Posts

Keterangan Foto : IST/BS - Pelaku saat diamankan oleh anggota  Polsek Katingan Kuala

Simpan Tiga Buah Paket Sabu, Pemuda Pagatan Hilir Dibekuk Polisi

eRHa45–Menyimpan Narkoba jenis sabu sebanyak 3 buah, Saidin Bin Dasri (38) warga kelurahan Pagatan Hilir, Kecamatan Katingan Kuala, dibekuk petugas pada Kamis (17/5).

Dijelaskan Kapolres Kantingan AKBP Eliester Dharma Bahagia Ginting, penangkapan tersebut dilakukan oleh angota polsek Kantingan Kuala yang sempat mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa Saidin memiliki Narkoba jenis sabu. Dan proses penangkapannya pada pukul 22.00 WIB pihaknya langsung melakukan penggeledahan terhadap tersangka.

“Dari hasil penggelesahan itu ditemukan Narkotika Jenis sabu. Atas kejadian itu pelaku langsung di bawa dan di amankan di Polsek Katingan Kuala guna proses lebih lanjut,” ucapnya, seperti yang dikutip BeritaSampit (17/5/2018).

Hasil penangkapan tersebut Polisi berhasil menyita barang bukti berupa tas kecil berwana merah, tas kecil berwarna putih, serta sebuah sedotan berwarna merah dan empat buah sedotan berwarna putih.

Tak hanya itu, ada sebuah plastik warna putih, tiga buah pipet, dan barang inti 3 buah paket sabu serta toples minyak rambut kecil.

“Tersangka dan sejumlah barang bukti yang diamankan, untuk dilakukan pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut. Sesuai pasal 114 (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Pasal 112 (1) UU nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkasnya.WES

 

Kepala Ditpolair Kombes Pol Badarudin Foto Bersumber Sari Dayak Pos

Ditpolair Kalteng Amankan 700 Potong Kayu Rimba Ilegal

eRHa45—Pengamanan 700 batang kayu log rakitan ilegal tanpa dokumen berhasil diamankan oleh Direktorat Polair Kalimantan Tengah, pada Jumaat (17/5) tepatnya daerah aliran sungai (DAS) Kahayan.

Barang bukti berupa 700 potongan kayu log rakitan ilegal tersebut, Polair menduga berasal dari kabupaten Gunung Mas. Dan saat ini semua barang bukti yang ada, Ditpolair Kalteng telah menyimpan 700 potongan kau tanpa dokumen tersebut di daerah kelurahan Tanjung Pinang, kecamatan Pahandut, Kota Palangkaraya.

Dari hasil pemeriksaan Ditpolair Kalteng, berhasil mengamankan satu tersangka berinisial AY (28) di Polda Kalteng.

Dikatakan Ditpolair Polda kalteng, Kombes Pol Badarudin, bahwa pada Kamis (17/5) pihaknya membenarkan telah melakukan pengamanan 700 potong log rakitan yang didasarkan laporan masyarakat setempat.

“Kita sudah amankan, itu bukan 500 lebih, kalau tidak salah hampir 700 log kayu rimba campuran di tanjung Pinang. Sama sekali tidak ada dokumennya, meranti, rimba campuran. Sekarang sudah kita lakukan pengaman Police Line, dan sudah kita sidik. Karena tersangkanya ada” jelas Badarudin, seperti yang dilaporkan Dayak Pos (18/5).

Badarudin melanjutkan, kronologi bermula saat Ditpolair menerima laporan masyarakat terkait kayu rakitan yang ada di wilayah tersebut. Kemudian, tegasnya, petugas segara melakukan patrol untuk menemukan barang yang dimaksud.

“Tersangka saat ini masih atu, nanti terantung dari perkembangan penyidikan kita. Kalau untuk kebutuhan masyarakat mereka melaksanakan itu hanya kayu-kayu kebun kita tak terlalu mempermasalahkan. Tetapi kalu sekarang bukan kayu kebun lagi, ini sudah kayu rimba, ya kita tindak tegas. Kalau mereka merambat, hutankan beresiko sangat besar. Hal ini yang bisa menyebabkan banjir di wilayah kita” ungkapnya.

Lebih jauh, ia pun menjelaskan kedepan akan terus dilakukan pengecekan seluruh perizinan Bandaw yang bertempat di lokasi tersebut. ini dilakukan lantaran ada dugaan kayu-kayu dari hasil perambahan hutan itu akan dijual ke Bansaw di wilayah tersebut.

“Kita akan tindak lanjuti semua, akan kita cek, saya akan perintahkan kasubditgakum akan kita cek bansaw-bansawnya, kita lihat perizinannya. Dari mana dia mendirikan bansaw itu, kalau lengkap ya silahkan. Semua ada aturan, ada prosedurnya ya kita tidak akan mengambil tindakan. Kita akan melindungi pengusaha yang sudah taat aturan terhadap perizinan-perizinan. Tapi kalau dia ilegal kita akan berantas semua” pungkasnya.WES

 

 

 

 

 

Ilustrasi

Tugas Utama Danrem Baru Di kalteng Ialah Amankan Karhutla

eRHa45—Setidaknya ada dua tugas utama yang harus dilakukan oleh Komandan Korem 102 Panjung yang baru. pertama, mengamankan Pilkada 2018, kedua ialah menjaga keamanan kebakaran hutan.

Hal ini tegas dikatakan oleh Pangdam XII Tanjung Pura ketika seremonial pelantikan dan serah terima Komandan Komando Militer (Korem 102/Pjg). Diketahui serah terima Komandan dilakukan dari Kolonel Arm H M Naudi Nurdika, kepada Kolonel Inf Harnoto di Palangkaraya, pada rabu lalu (16/5).

Menurut Panglima Kodam Mayjen TNI Achmad Supriyadi, penggantian Komandan Korem merupakan peristiwa yang wajar di tubuh TNI AD. Pergantian ini berkenaan ada dua dimensi kepentingan, yakni organisasi dan kepentingan karir prajurit.

Pangdam berpesan apa yang sudah dilakukan oleh Komandan Korem 102/Pjg sebelunya bisa diteruskan oleh Komandan Korem yang baru, terutama dalam hal menciptakan kondisi keamanan dan penyelenggaraan Pilkada serentak di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Ia mengingatkan untuk Provinsi Kalteng ada 10 kabupaten dan 1 kota yang kedepannya akan dilakukan Pilkada serentak 2018. Terlebih Pangdam sangat mengepresiasi kinerja Komandan Korem lama, yang telah berhasil membangun komunikasi serta kerjasama yang baik, di kalangan pemerintahan, tokoh agama, masyarakat, bahkan sampai gerakan kepemudaan.

“Tidak kalah pentingnya ke depan saya mengingatkan, agar Komandan Korem 102/Pjg, dapat meneruskan penanggulangan bencana karhutla di Kalteng” Terang Achmad Supriyadi, seperti yang dikutip DayakNews (16/5).

Seiring dengan saat ini sudah memasuki musim kemarau, lanjutnya, antisipasi bencana Karhutla merupakan salah satu tugas utama yang diajarkan TNI AD.WES

 

 

 

 

 

 

 

Ilustrasi

Marak Isu Terorisme, Masyarakat Kalteng Dihimbau Untuk Tenang

eRHa45–Dari serangkaian aksi teror bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo dalam waktu 24 jam pada Minggu (13/5) lalu, Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Renhard Atu Narang dan Gubernurnya Sugianto Sabran menghimbau bagi masyarakat Kalteng untuk tetap jaga persatuan dan hindari segala propaganda buruk yang dibentuk dari aksi terorisme.

Menurut Atu dari aksi yang telah terjadi di Jawa Timur, luapan kemarahan dan tindakan mengutuk aksi tersebut tetap harus dijaga dengan ketenangan dan di wujudkan dengan bersama-sama menjaga daerah masing-masing.

namun demikian, Atu tetap tegas untuk aparat agar segera meningkatkan keamanan. seperti tempat-tempat ibadah dan pusat keramaian lainnya hingga sampai benar-benar kondusif.

“Kita memang tidak takut terhadap teroris, tapi seluruh lapisan masyarakat dan aparat harus bersama-sama menjaga daerah ini. Jangan sampai aksi teroris terjadi di Provinsi ini,” kata Atu Narang, seperti yang dikutip oleh BeritaSampit, Senin (14/5).

Sejalan dengan dikatakan Atu, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menegaskan dari seluruh komponen provinsi telah sepakat untuk tidak menerima siapa pun yang diindikasikan dengan kekerasan dan premanisme.

Untuk itu, lanjut Sabran, saat ini memang perlu rancangan undang-undang (RUU) perkara terorisme untuk segera di sahkan oleh DPR. Pasalnya dengan pengesahan ini, agar pencegahan dan pelibatan TNI dalam menangani teroris jelas memiliki landasan hukum.

“TNI ini kan latihan setiap hari, tapi kalau tidak ada landasan hukum untuk menindak teroris, ya susah juga. Kita mendesak lah DPRD RI segerah mengesahkan RUU teroris tersebut, agar negara ini kembali aman dan tentram,” kata Sugianto.

Sugianto melanjutkan, di tanah bumi Pancasila tindak terorisme dan narkoba itu sama pentingnya. Untuk itu, negara pun perlu memikirkan bagaimana kedua hal tersebut bisa diberantas sampai ke akar-akarnya.

“Pada dasarnya provinsi ini aman dari tindakan teroris. Tantangan terbesar provinsi ini sebenarnya masalah narkoba. Itu kenapa saya sangat serius masalah narkoba. Saya bahkan berharap Presiden membentuk tim khusus untuk membasmi narkoba,” pungkasnya.WES

 

Ilustrasi Hoax, foto; @IndonesiaBerita

Jelang Tahun Politik, Kominfo Ajak Insan Pers Tangkal Hoax

eRHa45–Menjelang tahun politik, Menteri Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Republik Indonesia menghimbau insan pers untuk bersikap bijak dalam mengolah informasi yang diterima.

Rudiantara mengatakan, dengan makin dekat tahun politik setiap orang harus hati-hati terhadap informasi Hoax. Terlebih masyarakat pun harus lebih selektif dari oknum yang tak bertanggung jawab atas informasi yang disebar.

“Oleh karena itu hendaknya sebelum men-Share berita sebaiknya kita cek terlebih dahulu kebenaran berita tersebut dan jangan juga terlalu cepat meyakini berita yang masih simpang siur” terang Rudi, dalam acara temu Bloger dan Media; tahun Politik, Bagaimana Media Harus Bersikap, yang dikutip dari BeritaSampit pada Sabtu (12/5).

Baginya dengan berkembangnya media online saat ini, admin medsos, Bloger bisa memberikan pemahaman terkait menangkal dan menilai  berita Hoax di masyarakat.WES

Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Nasution Hamka. Tampil Beda  Dengan Menggunakan Jaket Banser  Yang Kemudian Mendapat Apresiasi Gubernur Kalteng.

Gubernur Kalteng:”Wakil Rakyat Memang Harus Turun di Wilayah Keterwakilannya, Seperti Rahmat”

eRHa45–Dalam rangka menerima kedatangan Kapolri Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Kalimantan Tengah (Kalteng), beberapa pejabat daerah seperti Gubernur, Kapolda, Danren 102/Pjg, Kejati, dan staf lannya. Disambut gembira atas kedatangan dua petinggi keamanan negara di wilayahnya.

Di dalam rangkaian acara penyambutan, nampak Kapolri dan panglima TNI tidak hanya disambut secara adat saja, namun secara terhormat diberikan juga gelar adat Dayak. Uniknya dari acara penyambutan yang penuh dengan protokoler kegiatan, ada salah satu anggota yang menyambut dengan menggunakan jaket Banser yang khas dengan motif loreng hijau.

Siapa dia?

Ia adalah salah satu anggota dari Komisi IV DPR RI asal Pangkalan Bun, Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah, yakni Rahmat Nasution Hamka. Yang terlihat begitu rapih berbaris mengikuti langkah Gubernur, Kapolri, dan Panglima TNI.

Nyetriknya Rahmat dalam rangkaian kegiatan penyambutan, memang selalu menjadi pusat perhatian. Rahmat yang dikenal sebagai pengurus NU dan Banser Kalteng, bukan hal yang aneh jika ia kerap kali turun ke wilayahnya setiap ada momen penting seperti kedatangan tamu Kementerian dan beberapa anggota Komisi DPR RI lain.

“Wakil Rakyat memang harus sering turun ke daerah pemilihan yang diwakili. Seperti Rahmat dan Hamdhani, saya dukung untuk terpilih kembali, masyarakat silakan pilih lagi,” ucap Sugianto Sabran Gubernur Kalteng yang mengapresiasi peran Rahmat, pada Kamis (26/4)  yang di muat dalam laporan BorneoNews.WES

Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Nasution Hamka

Terima 20 Ekskavator, Sang Pelayan : “Terimakasih Kementan”

eRHa45–Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Nasution Hamka mengungkapkan rasa terimaksih kepada Kementerian Pertanian (Kementan) atas Bantuan 20 unit excavator yang diterima Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di tahun 2017.

Menurutnya bantuan itu sangat penting, lantaran dengan 20 unit excavator tersebut bisa mengatasi dan mencegah secara efektif dari peristiwa kebakaran hutan yang kerap kali melanda wilayah Kalteng.

“Saya mewakili Pemerintah di Kalteng berterimakasih kepada Kementan di tahun 2017 telah memberikan bantuan 20 unit excavator untuk Pemprov Kalimantan Tengah, Tapi saya berharap alat ini dapat segera dioprasionalkan agar membantu masyarakat” ucapnya, pada 27 Februari, 2018.

Sayangnya, dari 20 unit bantuan excavator yang diberikan masih belum bisa difungsikan secara utuh untuk kepentingan masyarakat. Ini dikarenakan, Pemprov Kalteng masih menunggu petunjuk teknis Kementan yang tak kunjung diberikan.

Baginya, adapun terkait sistem yang akan diterapkan oleh Kementan, Rahmat tak mempermasalahkan apakah itu sistem pinjam pakai dengan catatan disiapkan anggaran oprasional. Ataupun dengan sistem lainnya. Yang terpenting, lanjutnya, 20 unit excavator bisa dipergunakan secepatnya.

Rahmat melanjutkan, sebenarnya untuk di wilayah Kalteng terkait Bantuan Alat Pertanian (Alsinta) tidak bisa berbentuk mini atau kecil, namun harus dengan Alsinta yang besar. Dikarenakan kondisi alam dan lahan wilayah Kalteng banyak ditumbuhi pohon-pohon yang besar.

“Kalau bisa bantuan yang diberikan juga harus sejenis excavator dan dozer. Jadi, pohon-pohon besar itu bisa hancur dan tidak mengganggu lahan yang akan dipergunakan untuk bercocok tanam. Benar-benar bersih jadi lahannya” pungkasnya.WES

Tinjauan Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Nasution Hamka Terkait Bantuan 20 Unit Excavtor Yang berasal dari Bantuan Kementan

20 Ekskavator Bantuan Kementan Harus Segera Dimanfaatkan

eRHa45–Demi mempertahankan stabilitas pangan nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman optimis untuk menjalankan kebijakan optimasi lahan Rawa Lebak bisa mensejahterakan masyarakat Kalimantan Tengah. Walaupun kendala yang kerap kali dihadapi masih di seputar pemberdayaan lahan produktif dan sumber pendapatan masih kurang maksimal.

“Enggak ada alasan orang Kalimantan miskin dan menganggur. Kami datang untuk membunuh kemiskinan dan pengangguran itu” ucap Amran, saat meninjau lokasi lahan Rawa Lebak, Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Mandas Tana, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Antara, Kamis 5 April 2018.

Dalam hal ini tidak hanya wilayah lahan Rawa Lebak, kebijakan optimasi lahan yang dikeluarkan Kementerian Pertanian (Kementan) pun telah dicanangkan untuk di sembilan wilayah lainnya, diantaranya adalah Riau, Kalimantan Tenggara, Sumatera Selatan, Jambi, Papua, serta Kalimantan Tengah.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Nasution Hamka telah menilai lebih jauh potensi pertanian di Kalimantan Tengah akan efektif jika diberikan Alat Bantu Pertanian (Alsinta) dari pemerintah pusat. Menurutnya, dengan adanya bantuan Alsinta berupa 20 unit excavator. Penggarapan lahan bisa lebih efektif, bahkan bisa juga dipergunakan untuk mencegah dan mengulangi kebakaran hutan yang kerap kali melanda Kalimantan Tengah.

“Bantuan itu (Alsinta) tidak juga digunakan untuk membersihkan lahan, namun juga bisa digunakan untuk mencegah dan menanggulangi bencana Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)” terangnya.

Namun dibalik hal itu, Rahmat sangat bersyukur dengan adanya bantuan 20 unit excavator untuk para petani Kalimantan Tengah.

“Saya mewakili Pemerintah di Kalteng berterimakasih kepada Kementan di tahun 2017 telah memberikan bantuan 20 unit excavator tersebut, Dan saya berharap alat ini dapat segera dioperasionalkan agar membantu masyarakat,” pungkasnya.WES

Ilustrasi Bidang Lahan Pertanian

Pertanian Kalteng Yang Berbeda Dengan Jawa

eRHa45–Berbeda dengan Jawa yang daratannya memiliki beberapa gunung berapi yang mengakibatkan tingkat kesuburannya tinggi, pulau Kalimantan tidak memiliki satupun gunung berapi. Namun demikian bukan berarti tanah di Pulau Kalimantan tidak sesubur di Jawa.

Keberadaan hutan yang lebat di Kalimantan menunjukkan bahwa pulau ini tidak kalah subur dari Jawa. Hal ini disebabkan adanya simbiosis mutualisme akar dengan makhluk hidup lainnya yang disebut mikoriza. Hal ini lah yang membuat pohon tumbuh subur.

Selain karakter lahan yang berbeda, sistem pertanian antara Kalimantan dengan Jawa juga berbeda. Pertanian di Jawa kebanyakan di lakukan di lahan basah yang selalu mendapatkan suplai air. Sementara di Kalimantan sistem pertanian yang dilakukan oleh masyarakat adalah berladang dengan memanfaatkan lahan yang kering dengan pola tadah hujan.

Oleh sebab itu, menurut Anggota DPRRI dari Komisi IV, Rahmat Nasution Hamka harus ada perlakuan khusus untuk wilayah Kalimantan, terkait program ketahanan pangan. Perlakuan khusus itu, misalnya, wilayah Kalimantan tak harus mengikuti program cetak sawah.

Menurut Rahmat Hamka, dibanding cetak sawah, banyak daerah pedalaman di Kalimantan lebih cocok untuk proyek cetak ladang.

“Mereka itu tidak kenal yang namanya sawah, lahan basah. Mereka tahunya lahan kering atau ladang kami sebut. Jadi tadah hujan. Selama ini semuanya selalu cetak sawah. Selalu berorientasi kepada air,” kata Rahmat.

Anggota Dewan yang biasa disebut Sang Pelayan ini juga mengingatkan, karena yang cocok adalah cetak ladang, maka bantuan alat pertanian yang diberikan ke Kalimantan pun harus relevan dengan kebutuhan masyarakat peladang.

Wajar jika Rahmat tak berhenti menyuarakan kepentingan petani ladang di Kalimantan. Karena kebutuhan masyarakat petani di sana adalah alat berat untuk membersihkan sisa tunggul pohon, bukan traktor tangan yang biasa digunakan di Jawa. Rahmat berharap bantuan alat berat ini juga menjadi solusi bagi dibatasinya pembakaran hutan bagi petani di Kalimantan.RED

 

Gubernur kalteng Sugianto Sabran; Foto@ Dok. Kalteng

Proses Pembangunan di Wilayah Kalteng, Gubernur:”Masih Belum Menjadi Program Strategis Nasional”

eRHa45–Dalam rangka membangun stabilitas perekonomian nasional, maka pembangunan diberbagai sektor perlu dilakukan. Untuk itu, pemerintah pusat dalam hal ini harus lebih intens dalam memperhatikan wilayah guna menilai potensi wilayah untuk membangun perekonomian nasional.

Pernyataan tersebut diutarakan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan (Kalteng), Sugianto Sabran, saat mengisi sambutan kunjungan anggota Komisi V DPR RI, untuk meninjau infrastruktur dan transportasi Kalteng.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur Kalteng dinilai kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat. Padahal, jika melihat lebih jauh terkait upaya pembangunan, sebenarnya ada beberapa proyek yang dianggap bisa mengurangi ketimpangan di wilayah Kalteng dan beberapa wilayah lainnya.

“Usulan Pemprov Kalteng agar beberapa proyek infrastruktur Kalteng menjadi proyek strategis nasional belum banyak diakomodir,” terang Sugianto, Detik, Kamis (12/4) lalu.

Sabran melajutkan, sebenarnya Pemprov Kalteng sudah sempat mengusulkan kepada Pemerintah Pusat untuk pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di pelabuhan Batanjung Kabupaten Kapuas, serta pelabuhan Bahau di Kabupaten Pulang Pisau. Selain itu, perlu juga diketahui bahwa usulan pembangunan KEK di Kabupaten Kotawaringin Barat itu seluas 30.000 hektar.

“Kami juga usulkan kepada Pemerintah Pusat terkait regulasi, terutama dalam rangka percepatan pembangunan Kalteng, antara lain adanya Kanwil Pajak di Kalteng, Balai Pelaksana Jalan berkantor pusat di Kalteng, serta pengawasan terhadap jembatan timbang dialihkan dari pusat ke provinsi,” ujarnya.

Bahkan dalam pembangunan sumber daya mineral dan energi, Pemprov pun telah mengajukan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di beberapa kabupaten. Kemudian, lanjutnya, ada juga rencana pengembangan jaringan tegangan tinggi (transmisi) maupun tegangan menengah (distribusi).

 Sedangkan di bidang kesehatan, Pemprov Kalteng pun telah mengusulkan pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dan rumah sakit rehabilitasi, yang bertempat di Palangka Raya, dan untuk mendukung Gerakan Pangan Nasional Kalteng telah mengajukan kegiatan prioritas pengembangan Food Estate.

Lebih jauh jika melihat di bidang penunjang transportasi, untuk mendukung program tol laut Kalteng telah memprogramkan pengerukan alur sungai Kapuas Murung di tahun lalu. Lalu, di bidang transportasi, seperti yang sudah banyak diketahui Kalteng pun telah mengusulkan sebuah bandara baru di Sebuai, serta perpanjangan landasan pacu di tiga bandara saat ini yakni, Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Bandara Iskandar Pangkalan Bun, dan Bandara H. Asan Sampit.WES