luapan kemarahan dan tindakan mengutuk aksi tersebut tetap harus dijaga dengan ketenangan dan di wujudkan dengan bersama-sama menjaga daerah masing-masing.

namun demikian, Atu tetap tegas untuk aparat agar segera meningkatkan keamanan. seperti tempat-tempat ibadah dan pusat keramaian lainnya hingga sampai benar-benar kondusif.

“Kita memang tidak takut terhadap teroris, tapi seluruh lapisan masyarakat dan aparat harus bersama-sama menjaga daerah ini. Jangan sampai aksi teroris terjadi di Provinsi ini,” kata Atu Narang, seperti yang dikutip oleh BeritaSampit, Senin (14/5).

Sejalan dengan dikatakan Atu, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menegaskan dari seluruh komponen provinsi telah sepakat untuk tidak menerima siapa pun yang diindikasikan dengan kekerasan dan premanisme.

Untuk itu, lanjut Sabran, saat ini memang perlu rancangan undang-undang (RUU) perkara terorisme untuk segera di sahkan oleh DPR. Pasalnya dengan pengesahan ini, agar pencegahan dan pelibatan TNI dalam menangani teroris jelas memiliki landasan hukum.

“TNI ini kan latihan setiap hari, tapi kalau tidak ada landasan hukum untuk menindak teroris, ya susah juga. Kita mendesak lah DPRD RI segerah mengesahkan RUU teroris tersebut, agar negara ini kembali aman dan tentram,” kata Sugianto.

Sugianto melanjutkan, di tanah bumi Pancasila tindak terorisme dan narkoba itu sama pentingnya. Untuk itu, negara pun perlu memikirkan bagaimana kedua hal tersebut bisa diberantas sampai ke akar-akarnya.

“Pada dasarnya provinsi ini aman dari tindakan teroris. Tantangan terbesar provinsi ini sebenarnya masalah narkoba. Itu kenapa saya sangat serius masalah narkoba. Saya bahkan berharap Presiden membentuk tim khusus untuk membasmi narkoba,” pungkasnya.WES

 

Ilustrasi Bnadar Tjilik Riwut; Foto@Tempo.co

Dampak Positif Pembangunan, Penumpang Bandara Tjilik Riwut Naik 13,6% Per Tahun

eRHa45Dampak positif yang bisa dirasakan dari pembangunan infrastruktur di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), bisa dilihat dari pertumbuhan penumpang di Bandara Tjilik Riwut mencapai 13,6 persen lebih besar, ketimbang pertumbuhan jumlah penumpang negara Asia Pasifik yang hanya miliki kenaikan rata-rata 9 persen.

Sebelumnya Gubernur Kalteng Sugianto Sabran pada Rabu (12/4), mengklaim bahwa pihaknya dengan berfokus di bidang pembangunan infrastruktur, guna menunjang perekonomian masyarakat setempat. Dana yang dialokasikannya pun tak tanggung-tanggung, untuk fokus pembangunan di bidang infrastruktur Pemprov Kalteng menjatahkan 40 persen anggarannya yang bersumber dari APBD.

Dengan merujuk pernyataan tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Agus Santoso, menyikapi positif pembangunan di bidang infrastrukur. Menurutnya, hal tersebut bisa terlihat pada jumlah peningkatan 1 juta penumpang per tahun.

“Sudah ada 13 persen pertumbuhannya, dan ini hal yang luar biasa sehingga kami harus siap antisipasi mulai sekarang. Antara lain banadara baru dengan luas 29.500 meter persegi, mampu menampung 1800 penumpang secara bersama-sama, dan dapat pula memparkir 9 pesawat secara bersama” terangnya, saat mendampingi kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI, dalam rangka meninjau bidang infrastruktur transportasi di wilayah Kalteng.

Akibat dari jumlah penumpang yang cukup tinggi, kini konsentrasi penyelesaian bandara baru Tjilik Riwut perlu dipercepat, sehingga ketika memasuki tahun 2019 setidaknya bandara Tjilik Riwut sudah bisa beroperasi.

“Hal ini terlihat dari salah satu BUMN operator bandara, PT angkasa Pura II juga sudah menyatakan ketertarikan untuk mengelolanya” pungkasnya.WES