Posts

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran dan Bupati Batara H Nadalsyah salam komando saat perayaan HUT ke-69 Batara di Tiara Batara, Senin siang (29/7). (Pemprov Kalteng)

Kinerja Positif, Bupati Barito Utara: Terima Kasih Bapak Gubernur

eRHa45—Menimpali komentar positif yang dilontarkan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Bupati Barito Utara (Batara) menjelaskan bahwa sebenarnya semua kerja kerasnya tak luput dari perhatian Pemprov Kalteng untuk Kabupaten Batara.

Ia mencontohkan Pemprov Kalteng sangat serius dengan pembangunan di setiap daerahnya. Salah satunya adalah bantuan anggaran RSUD Muara Taweh sebesar Rp25 miliar melalui APBD murni dan Rp25 miliar selanjutnya dikucurkan melalui APBD perubahan.

Namun demikian, lanjutnya, Rumas Sakit di terbesar di DAS Barito sebenarnya masih memerlukan anggaran sebesar Rp200 miliar.

“Pemkab Batara telah menganggarkan Rp 100 miliar hingga 2022. Berarti, masih ada kekurangan Rp 50 miliar. Kami berharap provinsi bisa membantu lagi Rp 50 miliar,” harap Bupati, Beritasampit, Rabu (31/7/2019).

Menurut Nadalsyah, masyarakat  mengetahui bahwa pendirian Rumah Sakit Muara Taweh berkat Pemprov Kalteng yang peka terhadap kesehatan masyarakat. Tak hanya itu, masyarakat sangat mengapresiasi pembangunan jembatan Muara Taweh dan jalan Kabupaten dari  Desa Mamphak menuju Simpang Thamrin.

“Kami ada keterbatasan APBD, karena banyak yang harus kami bangun. Saya atas nama masyarakat Batara berterima kasih kepada bapak Gubernur. Warga kami sangat menikmati bantuan bapak,” sebut Nadalsyah.

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran dan Bupati Batara H Nadalsyah salam komando saat perayaan HUT ke-69 Batara di Tiara Batara, Senin siang (29/7). (Pemprov Kalteng)

Gubernur Kalteng Puji Kinerja Bupati Barito Utara

eRHa45—Salah satu upaya untuk bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat ialah dengan meningkatkan taraf perekonomian masyarakat yang ada di suatu daerah. Tentu dalam mengatasinya, peran seorang Kepala Daerah yang cerdik sangat diperlukan dalam hal tersebut.

Seperti yang dilakukan Bupati Barito Utara (Batara) Nadalsyah yang tak hentinya mengupayakan pembangunan insfrastruktur di wilayahnya guna menunjang mobilitas masyarakat. Melihat kinerja Bupati yang positif, Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran memberikan pujian terhadap Bupati Nadalsyah.

Menurut Sugianto, sapaan akrab Gubernur Kalteng tersebut. Nadalsyah dikenal sebagai seorang yang sedikit bicara, namun banyak kerja ketika di lapangan. Ia juga seorang yang tak main-main dalam menyuarakan pembangunan daerah untuk taraf ekonomi masyarakat.

Tak hanya itu, hanya Kabupaten Batara yang dapat menjawab tantangan menanam jagung, yang dampaknya sudah sangat jelas terlihat dari peningkatan produksi jagung Kalteng meningkat.

“Lahan Kalteng sangat luas. Kenapa kita tidak mampu menyiapkan lahan pertanian,” ucap Sugianto, Beritasampit, Rabu (31/7/2019).

Atas dasar kinerja wilayah Batara ini, kemudian Gubernur Kalteng menginstruksikan bagi Kepala Daerah lain untuk terus berupaya meningkatkan produksi dan SDM yang ada di wilayahnya.

Sugianto dengan acuan data yang dipegangnya mengutarakan, bahwa melalui Dinas Pendidikan program beasiswa bidik misi untuk membantu 10.000 Mahasiswa kurang mampu, Pemprov Kalteng telah mengeluarkan anggaran Rp31 miliar di wilayah Batara.

“Anak-anak di Kalteng, jangan sampai ada yang putus sekolah. Anggarkan dari APBD. Anak-anak Kalteng wajib bersekolah. Kitalah (para kepala daerah, red) yang berjuang. Kadisdik dan bupati, cari orang yang sangat miskin. Kita bantu anak-anaknya untuk kuliah,” lanjutnya.

Bahkan dari segi kesehatan kelak diupayakan untuk membangun rumah sakit tipe A, agar masyarakat Kalteng ketika sakit tak perlu lagi berobat jauh hingga keluar daerah Kalteng. Yang menjadi catatan penting di sini ialah, ketika rumah sakit ini terealisasi Sugianto menekankan agar setiap rumah sakit yang ada, tidak menolak masyarakt miskin.

“Jika ini ditemukan, tegas Sugianto pecat saja direkturnya” tandasnya.

 

Ilustrasi Perkebunan Jagung

Tahun 2020, Kabupaten Barito Utara Siap Jadi Lumbung Jagung

eRHa45—Komoditas jagung yang selama ini masih dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat, rupanya kini pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berupaya memprioritaskan komoditas jagung sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang akan dipusatkan di wilayah Kabupaten Barito Utara untuk menjadi sentra lumbung jagung.

Wacana Pemrov tersebut ditargetkan pada 2020 mendatang, ini didasari dari permintaan pasar yang cukup kuat dan kisaran harga komoditas jagung yang sudah mencapai Rp 2.5 juta sampai Rp 3 juta per ton. Faktor pendukung lainnya pun ditenggarai ketersediaan lahan yang cukup di wilayah Kabupaten Barito Utara.

Kepala Dinas Pertanian Barito Utara, Setia Budi dikutip dari Tribun menjelaskan. Fakta harga jual komoditas jagung yang cukup tinggi. Mempeerkuat masyarakat untuk menggarap lahan mereka untuk beralih fungsi yang semula perkebunan karet kemudian ditanami tanaman jagung.

Menurutnya ini adalah siklus harga karet yang cenderung menurun, dan semkain terbukanya pasar komoditas jangung di beberapa wilayah setempat.

“Ini membuat masyarakat sangat bergairah untuk membuka lahan dengan tanaman jagung” ungkap Budi, Sabtu (1/7).

Terlebih berdasarkan data miliknya, kabupaten Barito Utara di tahun 2018 ini terdapat sekitar 1.650 hektar lahan untuk dikembangkan tanaman jagung, yang disebar untuk 9 kecamatan. Bhakan ada 1.200 hektar lahan untuk budidaya tanaman padi gogo pada musim tanam Oktober-Maret 2018/2019.

Kuatnya dukungan pemerintah setempat, lanjut Budi, sudah dirunkan berupa dua Ekskavator dan satu unit Buldozer untuk digunakan membuka lahan. (Wes)