Posts

Fakta Tanaman Bajakah

Proses Pengawasan Bajakah, Masyarakat Perlu Diedukasi dan Dilibatkan

eRHa45—Terkait manfaat tanaman Bajakah yang diyakini begitu mujarab mengatasi penyakit Kanker Payudara, alhasil saat ini keberadaanya pun mulai terancam akibat oknum tak bertanggung jawab yang seenaknya menebang dan menjualbelikan tanaman tersebut.

Menyikapi hal itu Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) mengambil kebijakan untuk mengeluarkan surat edaran kepada masyarakat untuk mengajak mencegah pengiriman atau penjualan illegal atas tanaman Bajakah, walaupun proses pengawasannya diprediksi bakal sulit dilakukan.

Sekertaris Daerah (Sekda) Kalteng Fahrizal Fitri menjelaskan, untuk membatu proses pengawasan diperlukan partisipasi masyarakat dikarenakan tanaman Bajakah sangat berpotensi untuk diselundupkan keluar daerah dengan berbagai cara.

“Bagaimana nanti keterlibatan semua pihak, tidak hanya bupati dan wali kota, tapi juga pihak dari terminal, Pelindo dalam hal ini pelabuhan, dan Angkasa Pura untuk bandara,” jelasnya, Prokal.co.

Ia menambahkan, Pemprov sangat tidak membenarkan tanaman Bajakah saat ini untuk distribusikan ke luar daerah, terkecuali untuk kepentingan riset.

Dari sulitnya pengawasan yang akan dilakukan, ia menyarankan agar instansi terkait agar  mengedukasi masyarakat agar maksud dan tujuan pemerintah melarang tanaman Bajakah ke luar daerah itu tersampaikan secara baik.

Tidak hanya optimal dalam menyampaikan maksud pemerintah, dengan cara tersebut pun mampu membuat persepsi masyarakat “berbalik arah” dengan ouput ekosistem tanaman Bajakah juga bisa diselamatkan.

 

Anggota Komisi IV DPR RI, Rahmat Nasution Hamka. Tampil Beda  Dengan Menggunakan Jaket Banser  Yang Kemudian Mendapat Apresiasi Gubernur Kalteng.

Gubernur Kalteng:”Wakil Rakyat Memang Harus Turun di Wilayah Keterwakilannya, Seperti Rahmat”

eRHa45–Dalam rangka menerima kedatangan Kapolri Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Kalimantan Tengah (Kalteng), beberapa pejabat daerah seperti Gubernur, Kapolda, Danren 102/Pjg, Kejati, dan staf lannya. Disambut gembira atas kedatangan dua petinggi keamanan negara di wilayahnya.

Di dalam rangkaian acara penyambutan, nampak Kapolri dan panglima TNI tidak hanya disambut secara adat saja, namun secara terhormat diberikan juga gelar adat Dayak. Uniknya dari acara penyambutan yang penuh dengan protokoler kegiatan, ada salah satu anggota yang menyambut dengan menggunakan jaket Banser yang khas dengan motif loreng hijau.

Siapa dia?

Ia adalah salah satu anggota dari Komisi IV DPR RI asal Pangkalan Bun, Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah, yakni Rahmat Nasution Hamka. Yang terlihat begitu rapih berbaris mengikuti langkah Gubernur, Kapolri, dan Panglima TNI.

Nyetriknya Rahmat dalam rangkaian kegiatan penyambutan, memang selalu menjadi pusat perhatian. Rahmat yang dikenal sebagai pengurus NU dan Banser Kalteng, bukan hal yang aneh jika ia kerap kali turun ke wilayahnya setiap ada momen penting seperti kedatangan tamu Kementerian dan beberapa anggota Komisi DPR RI lain.

“Wakil Rakyat memang harus sering turun ke daerah pemilihan yang diwakili. Seperti Rahmat dan Hamdhani, saya dukung untuk terpilih kembali, masyarakat silakan pilih lagi,” ucap Sugianto Sabran Gubernur Kalteng yang mengapresiasi peran Rahmat, pada Kamis (26/4)  yang di muat dalam laporan BorneoNews.WES