Posts

Ilustrasi Tanaman Pangan, Dok. Pihak Ketiga (Pertanianku.com)

Manajemen Pembenihan Kalteng Positif, Kementan Upayakan Bibit Varietas Unggul Bersertifikat

eRHa45—Dalam upaya peningkatan pangan nasional, Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya agar sasaran produksi tercapai. Salah satunya adalah penggunaan bibit variatas unggul yang bersertifikat.

Dijelaskan oleh Sub Direktorat Pengawasan Mutu Benih, Ditjen Tanaman Pangan Catur Setiawan, penggunaan varietas bibit unggul bersertifikat akan diiringi dengan penerapan teknologi terkini. Yang nanti hasilnya diharapkan mampu meningkatkan produksifitas tanaman pangan nasional.

“Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman pangan dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional, pemerintah dari tahun ke tahun telah mengalokasikan bantuan benih melalui baik itu Bantuan Benih, Cadangan Benih Nasional maupun Subsidi Harga Benih,” ujar di Jakarta, Senin, Tribun (26/8/2019).

Menurutnya target Kementan para Petani sudah lebih 50 persen menggunakan bibit unggul tersebut, dan akan terus ditingkatkan agar pemerataan bibit unggul bisa dirasakan oleh semua petani.

“Ada sekitar 52,67 persen untuk padi, 52,68 persen untuk jagung dan 53,18 persen untuk kedelai,” sebutnya.

Ia mencontohlan pada 21 Agustus 2019 lalu, Kalimantan Tengah (Kalteng) tercatat positif dalam manajemen pembenihan tanaman pangan. Sehingga kebutuhan dan penyediaan benihnya terencana sangat baik.

Menyikapi hal tersebut, Kepala UPTD BPSB Pemprov Kalteng Yandi Saden menjelaskan, bahwa dari apa yang sudah dilakukan di wilayahnya selama ini tak terlepas dari peran pemerintah pusat. Ia juga berharap dari yang sudah evaluasi selama ini, pihaknya menyatakan agar pihak produsen benih bisa meningkatkan terus produksinya.

 

 

 

Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Nasution Hamka

Terima 20 Ekskavator, Sang Pelayan : “Terimakasih Kementan”

eRHa45–Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Nasution Hamka mengungkapkan rasa terimaksih kepada Kementerian Pertanian (Kementan) atas Bantuan 20 unit excavator yang diterima Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di tahun 2017.

Menurutnya bantuan itu sangat penting, lantaran dengan 20 unit excavator tersebut bisa mengatasi dan mencegah secara efektif dari peristiwa kebakaran hutan yang kerap kali melanda wilayah Kalteng.

“Saya mewakili Pemerintah di Kalteng berterimakasih kepada Kementan di tahun 2017 telah memberikan bantuan 20 unit excavator untuk Pemprov Kalimantan Tengah, Tapi saya berharap alat ini dapat segera dioprasionalkan agar membantu masyarakat” ucapnya, pada 27 Februari, 2018.

Sayangnya, dari 20 unit bantuan excavator yang diberikan masih belum bisa difungsikan secara utuh untuk kepentingan masyarakat. Ini dikarenakan, Pemprov Kalteng masih menunggu petunjuk teknis Kementan yang tak kunjung diberikan.

Baginya, adapun terkait sistem yang akan diterapkan oleh Kementan, Rahmat tak mempermasalahkan apakah itu sistem pinjam pakai dengan catatan disiapkan anggaran oprasional. Ataupun dengan sistem lainnya. Yang terpenting, lanjutnya, 20 unit excavator bisa dipergunakan secepatnya.

Rahmat melanjutkan, sebenarnya untuk di wilayah Kalteng terkait Bantuan Alat Pertanian (Alsinta) tidak bisa berbentuk mini atau kecil, namun harus dengan Alsinta yang besar. Dikarenakan kondisi alam dan lahan wilayah Kalteng banyak ditumbuhi pohon-pohon yang besar.

“Kalau bisa bantuan yang diberikan juga harus sejenis excavator dan dozer. Jadi, pohon-pohon besar itu bisa hancur dan tidak mengganggu lahan yang akan dipergunakan untuk bercocok tanam. Benar-benar bersih jadi lahannya” pungkasnya.WES

Tinjauan Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Nasution Hamka Terkait Bantuan 20 Unit Excavtor Yang berasal dari Bantuan Kementan

20 Ekskavator Bantuan Kementan Harus Segera Dimanfaatkan

eRHa45–Demi mempertahankan stabilitas pangan nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman optimis untuk menjalankan kebijakan optimasi lahan Rawa Lebak bisa mensejahterakan masyarakat Kalimantan Tengah. Walaupun kendala yang kerap kali dihadapi masih di seputar pemberdayaan lahan produktif dan sumber pendapatan masih kurang maksimal.

“Enggak ada alasan orang Kalimantan miskin dan menganggur. Kami datang untuk membunuh kemiskinan dan pengangguran itu” ucap Amran, saat meninjau lokasi lahan Rawa Lebak, Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Mandas Tana, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Antara, Kamis 5 April 2018.

Dalam hal ini tidak hanya wilayah lahan Rawa Lebak, kebijakan optimasi lahan yang dikeluarkan Kementerian Pertanian (Kementan) pun telah dicanangkan untuk di sembilan wilayah lainnya, diantaranya adalah Riau, Kalimantan Tenggara, Sumatera Selatan, Jambi, Papua, serta Kalimantan Tengah.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Nasution Hamka telah menilai lebih jauh potensi pertanian di Kalimantan Tengah akan efektif jika diberikan Alat Bantu Pertanian (Alsinta) dari pemerintah pusat. Menurutnya, dengan adanya bantuan Alsinta berupa 20 unit excavator. Penggarapan lahan bisa lebih efektif, bahkan bisa juga dipergunakan untuk mencegah dan mengulangi kebakaran hutan yang kerap kali melanda Kalimantan Tengah.

“Bantuan itu (Alsinta) tidak juga digunakan untuk membersihkan lahan, namun juga bisa digunakan untuk mencegah dan menanggulangi bencana Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)” terangnya.

Namun dibalik hal itu, Rahmat sangat bersyukur dengan adanya bantuan 20 unit excavator untuk para petani Kalimantan Tengah.

“Saya mewakili Pemerintah di Kalteng berterimakasih kepada Kementan di tahun 2017 telah memberikan bantuan 20 unit excavator tersebut, Dan saya berharap alat ini dapat segera dioperasionalkan agar membantu masyarakat,” pungkasnya.WES