Posts

Fakta Tanaman Bajakah

Proses Pengawasan Bajakah, Masyarakat Perlu Diedukasi dan Dilibatkan

eRHa45—Terkait manfaat tanaman Bajakah yang diyakini begitu mujarab mengatasi penyakit Kanker Payudara, alhasil saat ini keberadaanya pun mulai terancam akibat oknum tak bertanggung jawab yang seenaknya menebang dan menjualbelikan tanaman tersebut.

Menyikapi hal itu Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) mengambil kebijakan untuk mengeluarkan surat edaran kepada masyarakat untuk mengajak mencegah pengiriman atau penjualan illegal atas tanaman Bajakah, walaupun proses pengawasannya diprediksi bakal sulit dilakukan.

Sekertaris Daerah (Sekda) Kalteng Fahrizal Fitri menjelaskan, untuk membatu proses pengawasan diperlukan partisipasi masyarakat dikarenakan tanaman Bajakah sangat berpotensi untuk diselundupkan keluar daerah dengan berbagai cara.

“Bagaimana nanti keterlibatan semua pihak, tidak hanya bupati dan wali kota, tapi juga pihak dari terminal, Pelindo dalam hal ini pelabuhan, dan Angkasa Pura untuk bandara,” jelasnya, Prokal.co.

Ia menambahkan, Pemprov sangat tidak membenarkan tanaman Bajakah saat ini untuk distribusikan ke luar daerah, terkecuali untuk kepentingan riset.

Dari sulitnya pengawasan yang akan dilakukan, ia menyarankan agar instansi terkait agar  mengedukasi masyarakat agar maksud dan tujuan pemerintah melarang tanaman Bajakah ke luar daerah itu tersampaikan secara baik.

Tidak hanya optimal dalam menyampaikan maksud pemerintah, dengan cara tersebut pun mampu membuat persepsi masyarakat “berbalik arah” dengan ouput ekosistem tanaman Bajakah juga bisa diselamatkan.

 

Apresiasi Kinerja DPRD Kalteng Dok. Praokal.co

Pemprov Kalteng Apresiasi Kinerja DPRD Masa Bakti 2014-2019

eRHa45—Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) pada 28 Agustus 2019 dikabarkan akan mengakhiri masa jabatan anggota DPRD masa bakti 2014-2019. Dengan berakhirnya masa jabatan itu, Pemprov Kalteng sangat mengapresiasi kinerja jajaran DPRD tersebut yang kerap memberikan masukan berguna untuk program pembangunan.

Dijelaskan langsung oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Kalteng Fahrizal Fitri melalui Parokal.co, bahwa lembaga legislatif yang akan mengakhiri masa baktinya sangat memiliki peran penting dalam perkembangan program yang selama ini sudah berjalan.

Fahrizal membuktikan dengan sudah adanya produk hokum daerah yang berhasil dibuat. Sebut saja, lanjutnya, adalah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Retribusi Jasa Usaha,  dan Raperda tentang Retribusi Perizinan Tertentu.

“Anggota DPRD Kalteng selama ini sudah menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota legislatif. Harapannya, kepada anggota yang terpilih daIam masa jabatan 2019-2024 agar menjalankan tanggung jawab sesuai dengan tugas, fungsi dan wewenang DPRD,” katanya, Senin (19/8/2019).

Tidak smapai di situ, ke depan masa persidangan III Sidang 2019 akan membahas Raperda tentang Ketertiban Umum, Ketentraman Masyarakat dan Perlindungan Masyarakat, serta Raperda tentang Pencabutan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Asrama Mahasiswa Kalteng.

“Dalam penyelesaian beberapa materi Raperda yang akan datang diperlukan koordinasi dan sinergi yang Iebih baik, sehingga Pemprov dapat terbuka dan mendukung sepenuhnya dalam penyelesaian beberapa Raperda tersebut sesuai dengan kewenangan dan fungsi,” ucapnya.

Harapannya bagi yang mereka yang akan mengakhiri masa bakti, dalam hal komunikasi yang bersangkutan perlu untuk tetap saling terjalin “tegur sapa” untuk tetap menyalurkan aspirasi apa yang perlu ditambah ataupun sebaliknya.

Tentu saja sumbangan pemikiran dan kerja sama dalam proses pembangunan tetap diharapkan berjalan, mengingat tujuannya untuk kepentingan bersama.

“Ya, meski sudah tidak lagi menjabat, namun antara pemerintah dan mereka yang pernah menjadi anggota DPRD ini akan tetap terjalin. Dan bagi yang terpilih kembali, tentu kita harapkan dukungan dan kerja samanya dalam semua proses pembangunan yang akan datang,” tutupnya.

 

 

Kushedya Hari Yudo (kanan) saat memperkuat Kalteng Putra di musim 2018 , Dok: Kompas

Gubernur Kalteng Yakin Tim Kalteng Putra Juara di Piala Presiden 2019

eRHa45—Hasil kemenangan tim Kalteng Putra kontra PSM Makasar, membuat Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah Sugianto Sabran merasa yakin bahwa tim kebanggannya bakal jadi juara di Liga Presiden 2019.

Hasil laga yang berujung 1-0 kemenangan untuk Kalteng Putra sebuah tanda awal, dari kemampuan tim asal Klateng tersebut dapat unggul dan bersaing dengan tim hebat papan atas Liga 1. Fakta inilah menjadi dasar keyakinan  Sabran.

Sabran menjelaskan titik kemenang yang diraih ini merupakan satu langkah positif, terlebih upaya baik untuk persiapan di laga mendatang. “Ini merupakan langkah awal yang baik, khususnya dalam persiapan untuk menghadapi liga I, kami yakin Kalteng Putra bisa unggul dari kesebelasan lainnya,”

Untuk memperkuat di lini depan, tim Klateng Putra masih membutuhkan dua Playmaker tambahan. Kemudian untuk di lini tengah Kalteng Putra membutuhkan seorang tambahan lagi untuk mengatur ritme permainan.

“Target Kalteng Putera meraih kemenangan mutlak pada Liga I, bukan untuk menjadi pecundang, dalam arti Kalteng Putera harus menjadi juara umum,” ujarnya.

Ia berharap dari segi menjemen, Kalteng Putra bisa terus berkembang dan mempertahankan prestasi yang telah dicapai. Tentu saja, tegasnya, semua ini tak terlepas dari dukungan masyarakat dan Pemprov  Kalteng yang terus berdoa agar tim kebanggaannya bisa berprestasi di kancah nasional.

Di sisi lain untuk menunjang fasilitas pemain, Kepala Dinas PUPR Kalteng Salahudin menjelaskan. Pihaknya berkomitmen memperbaiki Stadion Tuah Pahoe untuk persiapan laga Liga 1 yang akan dimulai pertengah tahun 2019.

“Berbagai sarana dan prasarana kami perbaiki untuk pembenahan lapangan tersebut,” tutupnya.

 

 

 

 

 

 

Momen Sugianto Sabran Saat Berbincang dengan Ketua Karang Taruna Kalteng Abdul Hafid (kiri) belum lama ini di Sampit dalam kegiatan Kebangsaan, Dok.Beritasampit

Gubernur Kalteng Raih Anugrah Adhitya Karya Mahatva Yodha 2018

eRha45—Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugianto Sabran akan menerima Anugrah Adhitya Karya Mahatva Yodha 2018, diberikan oleh Presiden RI, diserahkan Menteri Sosial didampingi Ketua PNKT di Gedung Sumpah Pemuda, Bandar Lampung – Provinsi Lampung, Sabtu 26 Januari 2019 mendatang. Sesuai dengan surat undangan yang disampaikan Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) nomor: 07.043/00/KT/I/2019, Gubernur Kalteng diundang hadir dalam rangkaian kegiatan Bulan Bakti Karang Taruna tingkat Nasional Tahun 2018.

Mengutip laporan Beritasampit pada 17 Januari 2019, dalam kegiatan itu, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran juga akan menerima Lencana Adhitya Karya Mahatva Yodha kategori Pembinan Umum Terbaik Karang Taruna Provinsi atas capaian dalam membangun kemitraan dengan Pengurus Karang Taruna Provinsi serta pembinaan dan pemberdayaan hingga tingkat desa/kelurahan di Provinsi Kalimantan Tengah dengan BAIK, baik dari segi koordinasi, kerjasama program, peningkatan kapasitas, komunikasi serta dukungan moril dan materil.

Atas hal itu, Ketua Karang Taruna Provinsi Kalimantan Tengah, Abdul Hafid mengucapkan selamat kepada Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran atas capaian dengan diberikannya Anugrah Adhitya Karya Mahatva Yodha 2018. Menurutnya anugrah ini tidak lain dan tidak bukan berkat dukungan Gubernur Kalteng sebagai Pembina Umum Karang Taruna Provinsi Kalteng dan dukungan semua pihak, yang terus mendorong dan mendukung Karang Taruna hingga terus tumbuh sampai sekarang ini.

“Saat ini Karang Taruna di Kalimantan Tengah terus tumbuh. Konsolidasi terus kami lakukan agar pemberdayaan pemuda desa se Kalteng dapat terus berjalan. Karang Taruna merupakan garda terdepan organisasi yang berada ditingkat terbawah hingga tingkat desa. Dengan didukung Gubernur Kalteng sebagai Pembina Umum, maka Kalteng Berkah dapat terwujud dan pemuda desa di Kalteng dapat kreativ, inovatif dalam membangun desanya,” ungkapnya.

Hafid berharap, Karang Taruna di Kalteng dan menjadi organisi sosial yang terus didukung oleh semua pihak. Sehingga kamajuan daerah, kemajuan desa yang dilakukan oleh pemuda desa dapat terwujud sesuai harapan dan keinginan bersama menuju Kaltang Berkah. Red

Ilustrasi kawasan permukiman padat penduduk yang dibalut kemiskinan. - Antara/Aprillio Akbar

Pembangunan Nasional: Jumlah Masyarakat Miskin Kalteng Berkurang

eRha45—Jumlah penduduk miskin di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) per September 2018 tercatat sebanyak 136.446 orang. Data ini menunjukan adanya penurunan sekitar 5.10 persen atau 1.438 orang jika dibandungkan dari Sepetember 2017 yang mencapai 137.884.

Menurut Badan Pusat Statistik pengurangan penduduk miskin itu ebih banyak yang tinggal di pedesaan dibandingkan dengan pedesaan.

“Penduduk miskin di perdesaan berkurang sebanyak 1.228 orang, sedangkan di perkotaan hanya sekitar 210 orang,” ucap Kepala BPS Kalteng Yomin Tofri di Palangka Raya, Bisnis.com, pada Selasa (15/1/2019).

Meski demikian, secara keseluruhan jumlah jumlahnya masih lebih banyak. Yakni penduduk miskin per September 2018 mencapai 88.319 orang, sedangkan di perkotaan tercatat 48.127 orang.

Yomin mengatakan, ukuran kemiskinan seseorang untuk September 2018 dilihat dari pengeluaran per kapita per bulan rata-rata Rp427.494, naik dibandingkan dengan September 2017 yang hanya Rp406.836.

“Cara melihatnya dengan memperhatikan komponen garis kemiskinan yang terdiri dari garis kemiskinan makanan (GKM) dan garis kemiskinan bukan makanan (KGBM),” lanjutnya.

Berdasarkan data selanjutnya, BPS Kalteng menilai peranan komoditas makanan masih jauh lebih besar dibandingkan dengan bukan makanan, dalam menyumbang tingkat kemiskinan. Komoditas makanan menyumbang 79,07%, sedangkan bukan makanan sekitar 20,93%.

Komoditas yang dimaksud itu diantaranya; beras, rokok kretek filter, daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir, mie instan, kue basah, daging sapi, kopi bubuk dan kopi instan, serta tahu.

“Kalau komoditas makanan penyumbang kemiskinan di perdesaan terdiri dari beras, rokok kretek filter, gula pasir, daging ayam ras, kue basah, telur ayam ras, mie instan, kopi bubuk dan kopi instan, bawang merah, serta cabe rawit,” tutupnya. Red

 

 

 

 

 

 

 

APSII

APPSI Dukung Wacana Pemindahan Ibu Kota di Palangka Raya

eRHa45—Kekaguman Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Seluruh Indonesia (APPSI), membuat Soekarwo mengutarakan setuju dengan wacana wilayah Palangka Raya menjadi Ibu Kota Negara.

Menurut pandangannya selain mewujudkan cita-cita Bung Karno, ada beberapa alasan yang membuat wliayah Palangka Raya sangat cocok untuk wacana tersebut.

“Pasti Bung Karno punya alasan kuat mengapa ingin memindahkan ibu kota negara ke Palangkaraya. Jadi kami setuju ibu kota negara pindah ke sini,” ucap Soekarwo, Detik, Kamis lalu (4/11/2018).

Soekarwo menyebut beberapa alasan tersebut adalah, dari segi keamanan para ahli telah memaparkan di pulau Kalimantan adalah daerah paling aman dari gempa karena lokasinya. “Insyaallah, para ahli gempa menyatakan bahwa di sini adalah pula yang tidak ada gempa,”

Kemudian alasan kedua ialah diposisinya saat ini sebgai Gubernur Jawa Timur, keunggulan letak yang strategis membuat posisi Palangka Raya berada tepat di tengah-tengah negara Indonesia. Sehingga kedepan alur distribusi akan lebih mudah jika ibu kota berada di tengah negara.

“Lokasinya tidak terlalu dekat dengan laut, tapi juga disebelahnya ada sungai yang besar, yakni Sungai Kahayan. Ini memenuhi syarat ibu kota di dunia, Ini bagus untuk dijadikan ibu kota negara, masyarakat di Indonesia akan ter-engineering dengan sendirinya, banyak yang ingin pindah kesini untuk bekerja, bisnis, dan lainnya,” jelasnya.

Selain mengulas wacana pemindahan ibu kota, Ia juga menjelaskan apa yang akan dilakukan oleh APPSI melalui Rakenas untuk tahun 2019. Baginya program yang dihasilkan nanti ialah untuk mendorong pemerintah semkain menyejahterakan seluruh provinsi yang ada. Salah satunya, lanjut Soekarwo, membuat aturan Badan Pajak Penghasilan (PPh) untuk masuk ke daerah.

“Kita akan membuat surat dan mendatangi DPR RI agar segera membuat aturan yang mengatur, bahwa PPh badan harus masuk ke daerah yang menjadi tempat usaha tersebut. Contohnya, jika perusahaan perkebunan sawit di Kalteng, maka membayar PPh badan-nya ya di Kalteng. Sebab, selama ini meski perusahaannya di daerah, tapi bayar pajaknya ke DKI Jakarta,” tegas Soekarwo.

Pelantikan TKD Provinsi Kalteng Dok. Tribun

Jelang Pilpres 2019, KH Ma’ruf Amin Lantik TKD Provinsi Kalteng

eRHa45–Calon Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin baru-baru ini melantik Tim Kampanye Daerah (TKD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Dari pelantikan itu TKD bakal menargetkan minimal 70 persen kemenangan di wilayah Pemprov Kalteng untuk Pilpres 2019.

Gelar pelantikan tersebut bertempat di Gedung Kawala Boulevard, Kota Palngka Raya, yang nampak dihadiri oleh ribuan pendukung pasangan no urut 1 Jokowi-Ma’ruf Amin itu.

Dalam kesempatannya Ma’ruf Amin menjelaskan, TKD ini diyakinkan mampu melaksankan tugas dengan baik di ajang Pilpres 2019. Itu disebabkan tanggung jawab yang diberikan untuk menyukseskan serta memenangkan pasangan no urut 1 tersebut.

“Saya apresiasi kepada TKD yang bertekad memenangkan pasangan minimal 70 persen. Itu minimal, bisa 80-90 persen. Supaya legitimasi kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf bisa lebih kuat di masyarakat,” kata dia, Tribun, Selasa (23/08/2018).

Di lain pihak Ketua TKD Agustiar Sabran menanggapi dengan sambuntannya “lahap”, yakni sebuah ritual teriakan sebelum perang. Menurutnya, dengan kesiapan yang matang pihkanya yakin akan memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Idealnya kita mendapat kemenangan 70 persen” ucap Agustiar.

Agustiar menambahkan berdasarkan Pilpres tahun 2014, Jokowi-Jusuf Kalla di Provinsi Kalteng pun cukup besar meraih suara sebesar 65 persen. Ia juga yang nantinya akan bertanggung jawab untuk memimpin kemenangan untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf amin tersebut.

Semantara Kordinator Nasional Rumah KMA, KH Ahmad Bagja menyatakan dirinya turut berbahagia dan selamat bekerja untuk tim TKD yang sudah dilantik. Bagja juga mengatakan, bahwa pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin adalah pasangan ideal untuk memimpin bangku kepresidenan di periode 2019-2024.

“Untuk memenangkan nomor 01 tak cukup tepuk tangan. Kita harus bekerja sama. Saya mendoakan target 70 persen itu. Saya harapkan kader NU juga bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat lainnya memenangkan pilpres ini,” ujar Kiai Bagja. (Wes)

 

 

 

 

 

 

 

Momen Hewan Qurban Yang Disiapkan Oleh Pemprov Kalimantan Tengah; Foto Banjarmasin Post

Sambut Hari Raya Idul Adha, Pemprov Kalteng Bagikan 100 Ekor Sapi Ke Seleluruh Kabupaten Dan Kota

eRHa45—Menjelang Hari Raya Idul Adha 2018, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan membagikan 100 ekor sapi ke seluruh Kabupaten dan Kota.

Kabar ini diberitakan oleh Banjarmasin Post yang menrincikan jumlah sebaran bantuan hewan qurban. Berdasar laporan tersebut, untuk wilayah Kotim dijatahkan sebanyak 30 ekor sapi, lalu Palangkaraya 30 ekor, Kapuas 25 ekor, kemudian untuk wilayah lainnya masing-masing 5 ekor.

Pj Sekda Pemprov Kalteng Fahrizal Fitri menjelaskan, untuk pembagian sapi ini sudah konsisten rutin di setiap tahunnya menjelang momen Hari Raya Idul Adha.

“Jumlah semuanya 100 ekor, dibagikan ke semua kabupaten dan kota se Kalteng, merupakan bantuan dari dana APBD dari Pemprov Kalteng,” ujar Fahrizal, Selasa (21/8/2018).

Sementara itu untuk wilayah Palangkaraya, sejumlah masjid dan langgar terpantau sudah menyiapkan peralatan serta kelengkapan untuk hari raya. Baginya momen ini adalah hari yang tepat untuk saling berbagi.  (Wes)