Posts

Fakta Tanaman Bajakah

Proses Pengawasan Bajakah, Masyarakat Perlu Diedukasi dan Dilibatkan

eRHa45—Terkait manfaat tanaman Bajakah yang diyakini begitu mujarab mengatasi penyakit Kanker Payudara, alhasil saat ini keberadaanya pun mulai terancam akibat oknum tak bertanggung jawab yang seenaknya menebang dan menjualbelikan tanaman tersebut.

Menyikapi hal itu Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) mengambil kebijakan untuk mengeluarkan surat edaran kepada masyarakat untuk mengajak mencegah pengiriman atau penjualan illegal atas tanaman Bajakah, walaupun proses pengawasannya diprediksi bakal sulit dilakukan.

Sekertaris Daerah (Sekda) Kalteng Fahrizal Fitri menjelaskan, untuk membatu proses pengawasan diperlukan partisipasi masyarakat dikarenakan tanaman Bajakah sangat berpotensi untuk diselundupkan keluar daerah dengan berbagai cara.

“Bagaimana nanti keterlibatan semua pihak, tidak hanya bupati dan wali kota, tapi juga pihak dari terminal, Pelindo dalam hal ini pelabuhan, dan Angkasa Pura untuk bandara,” jelasnya, Prokal.co.

Ia menambahkan, Pemprov sangat tidak membenarkan tanaman Bajakah saat ini untuk distribusikan ke luar daerah, terkecuali untuk kepentingan riset.

Dari sulitnya pengawasan yang akan dilakukan, ia menyarankan agar instansi terkait agar  mengedukasi masyarakat agar maksud dan tujuan pemerintah melarang tanaman Bajakah ke luar daerah itu tersampaikan secara baik.

Tidak hanya optimal dalam menyampaikan maksud pemerintah, dengan cara tersebut pun mampu membuat persepsi masyarakat “berbalik arah” dengan ouput ekosistem tanaman Bajakah juga bisa diselamatkan.

 

Dok. Pihak Ketiga

Pemprov Kalteng Larang Pengiriman Bajakah, Agar tak Merusak Ekosistem

eRHa45—Akar tanaman endemik Bajakah kini jadi sorotan utama publik, salah satunya adalah Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam hal menahan laju minat masyarakat agar tak merusak ekosistem habitat tanaman tersebut.

Sebelumnya akar tanaman Bajakah telah diuji dan mampu mengatasi penyakit kanker payudara. belum lama Pemprov Kalteng pun sedang tahap mempatenkan dan memikirkan akan diolah seperti apa ke depannya. Pemprov juga menghimbau agar masyarakat tidak menjual dan mendistribusikan lebih dulu sebelum Pemprov Kalteng menelaah lebih jauh.

Terpantau seperti toko obat tradisional Pasar Kahayan, Palangkaraya, terlihat cukup banyak yang sudah menjual kayu Bajakah. Minat pasar yang tinggi membuat harga tanaman tersebut melonjak, yakni mencapai Rp300 rbu per kilo.

Melihat hal tersebut RahmatHamka.com mencoba menelusuri lebih dalam soal upaya distribusi, hasilnya didapat pada liputan Fokus Indosiar pada Senin,(19/8/2019). Di mana dalam liputan tersebut mengklaim memang ada lonjakan cukup tinggi untuk tanaman Bajakah.

Sehingga Pemprov Kalteng melarang pengiriman tanaman Bajakah ke luar daerah sebelum ada edaran resmi dari pihak terkait mengenai temuan ini.

“Jangan sampai akar bajakah ini dieksploitasi begitu besar sehingga berdampak pada habitat,” kata Sekda Provinsi Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri.

Apa yang dilontarkan Fahrizal Fitri, sebenarnya memiliki tujuan agar ekosistem tanaman Bajakah dirawat dan dibudiyakan terlebih dahulu. Dan tidak dieksploitasi secara serampangan yang dampaknya akan memunculkab kerusakan eksositem tanaman tersebut.