Posts

Lahan calon ibu kota baru. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Rusia Berniat Kucurkan Dana untuk Bantu Pembangunan Ibu Kota Baru

eRHa45—Setelah negara Uni Emirates Arab tertarik untuk investasi di Kalimantan Tengah (Kalteng), baru-baru ini Negara Rusia pun dikabarkan tertarik menginvestasikan sejumlah dana untuk membantu pembangunan lokasi Ibu Kota Baru yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Menteri Perdangangan Enggartiasto Lukita mengatakan, bahwa ketertarikan negara Rusia itu disampaikan langsung oleh Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia Maksim Oreshkov di sela-sela pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN ke-51 di Bangkok, Thailand.

“Rusia menyampaikan akan memberikan dukungan terhadap infrastruktur yang lain, apalagi terkait pemindahan ibu kota,” jelas Enggartiasto seperti dikutip Antara, Selasa (10/9).

Di sisi lain Rusia juga sempat mempertanyakan mengenai proyek kereta api batu bara yang ada di Kalteng. Ini merupakan langkah baik, lanjutnya, dan yang perlu diketahui bahwa sebelumnya negara Rusia pun tertarik dengan konsep kereta api batu bara di wilayah Kalimantan dengan nilai US$2,5 miliar sepanjang 198 kilometer.

“Pihak Rusia mempertanyakan hal yang masih tertunda dan ditanyakan Rusia yakni proyek Russian Railways dari Kalimantan Tengah untuk kereta batu bara. Saya akan sampaikan itu ke menteri yang terkait masalah ini dan apa saja hal-hal yang terhambat,” tutur dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan ibu kota Indonesia akan berpindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Pemindahan ibu kota ini ditaksir menelan dana hingga Rp466 triliun, di mana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya akan berkontribusi 19 persen saja.

Momen Sugianto Sabran Saat Berbincang dengan Ketua Karang Taruna Kalteng Abdul Hafid (kiri) belum lama ini di Sampit dalam kegiatan Kebangsaan, Dok.Beritasampit

Gubernur Kalteng Usulkan Tiga Wilayah untuk Ibu Kota Baru RI

eRHa45–Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran menyarankan tiga daerah di Kalimantan Tengah untuk jadi ibu kota baru Indonesia. Bahkan Ia juga sempat mengaku ditanyai oleh Presiden Joko Widodo soal potensi Kota Palangkaraya saat ini jika dijadikan pusat pemerintahan.

“Saya jawab, mohon maaf Pak Presiden, kemungkinan tidak fleksibel lagi karena perkembangan zaman, kelahiran bertambah, dan perekonomian. Tapi jika Bapak Presiden berkenan, saya ajukan tiga tempat,” ujar Sugianto di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Viva (6/5/2019).

Sabran mengutarakan bahwa untuk usulan pertama ialah di Kota Palangkaraya, dengan kapasitas luas lahan sebesar 66 ribu hektare lebih. Di lokasi kedua, ia mengusulkan untuk di Kabupaten Kantingan yang memiliki luas lahan kurang lebih 120 hektare.

Kemudian di lokasi ketiga, tegasnya, ialah Kabupaten Gunung Mas, dengan besar luas lahan kurang lebih 121 hektare.

“Kenapa disiapkan (total) 300 ribu hektare? Pak menteri tadi menyampaikan bahwa kita butuh cuma 40 ribu hektare, tapi kita melihat Indonesia jangan cuma 50 tahun atau 1 abad, tapi kesiapan lahannya betul-betul sampai kiamat, lahan ini tetap ada,” kata dia.

Ia menjelaskan dari segi ketersediaan lahan yang ada, Pemprov Kalteng nantinya akan terus dikembangkan. Ia juga menyakini, dengan ketersediaan lahan yang ada akan membantu mengurai kepadatan penduduk selama ini.

“Semua pasti akan terjadi kepadatan penduduk seperti di Jakarta, ada gula ada semut,” ujarnya.

Baginya potensi Kalteng disebut hampir 1,5 kali Pulau Jawa. Bahkan Kalteng merupakan Provinsi terluas kedua setelah Papua dengan kualitas air yang terjamin.

“Kita lihat Kalteng itu terdiri dari 11 DAS (Daerah Aliran Sungai), bagaimana kebutuhan air tawar? Tentu akan saya jawab bahwa kita terdiri dari 11 DAS, yang mana banyak, ratusan sungai kecil yang siap untuk jadi ibu kota ini. Kita betul-betul siapkan,” pungkasnya.